Internet of things (IoT) dalam Pendidikan
Oleh: Haryo Hendrawan Wijonarko
Mahasiswa Pendidikan Kimia
Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan
Pada masa pandemi ini pembelajaran dilaksanakan secara dalam jaringan (daring) atau online yang bertujuan untuk mencegah dan menghindari penyebaran virus Covid-19. Pembelajaran secara daring atau online ini dapat juga dikatakan sebagai pendidikan jarak jauh yang menjadi metode yang cukup efektif digunakan di masa pandemi saat ini.
Sistem belajar mengajar daring ini dilakukan tanpa tatap muka secara langsung antara guru dan peserta didik, akan tetapi dilakukan secara online menggunakan jaringan internet. Untuk itu, perkembangan pendidikan pada masa pandemi Covid-19 ini menjadi sangat penting demi meningkatkan taraf pendidikan terutama di Indonesia. Tidak lupa peran teknologi dalam membantu perkembangan pendidikan saat ini pastinya menjadi sangat penting dalam menunjang proses pembelajaran online.
Kita tahu bahwa kehidupan sehari-hari tak terlepas dari penggunaan internet. Bahkan berbagai perangkat yang kita pakai kini bisa terhubung ke internet. Hal ini mengacu pada istilah Internet of Things (IoT), yakni miliaran perangkat fisik di seluruh dunia yang sekarang terhubung ke internet, di mana semuanya mengumpulkan dan berbagi data.
IoT merupakan suatu konsep yang bermaksud untuk mengembangkan pemanfaatan dari konektivitas internet. IoT dapat digunakan untuk meringankan beban, mempersingkat waktu, serta mempermudah melakukan suatu aktivitas manusia. Untuk mendukung suatu sistem IoT maka diperlukan sarana yang dilengkapi dengan sensor-sensor sesuai kegunaannya sehingga dapat dimonitor dan dikendalikan menggunakan internet.
Penggunaan dan perkembangan teknologi dari masa ke masa telah membawa pengaruh yang besar dalam dunia pendidikan. Penggunaan internet pada sistem sekolah atau disebut juga dengan e-learning merupakan hasil dari revolusi digital teknologi. Proses kegiatan belajar mengajar yang menggunakan sistem IoT akan memberikan pengalaman pendidikan yang lebih efisien dan mendalam. Pada umumnya IoT lebih digunakan secara efektif oleh lingkungan sekolah menengah dan universitas yang mana para peserta didik dapat beralih dari buku teks kertas menuju ke e-book.
Pada bidang pendidikan, penerapan IoT bertujuan untuk meningkatkan efisiensi serta kualitas Pendidikan di suatu institusi. Dalam hal ini ada beberapa penerapan IoT pada bidang pendidikan antara lain:
Pertama, sistem absensi siswa, yaitu suatu sistem yang berguna untuk menyimpan kehadiran peserta didik dalam pembelajaran. Proses pendataan absensi selama ini masih dilakukan secara manual, proses tersebut rawan terhadap hilangnya data maupun kesalahan dalam penginputan. Dengan era IoT proses absensi siswa akan jauh lebih mudah, siswa hanya perlu melakukan pengisian absen elektronik melalui perangkat digital peserta didik seperti smartphone atau laptop mereka pada saat proses pembelajaran berlangsung. Dimana data tersebut nantinya di server kemudian akan disajikan dalam bentuk aplikasi Web atau aplikasi mobile. Sehingga data tersebut dapat diakses oleh peserta didik dan pihak institusi secara realtime.
Kedua, peminjaman buku pembelajaran. Pada umumnya proses peminjaman buku ditujukan untuk mempermudah serta memperlancar transaksi dan pencatatan stok buku. Dengan menggunakan IoT, maka peserta didik dapat melakukan proses peminjaman buku dari tempat tinggal masing-masing lalu dapat diambil pada saat berada di lingkungan sekolah. Sehingga dapat dilakukan analisa terhadap minat membaca dari peserta didik melalui statistik peminjaman buku tersebut menggunakan sistem IoT.
Ketiga, E-Learning sebagai sistem pembelajaran. Sistem elearning yaitu sebuah sistem dalam proses belajar mengajar yang memanfaatkan teknologi informasi serta konektivitas internet. E-learning ini dirancang bertujuan untuk memudahkan mengakses serta memahami suatu materi atau topik materi yang diajarkan. Kelebihan dari sistem e-learning ini yaitu jadwal pembelajaran yang fleksibel, ritme belajar yang sesuai dengan peserta didik, pemahaman materi oleh peserta didik lebih baik, lebih menghemat waktu serta tenaga, dan dapat belajar dari para pengajar terbaik pada bidangnya.
Dan yang keempat, papan tulis interaktif yaitu papan tulis digital yang bekerja melalui sistem komputer serta dapat menyimpan yang pernah ditulis di dalamnya. Papan tulis interaktif ini kebanyakan digunakan sebagai media presentasi pembelajaran atau materi. Dalam papan interaktif ini terdapat fitur yang memiliki kemampuan perekaman presenter dan juga materi yang disampaikan selama proses presentasi tersebut berlangsung. Karenanya, para peserta didik dapat memperdalam materi dengan menonton ulang hasil rekaman presentasi materi.
Dari semua pernyataan diatas, pada masa pandemi Covid 19 ini Internet of Things (IoT) dapat berguna sebagai penunjang dalam transformasi digital pada bidang Pendidikan dimana inovasi-inovasi IoT telah banyak dikembangkan seperti penggunaan sistem absensi kehadiran, peminjaman buku pembelajaran, sistem elearning, dan papan tulis interaktif. Dari semua perkembangan tersebut dapat digunakan sebagai media pembelajaran yang lebih efektif tanpa terikat dengan waktu dan lebih hemat tenaga, apalagi sangat cocok digunakan pada masa pandemi covid 19 yang terjadi di Indonesia saat ini.
Telah kita pahami bahwa, pendidikan merupakan suatu hal yang sangat penting bagi masyarakat Indonesia dan setiap masyarakat di Indonesia berhak mendapatkan pendidikan. Oleh karena itu, meskipun saat ini masih dalam kondisi pandemi akan tetapi pembelajaran dan Pendidikan harus tetap dilaksanakan. Untuk tetap melaksanakan pembelajaran tersebut maka dilakukan secara dalam jaringan (daring) atau online yang menerapkan sistem Internet of Things (IoT) sebagai sarana pembelajaran. Hal ini dilakukan karena teknologi Pendidikan sangat berpengaruh terhadap keberlangsungan pembelajaran serta mencerminkan kualitas Pendidikan di suatu negara.
https://harianmomentum.com/read/37916/harian-momentum-edisi-1-desember
Komentar (0)
Belum ada komentar.