STEM, STEM, STEM.... Mantab Jiwa

Tanggal : 12 Apr 2019

Ditulis oleh : TEGUH SUPRIYANTO

Disukai oleh : 1 Orang

STEM, STEM, STEM Mantab  Jiwa

(Sebuah Tulisan Tak Bermutu dari Tukang Telat)

Selasa, 2 April 2019, program studi pendidikan kimia UIN Sunan Kalijaga mengadakan kuliah umum. Kuliah umum yang diselenggarakan pendidikan kimia kali ini mengangkat tema Aplikasi Penelitian Berbasis STEM (Science, Technology, Engineering, Mathematics) dalam Menghadapi Era Revolusi Industri 4.0. Mengapa malah mengangkat tema tersebut? Karena kalau mau mengangkat derajat caranya bukan kuliah umum tapi shalat tahajud berjamaah. Dengan pemateri yang berasal dri Universitas Negeri Yogyakarta, yakni Dr. Pujianto, S.Pd., M.Pd. dan Dr. Antuni Wiyarsari, S.Pd. Si., M.Sc. Bertempat di teatrikal Fakultas Sains dan Teknologi, kuliah umum ini melibatkan keluarga Pendidikan Kimia UIN Sunan Kalijaga, baik mahasiswa maupun dosen. Dengan jumlah peserta tak lebih banyak dari jumlah debu di gurun Sahara (Ya, iyalah) kuliah umum ini berlangsung menarik dengan beberapa penampilan yang disuguhkan oleh beberapa mahasiswa pendidikan kimia.

Jika ditinjau dari segi keberlangsungan acara dari awal sampai lampu-lampu tetrikal menutup mata acara berjalan lancar (tidak sedang promosi toko cat). Pertama, saya akan memaparkan tulisan ini dari sudut pandang kepanitiaan. Sebagai panitia tentu sebuah kehormatan bisa menjadi bagian dari kuliah umum yang diselenggarakan oleh Pendidikan Kimia ini. Dari awal hingga akhir acara tidak ada kendala yang berarti. Kenapa? Karena yang berarti bagiku bukanlah kendala tapi dia (ehek). Selain itu susunan panitia yang divergen tidak hanya dari satu angkatan memberikan suatu nilai positif, selain untuk mengakrabkan antar angkatan, susunan kepanitiaan macam ini dapat mendorong adanya ke-bhinekaan ide karena ramainya latar belakang panitia.

Selain itu dari materi yang diangkat adalah materi yang memang dibutuhkan oleh mahasiswa di jurusan pendidikan. Selama ini STEM belum banyak diajarkan kepada siswa  karena hanya fokus pada siswa kejuruan. Selain itu siswa tidak menerima pendidikan STEM yang cukup memadai. Pengangkatan topik STEM sebagai topik utama ini dapat membekali mahasiswa pendidikan supaya diadakannya pembelajaran yang lebih variatif. Diharapkan ke depan, mahasiswa pendidikan punya pandangan yang lebih luas bagaimana cara mereka akan mengajar, salah satunya bisa menerapkan konsep STEM ini. Sehingga kelak ketika mereka mengajar tidak monoton memakai model pembelajaran itu-itu saja. Toh kita ini bukan bianglala yang hanya berputar pada poros itu saja, kita perlu adanya hal baru jika itu tidak merugikan, why not?

Jika dibaca sampai sini, maka ada berada diujung tulisan. Ada banyak hal yang dapat diambil sebagai pelajaran. Namun buka berarti tidak ada kendala sama sekali. Untuk kepanitiaan selanjutnya supaya apa yang menjadi kekurangan di acara ini menjadi refleksi dan dan dapat diperbaiki. Sekian tulisan tak bermutu ini, semoga tidak menyesatkan pembacanya.




POST TERKAIT

POST TEBARU