Penelitian Pendidikan Kimia Berbasis STEM: Libatkan Pembelajaran Keterampilan Proses Sains Lebih Banyak

Tanggal : 16 Apr 2019

Ditulis oleh : KURNIA YULITA SARI

Disukai oleh : 1 Orang

Penelitian agaknya masih dianggap sebagai kemewahan tertinggi sebelum para mahasiswa menemui peruntungan masa depan. Artinya, mahasiswa pada umumnya hanya melakukan penelitian satu kali saja pada saat ingin mencopot namanya dari sebuah institusi pendidikan tinggi. Perguruan tinggi menjadi mesin pencetak salah satu sumber kecerdasan Negara, sementara energi perguruan tinggi terletak pada brain storming, kerja cerdas, serta  prestasi para mahasiswa. Kilas balik, kita tengok lembar salah satu karya anak bangsa yang pernah mengudara lewat novel bestseller-nya, bahwa terdapat pembahasan mengenai ‘ilmu titen’ yang konon orang jaman dahulu pun aktif melakukan berbagai penelitian sederhana dimulai dari mengamati suatu kejadian yang secara berulang-ulang hingga mereka menemukan kesimpulan yang saat ini mungkin bisa jadi berharga untuk kita, walaupun banyak pula yang sudah mulai kita anggap sebagai jurnal arkais. Maka, kehadiran mahasiswa di perguruan tinggi diharapkan turut membawa serta kehadiran semangat dan kesadarannya untuk menempa diri menjadi mahasiswa unggul yang berani menjawab tantangan dunia dan mengantarkan Negara Indonesia menyusul Era Revolusi Industri 4.0.

Dilansir dari media informasi program studi Pendidikan Kimia UIN Sunan Kalijaga, bahwa telah diadakan kuliah umum bertemakan “Aplikasi Penelitian Berbasis STEM (Science, Technology, Engineering, Mathematics) dalam Menghadapi Era Revolusi Industri 4.0” pada hari Selasa tanggal 2 April 2019 di Teatrikal Fakultas Sains dan Teknologi yang dihadiri oleh seluruh warga Pendidikan Kimia UIN Sunan Kalijaga. Sebagaimana kegiatan tersebut dilakukan sebagai wujud fasilitas dan dukungan kepada mahasiswa pendidikan kimia serta seluruh keluarga pendidikan kimia untuk melancarkan ide-ide penelitian yang masih sering terhambat oleh karena tidak adanya dukungan serta dorongan. Kuliah umum tersebut diharapkan mampu mendorong ide-ide yang masih tersangkut menjadi sebuah spirit yang luar biasa untuk kemajuan pendidikan di Negara pada umumnya dan pendidikan kimia khususnya. Selaras dengan perkataan yang disampaikan oleh Bapak Agus Kamaludin, M.Pd selaku Sekretaris Prodi Pendidikan Kimia kepada mahasiswa melalui whatsapp group Chemistry Education’17 yang mengutarakan bahwa dengan mengikuti kuliah umum ini, diharapkan mahasiswa bisa terinspirasi dan mendapatkan ilham berupa judul skripsi.

STEM adalah suatu topik perkembangan pendidikan yang muncul mengiringi mode Revolusi Industri 4.0. Untuk mengupas tuntas STEM, dihadirkanlah dua expert yang merupakan Dosen dari FMIPA Universitas Negeri Yogyakarta. Materi pertama disampaikan oleh Dr. Pujianto, S.Pd., M.Pd., Dosen prodi Pendidikan Fisika UNY yang memperkenalkan STEM agar terdengar lebih ramah di telinga kami para mahasiswa pendidikan kimia, serta implementasi STEM dalam penelitian pendidikan. Pemberi materi kedua adalah ibu Dr. Antuni Wiyarsi, S.Pd.Si., M.Sc., Dosen prodi Pendidikan Kimia UNY. Sebagai salah satu dosen Pendidikan Kimia yang cukup hebat dan banyak memberikan inspirasi lewat berbagai kedalaman pengetahuannya serta loyalitasnya menjadi seorang pangabdi ilmu. Sebagai pemateri yang berkaitan sangat dekat bidangnya dengan kami para mahasiswa pendidikan kimia, Ibu Antuni dapat dijadikan sosok yang begitu ideal di mata mahasiswa, bagaimana beliau menempatkan Pendidikan serta Kimia dan penelitian dengan seiring dan proporsional. Materi yang ditekankan adalah mengenai instrumen yang diperlukan dalam penelitian berbasis STEM. Beliau juga menyampaikan masalah-masalah dalam kehidupan sehari-hari yang menyinggung jiwa kekimiaan mahasiswa. Narasumber yang pernah mengisi Seminar “21st Century Chemistry Teachers” di Muhammadiyah Boarding School pada 18 Januari 2018 dalam kontinum peringatan 10 dasawarsa MBS lalu, juga sangat menggencarkan keselarasan antara pengajar kimia dengan perkembangan teknologi yang semakin berkembang cepat serta persaingan global, untuk itu Teacher zaman now harus memiliki kemampuan literasi dan pembelajar sepanjang hayat. Selain itu, dalam bidang penelitian beliau juga aktif memberikan dukungan serta motivasi kepada para mahasiswanya dengan menjadi pembimbing kelompok studi ilmiah di FMIPA UNY. 

Salah satu mata kuliah di prodi pendidikan kimia UIN Sunan Kalijaga yang membekali tentang strategi pembelajaran adalah belajar dan pembelajaran kimia, diampu oleh dua dosen keren, yaitu Ibu Liana Aisyah, MA, dan Bapak Muhammad Zamhari, M.Sc., yang juga selaku moderator dalam kuliah umum tersebut, sangat menekankan praktik strategi pembelajaran yang berlandaskan filosofi constructivism, dimana pembentukan pengetahuan sains pada peserta didiklah yang dijadikan prinsip dalam mengajarkan sains. Kami para mahasiswa dibiasakan mengembangkan kreativitas merancang pembelajaran yang menjunjung tinggi keterampilan proses sains, agar peserta didik memiliki sense of science, dimana perkembangan keterampilan berpikir peserta didik itu dihasilkan dari proses sains secara menarik dan alamiah. Maka sebenarnya tugas yang sangat besar bagi calon pendidik seperti kita adalah bagaimana dapat merancang pembelajaran yang dapat mengarahkan siswa dalam membangun kontinum sains di pikirannya secara sistematis, terutama di dalam kimia, kemudian dapat mengaitkan dengan teknologi, teknik, serta matematika, agar setiap hal yang telah mereka pelajari dapat menjadi suatu produktivitas yang bermanfaat untuk kemajuan bangsa. Jawabannya adalah seperti apa yang pernah diutarakan oleh Bapak Zamhari, M.Sc. saat berlangsungnya kuliah belajar dan pembelajaran kimia, yakni calon pendidik harus membiasakan dan menerapkan pembelajaran inquiri pada diri sendiri terlebih dahulu, sebelum menerapkan inquiri kepada peserta didik. Menyelisik isu penelitian pengajaran yang lebih baik, STEM mengajarkan mahasiswa untuk menerapkan pembelajaran berbasis STEM pada diri mahasiswa sendiri, kemudian nantinya dapat merancang pembelajaran kepada siswa supaya cara berpikir mereka tertuju pada STEM. Walaupun masih dianggap sulit, STEM dapat menjadi salah satu tonggak kemajuan pendidikan di Indonesia, jika guru masa sekarang hingga masa depan berani membiasakan diri berpikir setingkat lebih dalam dan berkomitmen terhadapnya.




POST TERKAIT

POST TEBARU