Clean Water, Bright Future: Mahasiswa Pendidikan Kimia Teliti Kualitas Air Kota Yogyakarta
Yogyakarta - Tiga mahasiswa Pendidikan Kimia UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta menyelesaikan Program magang di UPT Laboratorium Pengujian Kualitas Lingkungan DLH Kota Yogyakarta selama satu bulan dimulai dari 01 sampai 31 Juli 2025. Program ini berfokus pada penelitian kualitas air sekaligus menjadi wadah penerapan ilmu perkuliahan ke praktik lapangan. Mahasiswa dilibatkan langsung dalam pengujian udara dan air dengan berbagai parameter fisika, kimia, dan biologi, seperti kekeruhan, DO, TDS, TSS, fecal coliform, total coliform, surfaktan, nitrat, dan nitrit.
Selain pengujian, mahasiswa juga berpartisipasi dalam pengambilan sampel di titik pantau Sungai Winongo, Code, Gajahwong, serta beberapa sumur di berbagai kecamatan Kota Yogyakarta. Selama proses magang, kami mendapatkan pengalaman langsung dalam penggunaan pH meter,Turbidimeter dan TDS meter dan belajar melakukan kalibrasi alat. Kegiatan ini memberi kesempatan untuk mengeksplorasi lebih jauh kondisi lingkungan. Laboratorium DLH menjadi ruang di mana teori berubah menjadi praktik nyata. Pada tahap ini, setiap mahasiswa mendapat peran khusus sesuai parameter yang diteliti, sehingga menghasilkan pengalaman dan pembelajaran yang beragam dari tiap sampel air.
Pembagian parameter diawali dengan Yashfa Azzahra Muttaqina Mafaza yang berfokus pada uji parameter Methylene Blue Active Substances (MBAS), sebuah indikator standar untuk mendeteksi keberadaan surfaktan anionik yang dominan dalam deterjen rumah tangga. Sampel air dari titik-titik yang telah ditentukan dianalisis di laboratorium menggunakan metode Spektrofotometri UV-Vis. Surfaktan dalam sampel akan berikatan dengan metilen biru untuk membentuk senyawa kompleks berwarna biru, yang dapat diukur secara kuantitatif berdasarkan serapan cahayanya. Data konsentrasi MBAS yang diperoleh dicocokkan dengan Baku Mutu Air Limbah yang diatur dalam Peraturan Pemerintah No. 22 Tahun 20021. Nilai yang melebihi ambang batas menunjukkan telah terjadi pencemaran yang signifikan baik yang berasal dari limbah domestik maupun limbah industri. Melalui proses inilah, buih deterjen yang sering terabaikan di pinggir sungai berhasil ditransformasikan menjadi data kuantitatif yang akurat dan dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah.
Hania Azrin Givari melakukan analisis terhadap parameter Mikrobiologi uji Total Coliform dan Fecal Coliform pada air sungai. Pengujian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan bakteri indikator pencemar, yaitu Total Coliform dan Fecal Coliform dalam sampel air sungai Code, Sungai winongo dan Sungai Gajahwong yang melewati batas administrasi Kota Yogyakarta. Pengujian ini menggunakan metode MPN (Most Probable Number), yang merupakan metode statistik untuk memperkirakan jumlah bakteri per 100 mL air berdasarkan hasil uji fermentasi laktosa dalam tiga tingkat pengenceran. Hasil pengujian menunjukkan bahwa beberapa titik sampling memiliki jumlah Coliform dan E. coli yang melebihi baku mutu air sungai sebagaimana diatur dalam Peraturan Pemerintah No. 22 Tahun 2021 tentang Baku Mutu Air.
Azka Mawardatun Aulia melakukan analisis terhadap kadar Nitrat dan Nitrit pada air sumur. Nitrat dan nitrit merupakan senyawa yang umum ditemukan dalam air. Terutama akibat aktivitas antropogenik. Dalam kadar tertentu keberadaan nitrat dan nitrit dapat membahayakan kesehatan manusia. Uji kualitas air terhadap parameter nitrat dan nitrit menjadi penting untuk dilakukan secara berkala, guna memantau pencemaran dan mencegah risiko kesehatan seperti methemoglobinemia pada bayi serta potensi karsinogenik jangka panjang. Kadar nitrat pada beberapa titik air sumur pada bulan juli berada diatas baku mutu. Salah satu penyebabnya adalah limbah organik, yaitu jarak sumur yang berdekatan dengan septic-tank.
Pembagian ini memungkinkan setiap mahasiswa untuk memahami secara mendalam parameter yang mereka tangani, serta meningkatkan keterampilan teknis dalam pengoperasian alat laboratorium yang relevan. Seluruh proses pengujian dan analisis tersebut dilakukan di bawah bimbingan dan supervisi langsung analis laboratorium DLH Kota Yogyakarta, guna memastikan akurasi data dan penerapan prosedur operasional standar (POS) yang benar.
Program magang yang ditutup dengan presentasi hasil kerja ini tidak hanya memenuhi kurikulum akademik, tetapi telah membentuk calon pendidik yang tidak hanya paham teori, tetapi juga menyadari tanggung jawab besar di pundak mereka untuk mengedukasi generasi mendatang tentang sustainability. Pengalaman magang ini telah menjadi katalis yang mempercepat transformasi dari mahasiswa kimia menjadi calon guardian of the environment.
Komentar (0)
Belum ada komentar.