Cara Baca Buku Gratis Tanpa Bajakan
Selamat hari buku internasional. Yaa, hari ini tanggal 23 April seluruh masyarakat dunia merayakan hari buku internasional. Perayaan ini ditetapakan oleh UNESCO untuk mengampanyekan budaya membaca, serta mengapresiasi orang-orang yang berada dibalik penciptaan buku yaitu meliputi penulis, ilustrator, editor, maupun penerbit. Tanggal 23 april sendiri dipilih oleh UNESCO karena tanggal itu bertepatan dengan meninggalnya sastrawan terbaik dunia Shakespeare dan Inca Garcilaso.
Kalian tau ga sih kalau di Indonesia kita merayakan dua kali hari buku? hari buku internasional tanggal 23 April dan juga hari buku nasional tanggal 17 Mei. Namun, sangat disayangkan bahwa hari perayaan buku di Indonesia tidak pernah lebih meriah daripada hari-hari penting lainnya. Meskipun ada dua kali perayaan hari literasi seperti itu, minat baca masyarakat Indonesia masih saja sangat rendah, bahkan apresiasi terhadap penggerak literasi sangatlah minim. Mungkin kalau saya mau tebak, alasan utamanya karena harga buku yang yaaa bisa dibilang lumayan mahal. Harga buku rataa-rata 80-150 ribu, yang kalau dikonversikan untuk uang makan bisa dipakai untuk 1 minggu. Apalagi di tengah pandemi covid-19 seperti ini, yang kita semua sama-sama tau bahwa daya beli masyarakat menurun. Buku mungkin merupakan hal yang menjadi prioritas terakhir untuk dibeli dalam tingkatan prioritas. jadi, gimana dong? Ingin merayakan hari buku tapi kondisi tidak memungkinkan untuk membeli buku? Okeee tenang-tenang, disaat seperti inilah saya tersadar bahwa tujuan saya diciptakan di bumi ini ialah untuk memberi tahu kalian cara agar bisa baca buku gratisssss tapi bukan BAJAKAN.
Cara pertama untuk bisa menikmati bacaan tanpa harus bayar aka gratis itu dengan download ipusnas. Hah ipusnas? Perpustakaan online gitu? Yaakkkk betul. Jadi, ipusnas itu adalah aplikasi perpustakaan digital (e-pustaka) yang dimiliki oleh Badan Perpustakaan Nasional yang bekerjasama dengan Aksaramaya sebagai pengembang aplikasinya. Bukan hanya sebagai e-pustaka, ipusnas juga punya fitur media sosial yang membuat para pengguna berteman satu sama lain, merekomendasikan buku satu sama lain, bahkan pembaca dapat dengan mudah menulis apresiasi kepada penulis. Koleksinya lengkap ga? saya sebagai pengguna ipusnas awalnya ragu dengan kelengkapan koleksinya, tapi siapa sangka aplikasi ini punya lebih dari 100 ribu buku yang membuat saya menyesal baru menggunakannya akhir tahun 2019 kemarin. Koleksi bukunya sangat beragam dari mulai genre sastra klasik sampai buku pelajaran untuk anak-anak sekolah. Bahkan, buku-buku novel yang sangat hype seperti novel karya Rick Riordan tersedia lengkap dari semua seriesnya. Keren kan? Tapi sangat-sangat disayangkan aplikasi sekeren ini tidak diketahui banyak orang bahkan di kalangan mahasiswa yang seharusnya sangat dekat dengan e-pustaka. Bahkan pada akhir tahun 2019 kemarin, penggunanya hanya kisaran 10.000. Sangat miris, aplikasi yang disediakan pemerintah untuk meningkatkan minat baca masyarakat Indonesia tidak digunakan dengan sebaik mungkin. Aplikasi ipusnas sangat mudah untuk didownload dan pendaftarannya sangat mudah untuk dilakukan. Begitu pula untuk menemukan dan membaca bukunya, sangat user friendly. Layaknya perpustakaan konvensional, untuk membaca buku milik ipusnas kita harus meminjamnya bukan membeli atau mengunduhnya yang kemudian dapat disimpan di gawai kita dan dibaca kaapan saja.
Cara kedua untuk mendapat bacaan gratis ialah dari web Scribd. Loh Scribd kan ga gratis? Scribd memang merupakan website dokumen/ebook berbayar, namun akibat dari pandemi covid-19 yang mengaharuskan seluruh warga dunia #stayathome scribd menggratiskan website mereka untuk penggunaan selama 1 bulan pertama sebagai bentuk dukungan untuk melawan covid-19. Meskipun hanya 1 bulan, banyak ebook maupun audiobook yang sangat sayang untuk dilewatkan. Jika di Ipusnas seluruh bukunya berbahasa Indonesia, ebook yang disediakan oleh scribd kebanyakan berbahasa inggris. Buku-buku berbahasa inggris di Indonesia harganya dua sampai tiga kali lipat dari buku-buku berbahasa indonesia sehingga satu bulan penggunaan gratis di website ini sangatlah harus dimanfaatkan. Cara membaca dengan menggunakan website ini tidaklah dengan sistem memimnjam, kita dapat membaca buku kapanpun kita mau di website ini, namun seperti hal ipusnas buku-buku dalam website ini tidak dapat diunduh.
Jadi fellas, tidak ada alasan untuk tidak merayakan hari buku ya. Mari kita mulai buku jendela pengetahuan kita, semakin banyak jendela yang dibuka semakin lebar cara pandang kita.
Komentar (0)
Belum ada komentar.