STEM : Wajah Baru Pembelajaran di Era Revolusi Industri 4.0

Tanggal : 08 Apr 2019

Ditulis oleh : MAKHILATUL SA'ADAH

Disukai oleh : 4 Orang

Tantangan pembelajaran di era revolusi industri 4.0 kini sudah berupa perubahan cara pola pikir,cara belajar serta cara bertindak mahasiswa yang sudah dikelilingi oleh canggihnya dunia teknologi modern. Perubahan ini mendorong mahasiswa untuk mengembangkan kapasitas memori belajarnya yang harus dipacu untuk mengikuti pesatnya perkembangan zaman.

Untuk merespon tuntutan pendidikan tersebut, Prodi Pendidikan Kimia UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta mengadakan Kuliah Umum dengan tema “Aplikasi Penelitian Berbasis STEM (Science,Techonology, Engineering, Matchematics) dalam menghadapi Era Revolusi 4.0” . Dimana aspek yang menarik dari tema ini adalah mengintegrasikan empat komponen STEM yaitu Science, Technology, Engineering, Mathematics dalam pembelajaran . Kuliah Umum ini diadakan Selasa, 2 April 2019 di Ruang Teatrikal Fakultas Sains dan Teknologi UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

Dr. Pujianto, Dosen Pendidikan Fisika Fakultas MIPA Universitas Negeri Yogyakarta selaku pembicara pada sesi pertama menyampaikan tentang implementasi STEM dalam penelitian pendidikan. Tujuan adanya penerapan STEM ini adalah membentuk individu yang mampu memberikan solusi baru serta keputusan yang lebih baik dalam penyelesaian masalah. Keterangan lengkap tentang implementasi STEM dalam pembelajaran dapat  dipelajari melalui buku The Case for STEM Education yang ditulis oleh Roger W. Bybee.

Dalam sesi berikutnya dibahas mengenai Teknik Pembuatan Instrumen Penelitian Berbasis STEM yang disampaikan oleh pembicara kedua yaitu Dr. Antuni Wiyarsi, M.Sc yang merupakan Dosen Pendidikan Kimia Fakultas MIPA Universitas Negeri Yogyakarta. Beliau menuturkan perubahan paradigma Pendidikan Kimia 4.0 dari CTE (Chemistry through Education) menuju ETC (Education through Chemistry) menyebabkan tuntutan untuk menintegrasikan STEM dalam instrument penelitian. 

Era revolusi 4.0 ini memberikan pandangan sekaligus tantangan baru bagi tenaga pendidik maupun mahasiswa untuk lebih inovatif dalam memberikan pembelajaran dengan tak hanya berorientasi pada hasil saja namun lebih penting pada proses berrpikirnya. Dengan diintegrasikannya STEM ini, diharapkan menjadi salah satu langkah untuk menyiapkan siswa menjadi longlife leaners (pembelajar sepanjang masa). STEM yang merupakan salah satu wajah baru pembelajaran terintergrasi ini diharapkan mampu segera diaplikasikan di Indonesia untuk mendorong perbaikan SDM Indonesia menyongsong Indonesia Emas 2045.




POST TERKAIT

POST TEBARU