Alasan di Balik Buruknya Pendidikan Indonesia

Tanggal : 28 Jun 2021

Ditulis oleh : HISYAM MASHADI

Disukai oleh : 0 Orang

Alasan di Balik Buruknya Pendidikan Indonesia

Setiap tiga tahun sekali sejak tahun 2000 Indonesia dan berbagai negara lain selalu mengikuti tes PISA. Tes PISA terakhir diadakan di tahun 2018. PISA atau Program for International Student Assessment yang diselenggarakan oleh OECD (Organization for Economic Cooperation and Development) baru mempublikasikan hasil skor tes PISA tahun 2018. Skor Pisa Indonesia relatif rendah jika dibandingkan dengan negara-negara lain. Ada tiga aspek yang menentukan total nilai skor PISA yaitu membaca, matematika, dan sains. Membaca untuk belajar, matematika dan logika buat berpikir, dan literasi sains untuk memproses hal-hal yang baru. Dari ketiga aspek itu skor Indonesia menurun dari tes PISA terakhirnya di tahun 2018. Hasilnya sekarang Indonesia ada di peringkat 70-an dari 78 negara di 3 aspek tersebut atau bisa dikatakan peringkat 10 dari bawah dari hampir 80 negara. Pada waktu dulu PISA dibentuk karena negara-negara menyadari pentingnya evaluasi pendidikan. PISA tidak berusaha mengetes pencapaian pendidikan siswa lewat hal-hal yang bisa mereka hafal atau mengingat saja. Jadi fokusnya bukan dihafalan, tapi bisa melihat di mana siswa bisa siap dalam menjalani kehidupan. Karena penyelenggara PISA menyadari bahwa menghafal tidaklah cukup untuk menjalani kehidupan dengan baik. Ketika sudah Banyak kaum intelektual tetapi masalahnya skill tidak cocok dengan yang dibutuhkan oleh industri, maka dari itu banyak pengangguran. Ibaratnya yang kita  pelajari di sekolah dalam "nggak kepakai saat mau bekerja di industri di sisi lain industri berkembang dengan sangat cepat.

Apa artinya ketika skor PISA sebuah negara itu rendah? Ketika skor Pisa sebuah negara itu rendah bisa dikatakan lulus dari pendidikan formal kurang membantu kesiapan hidup dengan baik. Setelah lulus siswa di Indonesia kurang dipersiapkan untuk masuk ke dunia industri atau pekerjaan dan berkontribusi ke masyarakat. Lulusan sekolah baik itu SMK ataupun perguruan tinggi angka penganggurannya cukup tinggi. Salah satunya karena gap skill yang dibutuhkan oleh industri dengan yang kita pelajari di sekolah. Ini akan menjadi masalah meskipun memang yang ada argumen kontra juga terhadap PISA. Tapi dari indikator ini setidaknya kita bisa melihat bahwa approach pendidikan Indonesia ini perlu diperbaiki lagi. Solusinya tentu perlu mengevaluasi sistem pendidikan yang ada saat ini dan mengubahnya dengan sistem yang lebih baik.

Mungkin kurikulum sekolah belum secara tepat mengajari ketika hal-hal yang penting buat kehidupan kita. Kita perlu kurikulum yang baik dan perlu juga mengevaluasi guru-guru supaya bisa mengajar dengan tepat. Akan tetapi kita tidak bisa sepenuhnya menyalahkan pembuat kurikulum dan menyalahkan guru. Karena membuat kurikulum tidak semudah membalikan telapak tangan. Belum lagi banyak birokrasi kepentingan politik, pro kontra dari masyarakat dan lain sebagainya. Akhirnya adopsi hal-hal baru jadi lambat di dunia pendidikan di Indonesia. Makanya kampus dan sekolah jadinya kurang sigap dalam beradaptasi. Hasilnya kita belajar tapi hal yang dipelajari tidak terlalu relevan dengan tuntutan zaman dan juga kurang relevan dengan hal yang kita butuhkan dalam kehidupan. Kalau masalah guru mungkin kita semua juga tahu bahwa bisa jadi sekarang banyak guru yang kesulitan mendapatkan fasilitas dan upah yang cukup supaya mereka bisa mengajar dengan baik. Makanya bisa dikatakan bahwa solusinya adalah perlunya andil semua orang supaya pendidikan di Indonesia bisa semakin maju. Mulai dari pemerintah, masyarakat, guru ,dan juga pihak swasta. Pihak-pihak swasta bisa lebih fleksibel dan cepat dalam membuat produk baru yang bermanfaat untuk masyarakat. Fleksibilitas dan kecepatan inilah yang membuat banyak perusahaan swasta mendisrubsi sistem-sistem yang ada di dunia. Seperti perusahaan taksi online, ojek online, ecommerce dan banyak lagi yang membuat perubahan yang besar dalam landscape pembangunan di Indonesia dan di dunia pada akhirnya kalau semua elemen bergerak bersama kita bisa memberikan impact yang besar untuk Indonesia.

Koran Penerbit : Mata Banua

Link : https://matabanua.co.id/2021/06/28/e-paper-harian-pagi-mata-banua-senin-28-juni-2021/

 




POST TERKAIT

POST TEBARU