Telaah Kritis terhadap Perubahan Kurikulum di Indonesia: Transformasi Pembelajaran atau Pergantian Program Kerja?
Tanggal : 08 Jun 2026
Ditulis oleh : KHALISA EKA NUR ZAHRANI
Disukai oleh : 0 Orang
Kurikulum merupakan salah satu komponen utama dalam sistem Pendidikan yang berfungsi sebagai pedoman dalam pelaksanaanya proses pembelajaran. Kurikulum, tujuan pendidikan, materi pembelajaran, metode pengajaran, dan sistem penilaian dirancang untuk membantu peserta didik mencapai kompetensi yang diharapkan (Mahrus, 2021). Seiring perkembangan zaman, perubahan sosial, kemajuan teknologi, serta tuntutan globalisasi, kurikulum pendidikan di Indonesia mengalami berbagai macam tahap perubahan yang besar. Mulai dari Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK), Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP), Kurikulum 2013, hingga Kurikulum Merdeka, setiap perubahan dianggap sebagai upaya meningkatkan kualitas pendidikan nasional (Hasanah et al., 2025).
Meskipun demikian, upaya perubahan kurikulum yang cukup tinggi itulah yang menimbulkan berbagai macam tanggapan dari masyarakat, khususnya guru dan praktisi pendidikan. Tak, sedikit yang mempertanyakan apakah perubahan tersebut benar-benar menghasilkan transformasi pembelajaran dan kualitas peserta didik yang lebih baik atau justru hanya menjadi pergantian program kerja yang mengikuti dinamika kebijakan pendidikan. Oleh karena itu, esai ini bertujuan untuk menelaah secara kritis perubahan kurikulum di Indonesia dan dampaknya terhadap kualitas pembelajaran.
Sejarah pendidikan Indonesia menunjukkan bahwa kurikulum telah mengalami perubahan berkali-kali (Huda & Safitri, 2025). Setiap perubahan umumnya dilatarbelakangi oleh kebutuhan untuk menyesuaikan pendidikan dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, serta kebutuhan masyarakat. Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) menekankan penguasaan kompetensi peserta didik, kemudian disempurnakan menjadi KTSP yang memberikan otonomi lebih besar kepada sekolah dalam mengembangkan pembelajaran. Selanjutnya, Kurikulum 2013 hadir dengan fokus pada penguatan karakter dan pendekatan ilmiah. Saat ini, Kurikulum Merdeka diterapkan dengan tujuan memberikan fleksibilitas pembelajaran serta mendorong pengembangan kompetensi dan karakter peserta didik. Secara konseptual, perubahan tersebut menunjukkan adanya upaya pemerintah untuk memperbaiki sistem pendidikan. Namun, perubahan yang relatif berkali-kali juga menimbulkan tantangan tersendiri bagi sekolah dan guru yang harus terus beradaptasi dengan kebijakan baru.
Pada dasarnya, perubahan kurikulum memiliki tujuan yang positif. Kurikulum dirancang agar mampu menjawab tantangan zaman, mengembangkan keterampilan abad ke-21, serta membentuk peserta didik yang memiliki kemampuan berpikir kritis, kreatif, komunikatif, dan kolaboratif (Rahim & Ismaya, 2023). Selain itu, perubahan kurikulum juga bertujuan untuk menciptakan pembelajaran yang lebih berpusat pada peserta didik sehingga mereka tidak hanya menguasai pengetahuan, tetapi juga mampu menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Melalui Kurikulum Merdeka, misalnya, peserta didik diberikan kesempatan lebih luas untuk belajar sesuai minat dan kebutuhannya (Rahim & Ismaya, 2023). Pembelajaran berbasis proyek juga diperkenalkan sebagai sarana untuk mengembangkan keterampilan pemecahan masalah dan kolaborasi. Dari sisi tujuan, perubahan ini menunjukkan arah yang relevan dengan kebutuhan pendidikan masa kini.
Perubahan kurikulum tidak dapat dipungkiri membawa sejumlah dampak positif. Pembelajaran menjadi lebih fleksibel dan tidak lagi berfokus pada hafalan semata. Guru didorong untuk menggunakan metode pembelajaran yang lebih inovatif dan melibatkan peserta didik secara aktif. Selain itu, penguatan karakter melalui Profil Pelajar Pancasila menjadi salah satu langkah penting dalam membentuk generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki nilai-nilai kebangsaan dan kemanusiaan.
Bagi sebagian sekolah yang memiliki sumber daya memadai, perubahan kurikulum bahkan mampu meningkatkan kualitas pembelajaran melalui penggunaan teknologi, proyek kolaboratif, dan berbagai strategi pembelajaran yang lebih modern. Meskipun memiliki tujuan dan dampak positif, implementasi perubahan kurikulum masih menghadapi berbagai persoalan (Amelia, 2023). Salah satu masalah utama adalah beban adaptasi yang harus ditanggung oleh guru. Setiap perubahan kurikulum biasanya diikuti dengan perubahan perangkat pembelajaran, sistem penilaian, istilah-istilah baru, hingga pelatihan yang membutuhkan waktu dan tenaga. Akibatnya, guru sering kali lebih fokus menyesuaikan diri dengan tuntutan administrasi dibandingkan dengan mengembangkan kualitas pembelajaran di kelas.
Selain itu, implementasi kurikulum di Indonesia belum sepenuhnya merata. Sekolah yang memiliki fasilitas lengkap lebih mudah menerapkan pembelajaran berbasis proyek dan teknologi dibandingkan dengan sekolah yang berada di daerah dengan keterbatasan sarana dan prasarana. Kondisi ini menunjukkan bahwa keberhasilan kurikulum tidak hanya ditentukan oleh kualitas desainnya, tetapi juga oleh kesiapan sumber daya yang tersedia.
Di sisi lain, perubahan konsep dalam kurikulum belum tentu diikuti perubahan praktik pembelajaran yang signifikan. Meskipun kurikulum menekankan pembelajaran aktif dan berpikir kritis, kenyataannya masih banyak proses pembelajaran yang berpusat pada guru. Penilaian juga sering kali masih berorientasi pada hasil akhir daripada proses belajar. Akibatnya, tujuan ideal kurikulum tidak sepenuhnya tercapai. Fenomena tersebut memunculkan kesan bahwa perubahan kurikulum terkadang lebih terlihat sebagai pergantian program kerja daripada transformasi pendidikan yang mendasar. Perubahan nama, istilah, dan pendekatan memang terjadi, tetapi dampaknya terhadap kualitas pembelajaran belum seluruhnya terlihat secara nyata dan merata di seluruh Indonesia.
Perubahan kurikulum merupakan hal yang wajar dan diperlukan untuk menyesuaikan pendidikan dengan perkembangan zaman. Berbagai kurikulum yang pernah diterapkan di Indonesia menunjukkan adanya upaya pemerintah untuk meningkatkan mutu pendidikan dan mempersiapkan peserta didik menghadapi tantangan masa depan. Namun, perubahan kurikulum tidak akan menghasilkan transformasi pembelajaran yang optimal apabila tidak disertai dengan pemerataan fasilitas, peningkatan kompetensi guru, dan evaluasi yang berkelanjutan (Gurium, 2025). Oleh karena itu, keberhasilan pendidikan tidak dapat diukur dari seberapa sering kurikulum berubah, melainkan dari seberapa efektif kurikulum tersebut mampu diterapkan dan memberikan dampak nyata terhadap proses belajar peserta didik. Dengan demikian, perubahan kurikulum seharusnya menjadi sarana transformasi pembelajaran yang berkelanjutan, bukan sekadar pergantian program kerja dalam sistem pendidikan.
DAFTAR PUSTAKA
Amelia, U. (2023). Tantangan Pembelajaran Era Society 5.0 Dalam Perspektif Manajemen Pendidikan. Al-Marsus?: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam, 1(1), 68. Https://Doi.Org/10.30983/Al-Marsus.V1i1.6415
Gurium, H. (2025). Analisis Kebijakan Kurikulum 2013. Jurnal Penelitian Nusantara, 1(9), 1–17. Https://Doi.Org/Https://Doi.Org/10.59435/Menulis.V1i7.522
Hasanah, L., Permata, S., Nurjaemah, H., Ariyani, R., & Sarah, S. (2025). Transformasi Kurikulum Paud?: Menelusuri Perubahan Kurikulum 1984 Hingga Kini. Incrementapedia: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 07(02), 100–113. Https://Doi.Org/Https://Doi.Org/10.36456/Incrementapedia.Vol7.No2.A10285
Huda, R. B., & Safitri. (2025). Penguatan Pendidikan Karakter Melalui Kurikulum Merdeka Dengan Program Profil Pelajar Pancasila. Edusola?: Journal Education, Sociology And Law, 1(1), 34–46.
Mahrus. (2021). Manajemen Kurikulum Dan Pembelajaran Dalam Sistem Pendidikan Nasional. Jieman: Journal Of Islamic Educational Management, 3(1), 41–80. Https://Doi.Org/10.35719/Jieman.V3i1.59
Rahim, A., & Ismaya, B. (2023). Pendidikan Karakter Dalam Kurikulum Merdeka Belajar: Tantangan Dan Peluang. Journal Sains And Education, 1(3), 88–96. Https://Doi.Org/Https://Doi.Org/10.59561/Jse.V1i3.234
POST TEBARU
- Kimia untuk Kehidupan, Bukan Sekedar Nilai Ujian
- Telaah Kritis terhadap Perubahan Kurikulum di Indonesia: Transformasi Pembelajaran atau Pergantian Program Kerja?
- Juara 3 lomba bola volly
- Simfoni Keberagaman Mengalun Damai di Tanah Pendidikan dan Kebudayaan hvs
- Whoos Ambisi Modernisasi dan Beban Finansial