Komunitas Sosial Pemuda Sebagai Pendekatan Dalam Mewujudkan SDGS Pilar 12 & 13
Tanggal : 06 Sep 2024
Ditulis oleh : SEPTY NUR FADHILAH
Disukai oleh : 0 Orang
Sustainable Development Goals (SDGs) adalah sistem yang dirancang untuk pembangunan berkelanjutan secara global. SDGs memiliki tujuh belas tujuan dan dikelompokan menjadi 169 target yang spesifik dan direncanakan akan dicapai pada tahun 2030. Kesepakatan pembangunan global ini memiliki tujuan utama yaitu menuntaskan kemiskinan, mengurangi tingkat kesenjangan, meningkatkan pertumbuhan ekonomi, serta melindungi lingkungan. Beberapa aspek yang menjadi pilar pada SDGs 2030 yaitu pilar ke 12 dan 13, pada pilar ke-12 yang menjadi tujuan utamanya yaitu memastikan pola konsumsi dan produksi yang berkelanjutan. Sedangkan pada pilar 13 memiliki tujuan yaitu pengambilan tindakan segera untuk mengatasi perubahan iklim dan dampaknya.
Tujuan ke-12 SDGs, yaitu “Memastikan Pola Konsumsi dan Produksi yang Berkelanjutan”. Tujuan ini berkaitan dengan pola konsumsi serta produksi yang bersifat berkelanjutan dan lebih efisien yang perlu diterapkan oleh setiap individu, kelompok, perusahaan, dan juga pemerintah. Kegiatan produksi serta konsumsi saat ini telah memberikan dampak negatif akibat perilaku berlebihan yang dilakukan manusia, akibatnya keberlangsungan kehidupan dan juga ekosistem menjadi terganggu. Hal ini terlihat dari adanya peningkatan jumlah limbah yang signifikan beriringan dengan peningkatan konsumsi serta produksi yang dilakukan. Selain itu perubahan iklim menjadi salah satu ancaman besar lainnya selain dari masalah kegiatan produksi-konsumsi yang terjadi. Apabila tidak segera diatasi perubahan iklim dapat menjadi ancaman bagi kemakmuran dan juga pembangunan global, sehingga diperlukan komitmen yang serius untuk menyelesaikan permasalahan tersebut.
Berdasarkan data yang diperoleh dari laporan Envionmental Performance Index tahun 2022, Indonesia berada pada urutan ke 164 dari 180 negara yang terlibat dalam riset tersebut. Hal ini menunjukkan dari tiga pilar yaitu kesehatan lingkungan, iklim, dan juga daya hidup ekosistem yang dinilai dalam EPI, Indonesia masih tergolong rendah dalam tingkat keberlanjutan lingkungannya.
Masalah-masalah yang berkaitan dengan SDGs ke 12 dan 13 seperti permasalahan iklim serta sistem produksi-konsumsi di Indonesia, menjadikannya sebuah tantangan yang harus bisa dijawab dan juga diselesaikan bukan hanya oleh masyarakat melainann juga generasi muda. Peran generasi muda sangatlah dibutuhkan, mengingat generasi muda adalah generasi yang akan menjadi pionir bagi masyarakat lainnya. Menurut WHO generasi muda atau anak muda yaitu kelompok yang berada di rentang usia 15-24 tahun. Anak muda termasuk ke dalam generasi yang dapat efektif terkait permasalahan atau subjek pemberdayaan gaya hidup berkelanjutan terhadap lingkungannya, karena memiliki kualifikasi yang efektif dalam prosesnya. Pemikiran kritis yang dimiliki para pemuda serta keterampilannya dalam menguasai IPTEK menjadi salah satu kekuatan yang sapat digunakan untuk melakukan promosi gaya hidup berkelanjutan.
Strategi demi strategi untuk mendukung keberlanjutan dalam masalah iklim dan produksi-konsumsi pada dasarnya sudah banyak dipersiapkan. Seperti, Permasalahan emisi karbon dapat dilakukan denga pembangunan rendah karbon seperti, usaha penurunan emisi serta intensitas penggunaan pada bidang-bidang yang terlibat secara besar atau prioritas. Saat ini perubahan iklim yang dihadapi Indonesia bahkan negara-negara lainnya bukan lagi sebuah isu, melainkan suatu kenyataan yang telah benar-benar terjadi dan memerlukan tindakan segera untuk mengatasi dampak selanjutnya.
Adanya peningkatan kegiatan perekonomian diketahui berbanding lurus dengan kondisi lingkungan sekitar. Hal ini dapat terlihat dari proses-proses pembangunan serta kegiatan industri yang menyebabkan meningkatnya polusi dan juga terganggunya sumber daya alam yang lainnya. Mempelajari bagaimana cara memanfaatkan lingkungan dengan efisien menjadi salah satu cara yang dapat dilakukan untuk menjaga lingkungan berkelanjutan. Batas-batas terhadap kegiatan konsumsi perlu diperhatikan agar dapat mendukung pola produksi dan konsumsi yang berkelanjutan. Pola keberlanjutan dari kegiatan produksi dan konsumsi dapat lebih terkendali apabila kegiatan konsumsi juga mampu di kendalikan dengan memanfaatkan sumber daya seefisien mungkin.
Berbagai strategi yang merespons tujuan SDGs akan lebih mudah diwujudkan apabila setiap individu maupun kelompok dapat memahami dengan baik terkait pola hidup berkelanjutan. Seseorang yang memiliki sikap kepedulian terhadap keberlanjutan lingkungan akan memperhatikan dengan detail setiap perilakunya yang dapat mempengaruhi lingkungan sekitarnya. Mengatasi permasalahan yang berkaitan dengan tujuan ke-12 dan 13 dalam SDGs perlu adanya partipisasi dan peran besar dari masyarakat itu sendiri, sehingga diperlukannya kesadaran yang tinggi pada setiap individu untuk mampu menerapkan gaya hidup berkelanjutan.
Pendekatan sosial komunitas dalam hal ini generasi muda sebagai penggerak, diharapkan mampu merealisasikan strategi-strategi yang telah disiapkan setidaknya dilingkungan masyarakat sekitar. Dengan pendekatan sosial generasi muda dapat mengajak kalangan individu, kelompok, serta masyarakat lainnya untuk menunjukkan perhatian serta kontribusinya terhadap permasalahan iklim maupun sistem produksi-konsumsi. Komunitas yang dijalankan oleh generasi muda dengan prinsip menerapkan kelestarian linkungan seperti perubahan iklim, pengelolaan limbah, polusi, keanekaragaman hayati dan masalah-masalah lingkungan lainnya, nantinya akan memainkan peran serta kontribusi besar untuk mengangkat masalah lingkungan ke garis depan masyrakat.
Peranan komunitas sosial ini yaitu sebagai salah satu sosial kontrol yang bergerak dibidang lingkungan hidup. Kontribusi yang dilakukan komunitas sosial dapat melalui berbagai cara, baik melalui edukasi masyrakat, menerapkan kebijakan lingkungan yang ramah, dan bahkan dapat berupa pelaksanaan aksi hidup berkelanjutan yang tetap ramah lingkungan. Cara-cara tersebut diharapkan dapat mendorong dan membiasakan praktik hidup berkelanjutan yang ada di Indonesia serta meningkatkan kesadaran masyarakat terkait isu-isu lingkungan.
https://m.harianmomentum.com/read/54095/harian-momentum-edisi-26-agustus-2024