Bahaya Terlalu Banyak Minum Kopi
Bahaya Terlalu Banyak Minum Kopi
Oleh: Pretty Putri Pamungkas N
Mahasiswa Pendidikan Kimia
Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan
UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta
Di zaman ini siapa sih yang tidak suka dengan kopi? Salah satu minuman yang menjadi favorit banyak orang dari kalangan remaja sampai yang lanjut usia pun mengaguminya, karena rasanya yang khas. Kekhasan kopi menjadikan banyak orang yang senang menikmatinya. Terlebih saat ini juga banyak ditemukan minuman kopi yang direaksikan dengan bahan-bahan lainnya seperti coklat, susu, cream, dan sebagainya yang menjadikan kopi semakin lezat dan nikmat.
Kebiasaan minum kopi rasanya sudah menjadi salah satu gaya hidup yang tidak dapat dipisahkan. Minum kopi dalam batasan wajar terlebih akan mendatangkan banyak manfaat bagi yang mengkonsumsinya. Namun, ketika mengkonsumsi kopi secara berlebihan atau terlalu sering meminumnya akan mengakibatkan dampak mengerikan bagi kesehatan tubuh. Terutama bagi orang-orang yang memiliki riwayat penyakit tertentu, seperti diabetes, asam urat, gangguan pencernaan, dan lain sebagainya.
Kopi merupakan salah satu minuman yang digemari dan paling banyak dikonsumsi di seluruh dunia. Umumnya kopi tidak dianggap sebagai bagian dari gaya hidup sehat, karena kandungan kopi mengandung kafein dan stimulan. Tetapi, kopi juga merupakan sumber yang kaya antioksidan dan senyawa bioaktif lainnya (Farah, et al, 2012).
Memang kopi mengandung beberapa nutrisi penting dan tinggi akan antioksidan yang bermanfaat bagi kesehatan tubuh. Dalam kopi terkandung banyak nutrisi seperti vitamin B1, B2, B3, B5, folat, kalium, mangan, forfor, dan magnesium. Namun, sebagian besar kopi mengandung kafein yang berdampak buruk bagi kesehatan tubuh.
Kafein merupakan jenis obat stimulan yang membuat tubuh terhindar dari rasa kantuk. Kopi tergolong ke dalam minuman yang banyak akan kandungan kafein. Terlalu sering mengkonsumsi kopi akan memicu dampak buruk. Diantaranya, menyebabkan sulit tidur sedangkan rata-rata orang dewasa membutuhkan waktu tidur sekitar 7-8 jam setiap malamnya. Jika jam tidurnya itu berkurang bisa membuat tubuh lebih rentan terkena penyakit.
Dampak buruk lainnya, yaitu menyebabkan masalah pencernaan. Kafein dapat meningkatkan jumlah asam di lambung sehingga mengakibatkan sakit perut atau ulu hati terutama pada orang yang menderita penyakit asam lambung. Bila asam lambung tidak ditangani sampai tuntas akan mengakibatkan peradangan kronis pada saluran kerongkongan. Peradangan kronis itu dapat berkembang dan menyebabkan komplikasi, seperti penyempitan kerongkongan, luka terbuka di kerongkongan, dan peningkatan resiko kanker kerongkongan.
Terlalu sering mengonsumsi kafein juga mengakibatkan mengganggu kesuburan dan membahayakan kehamilan. Kafein dalam jumlah yang banyak dapat mengganggu produksi hormon estrogen yang sangat penting untuk bisa hamil. Sementara saat hamil mengonsumsi terlalu banyak akan meningkatkan resiko keguguran dan menghambat pertumbuhan janin.
Mengonsumsi kafein pada kopi terlalu sering juga bisa mengakibatkan tekanan darah tinggi, jantung berdetak lebih kencang, kerusakan otot, menyebabkan osteoporosis, gangguan gejala menopause, masalah saluran kandung kemih, dan kecanduan kafein. Kecanduan kafein bisa mengakibatkan seseorang mengalami overdosis atau keracunan kafein. Gejalanya dapat berupa halusinasi, perasaan bingung, muntah-muntah maupun diare. Jika tidak segera ditangani, bisa mengakibatkan hal yang fatal (kematian).
Dengan demikian, mengkonsumsi kopi yang mengandung banyak akan kafein, yang aman untuk remaja maupun orang dewasa itu tidaklah lebih dari 400 mg perhari. Hal tersebut sebanding dengan 2-3 cangkir kopi per harinya.
Jagalah tubuh kita, dengan mengurangi asupan kafein setiap harinya. Dianjurkan untuk mengonsumsi secangkir kopi saja dalam sehari untuk menjaga kestabilan kadar kafein yang dikonsumsi pada tubuh.
https://m.harianmomentum.com/read/44357/harian-momentum-edisi-2-november-2022
Komentar (0)
Belum ada komentar.