Data Kelulusan Siswa di Sekolah Berdasarkan Jenjang Menjadi Komponen Utama? Mengapa?
Setiap lembaga sekolah tentu memiliki kebijakan dan kewenangannya masing-masing,
baik sekolah yang berstatus negeri atau swasta. Akan tetapi, menurut Peraturan Pemerintah
Nomor 47 Tahun 2008 menyatakan bahwa “(1) Pengelolaan program wajib belajar secara
nasional menjadi tanggung jawab Menteri. (2) Koordinasi pengelolaan program wajib belajar
pendidikan dasar tingkat provinsi menjadi tanggung jawab Gubernur. (3) Pengelolaan
program wajib belajar pendidikan dasar tingkat kabupaten/kota menjadi tanggung jawab
Bupati/Walikota”. Hal tersebut, menunjukan bahwa setiap lembaga pendidikan memiliki
naungannya tersendiri. Termasuk pendataan yang dilakukan oleh sekolah untuk memperoleh
data secara langsung yang akurat, valid, lengkap, dapat di pertanggung jawabkan dan
termutakhir terlihat oleh Dinas Pendidikan setempat.
Tidak hanya pendataan siswa yang menjadi komponen utama dalam lembaga
pendidikan. Tetapi, pendataan siswa yang masuk dan keluar dari lembaga itu pun mesti
menjadi perhatian pada sekolah setempat. Karena hal tersebut, merupakan salah satu
komponen utama dalam lembaga pendidikan yang nanti akan menentukan keunggulan dari
sekolah setempat. Terutama pendataan terhadap siswa tingkat akhir berdasarkan jenjang yang
mereka raungi.
Perlu diketahui bahwa, pendataan siswa tingkat akhir dan kelulusan siswa tingkat akhir
biasa berakhir sama. Akan tetapi, pada pendataan siswa tingkat akhir dengan siswa yang
melanjutkan ke jenjang selanjutnya tidak biasa sama. Karena, siswa yang melanjutkan ke
jenjang selanjutnya tidak semua siswa melanjutkan ke jenjang pendidikan formal. Tetapi, ada
beberapa siswa yang melanjutkan ke jenjang pendidikan non formal. Hal tersebut, menjadi
acuan oleh Dinas Pendidikan yang diterima dari pendataan setiap sekolah.
Tentu saja, pada pendataan siswa tingkat akhir yang keluar dari sekolah tidak hanya
mencantumkan nama dan jenjang pada lembaga mana yang akan mereka raungi selanjutnya.
Saat ini, Pendataan terhadap jenis kelamin setiap siswa pun diperlukan sebagai kelengkapan
dan pengkonkritan setiap data. Yang akhirnya, akan di kelola oleh Dinas Pendidikan setempat
sebagai bukti pengarsipan terhadap sekolah yang memberikannya. Perihal tersebut, data yang
menjadi komponen utama dalam setiap lembaga pendidikan memiliki kontribusi dengan
Dinas Pendidikan setempat.
Berbicara mengenai pendataan, kebetulan saya merupakan mahasiswa semester 2 yang
sedang melakukan Magang di Dinas Pendidikan Kab. Purwakarta. Dengan penempatan pada
bidang yang saya kelola yaitu, Bidang Program dan Perencanaan yang mengelola seluruh
perencanaan dan melaksanakan setiap program yang dimiliki oleh Dinas Pendidikan.
Pendataan kelulusan siswa berdasarkan jenjang merupakan salah satu program yang dimiliki
oleh Dinas Pendidikan untuk pengarsipan yang diberikan oleh sekolah. Begitu pun dengan
pembuatan dashboard yang menjadi titik utama pada pengarsipan ataupun pengelolaan di
bagian pemrograman.
Pembuatan dashboard, merupakan tugas yang sedang saya garap saat ini, merupakan
hasil dari suatu pendataan yang didapatkan dari setiap sekolah dan lembaga yang
menyalurkannya kepada Dinas Pendidikan. Pembuatan dashboard yang tertera merupakan
grafik atau indeks persentase dari data kelulusan siswa di sekolah berdasarkan jenjang. Hal
tersebut, dilakukan supaya memudahkan pendataan yang asalnya sulit terbaca karena terlalu
banyak data, menjadi mudah terbaca dan lebih konkrit.
https://matabanua.co.id/2024/08/22/data-kelulusan-siswa-di-sekolah-berdasarkan-jenjang-menjadi-komponen-utama-mengapa/
Komentar (0)
Belum ada komentar.