Pendidikan Kimia dan STEM

Tanggal : 10 Apr 2019

Ditulis oleh : NANI ARUM PRATIWI

Disukai oleh : 1 Orang

Kuliah umum yang telah dilakukan pada hari Selasa tanggal 2 april 2019 di ikuti oleh mahasiswa prodi Pendidikan Kimia, acara dimulai pada pukul 08.30 WIB , dengan pemateri Bapak  Dr. Pujianto, S.pd., M.pd. dan Ibu Dr. Antuni Wiyarsi, S.pd.si., M.sc. yang dimoderatori oleh Bapak Muhammad Zamhari, M.sc.

Materi yang disampaikan adalah aplikasi penelitian berbasis STEM dalam mengahadapi era revolusi industri 4.0 ,pemateri pertama yang menyampaikan presentasinya adalah Bapak  Dr. Pujianto, S.pd., M.pd. dalam presentasinya ini beliau menjelaskan tentang bagaimana konsep STEM sebenarnya, bagaimana suseungguhnya STEM itu dan bagaimana penerapanya dalam pendidikan, dalam presentasinya beliau ikut menjelaskan bahwa sebenarnya STEM sudah muncul dari dulu namun perekembangannya kurang luas hingga masayarakat menjadi asing dengan materi ini.

            Dalam penjelasanya beliau menjelaskan bahwa STEM sejatinya adalah suatu rekayasa teknologi yang meleburkan beberapa teknik pendidikan untuk menyelesaikan suatu masalah, teknik pendidikan yang termasuk disini adalah sains , teknologi, teknik, dan matematika. Beliau juga menjelaskan bagaimana beberapa teknologi pendidikan itu saling mendukung satu sama lain dalam STEM ini, contohnya adalah sains dalam STEM dapat membantu pemahaman peserta didik memahami sesuatu yang menjadi masalah, lalu teknologi membantu peserta didik untuk berinovasi untuk mengatasi masalah, teknik/ engineering membantu dalam membuat suatu sistem, memodifikasi sistem guna menyelesaikan masalah, dan matematika digunakan untuk membahasakan segala sesuatu dengan lambang bilangan agar dapat dihitung sehingga penyelesaian masalah semakin mudah.

                Dalam metode STEM ini beliau menekankan bahwa sistem ini tidak hanya berorientasi pada pemahaman teori namun juga beroreintasi pada hasil, dimana bukan hanya penguasaan teori namun juga tentang bagaimana peserta didik mampu menghasilakan suatu produk dari teori tersebut. Dengan metode STEM peserta didik diharapkan dapat mengembangkan cara mereka berpikir secara kritis, kreatif, cerdik, imajinatif serta suatu kemampuan untuk menyelesaikan banyak masalah., dalam penerapanya supaya lebih efektif dalam dunia pendidikan ada baiknya guru mengkaitkan suatu materi dengan suatu masalah yang sering terjadi dalam kehidupan sehari hari dan membuat pengalaman belajar berbasis proyek yang terintegrasi agar siswa menjadi lebih paham dengan materi tersebut.

                Beliau juga mengajarkan cara penerapan STEM kepada peserta didik dengan berbagai tingkatan STEM, lalu selain menerapkan sistem berpikir kritis, kreatif, cerdik, dan imajinatif Beliau juga menekankan bahwa STEM juga menerapkan suatu sitsem bertahan hidup dalam segala sesuatu, artinya bahwa kemampuan ini dapat dipraktekan sepanjang hayat.

                Lalu pada sesi kedua pemateri kedua yaitu Ibu Dr. Antuni Wiyarsi, S.pd.si., M.sc. menyampaikan bahwa penerapan STEM dalam perkuliahan sangat penting mulai di ajarkan dan di praktekan karena perubahan zaman yang menuntut kita untuk selalu siap menghadapi segala perubahan, dan metode STEM dianggap dapat digunakan dalam menghadapi perubahan tersebut.

            Beliau menjelaskan bahwa perubahan pada kurikulum pendidikan kimia di era 4.0 perlu disiasati dengan penguatan kita pada materi pendidikan kimia pula dan pembelajaran STEM dapat dilakukan untuk menghadapi masalah itu agar mahasiswa dapat berpikir kritis dan kreatif. Selain karena metode ini cocok diterapkan untuk menghadapi perubahan zaman beliau menkankan bahwa STEM juga berguna untuk menyiapkan seseorang untuk menjadi  lifelong learners, beliau mengatakan bahwa STEM dapat digunakan dalam berbagai instrument analisi data.

            Selain itu beliau juga menerangkan beberapa tujuan dari STEM yaitu suatu penilaian berbasis STEM, penyelesaian masalah yang menghasilkan suatu produk,dan metode STEM ini lebih ke penerapan secara dalam.

                Maka setelah berakhirnya sesi presentasi dapat disimpulkan bahwa metode STEM cocok untuk diterapkan pada pendidikan kimia karena selain menyiapkan guru untuk menjadi pengajar yang kreatif, mampu berpikir kritis dan kompeten metode ini juga mampu menyiapkan peserta didik untuk menjadi lifelong learner. Dimana kemampuan ini dapat berguna seumur hidup.




POST TERKAIT

POST TEBARU