Raga ; Cerminan Amanah Dalam Kalam Ilahi
Tanggal : 19 Apr 2026
Ditulis oleh : NAYLA FAIZATUL MUHTADI
Disukai oleh : 1 Orang
Allah SWT telah menganugerahkan tubuh sebagai salah satu amanah yang harus dijaga dan digunakan sesuai syariat, karena Islam memandang tubuh bukan hanya sekedar benda fisik saja namun juga sebagai bagian dari tanggung jawab dan amanah dalam moral dan spiritual manusia. Allah telah menciptakan manusia dengan bentuk yang sebaik-baiknya sebagaimana telah disebutkan dalam Al-Qur’an "Sesungguhnya kami telah menciptakan manusia dengan bentuk yang sebaik-baiknya" (Q.S At-Tin:4) dalam konteks ayat ini, tubuh bukanlah sepenuhnya milik manusia tetapi milik Allah yang telah meminjamkan agar digunakan secara bijaksana sesuai syariat, maka dari itu, sebagai ungkapan syukur seharusnya kita pandai-pandai dalam menjaga anugerah yang sangat luar biasa ini, dengan cara menjauhi dari hal-hal yang dapat membahayakan tubuh, serta menjalankan pola hidup sehat dengan memperlakukan tubuh dengan baik maka berarti kita telah menjaga amanah dengan baik dan merupakan bentuk rasa syukur yang akan menjadi amal ibadah kita sehari-hari. Namun realitanya, Dalam kehidupan modern yang serba cepat dan penuh tuntutan, manusia justru malah terjebak dalam pola hidup yang justru menjauhkan dirinya dari makna "sehat" yang hakiki. Aktivitas yang padat, tekanan pekerjaan, serta keinginan untuk serba instan telah melahirkan gaya hidup yang tidak seimbang, makanan cepat saji, kurang tidur, minim olahraga, dan stress kronis menjadi bagian dari keseharian. Akibatnya, tubuh yang seharusnya wadah ibadah dan amanah dari Allah, perlahan mengalami kerusakan.
Menjaga tubuh juga merupakan kebahagiaan yang mutlak bagi seorang muslim karena Allah telah memberikan kebebasan untuk kita menjaga tubuh dengan baik dan totalitas. Dengan menjaga tubuh yang baik kita akan diberi kemudahan dan kelancaran urusannya oleh Allah terutama dalam konteks pendekatan diri kepada sang pencipta. Maka kita yang selalu taat menjalankan perintah Allah akan mendapatkan zona sehat yang jarang bisa diperoleh kecuali oleh orang-orang yang benar dan sungguh-sungguh menjalankan perintah Allah (Aulia dkk, 2024). Dalam hal ini, Islam sebagai agama yang sempurna, telah mengatur setiap aspek kehidupan di era modern ini, seperti makan makanan yang tidak halal, ataupun membinasakan diri dengan melakukan hal-hal yang tidak bermanfaat.
Pada era modern ini gaya hidup sehat semakin menjadi perhatian utama namun pengetahuan terhadap semua itu, selalu mengalami dorongan mundur akan keadaan yang membuat mereka terjerumus kepada hal yang seharusnya tidak mereka lakukan. Islam sebagai agama komprehensif, telah memberikan pedoman bagaimana cara hidup yang baik yang sesuai dengan syariat, bagaimana cara menjaga pola makan, menjaga pola tidur, serta memanajemen stress yang akan mendukung kesehatan secara keseluruhan agar tidak hanya tercipta kesehatan mental namun juga tercipta kesehatan spiritual. Oleh karena itu, Islam mendorong umatnya untuk menjaga keseimbangan dalam hidup dengan merawat tubuh, jiwa, dan pikiran. Kebersihan merupakan integrasi dari ajaran Islam, Rasulullah telah menegaskan dalam sebuah hadits "kebersihan merupakan sebagian dari iman". Oleh karena itu, umat Islam dianjurkan untuk menjaga kebersihan pribadi seperti berwudhu, menjaga kebersihan tubuh, serta kebersihan lingkungan. Berwudhu yang merupakan kewajiban yang dilakukan sebelum sholat tidak hanya berdampak pada spiritualitasnya namun juga pada berdampak pada kebersihan tubuh, karena sangat penting juga dalam mengantisipasi penyebaran kuman. Selanjutnya merupakan makan makanan yang halal dan tayyib, Islam juga mengajarkan umatnya mengonsumsi makanan yang halal dan tayyib, yang berarti makanan yang bergizi, bersih dan tidak membahayakan tubuh konsep halal dan tayyib bukan hanya mengacu pada makanan yang diperbolehkan oleh agama, namun memastikan makanan itu juga bermanfaat dan sehat al-Qur’an juga telah menegaskan mengonsumsi makanan yang halal ataupun haram akan berdampak pada kualitas ibadah dan juga aktivitas hidup (Amirah dkk, 2023) hal ini telah dijelaskan dalam suarah Al-Baqarah ayat 168 "Wahai manusia, makanlah dari apa yang ada di bumi yang halal lagi baik dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah setan, sesungguhnya setan itu musuh yang bagimu"
Al-Qur’an memerintah umat muslim untuk mengonsumsi makanan yang baik adalah tidak lain untuk memastikan umat Islam dapat menghindari makanan yang dapat merusak kesehatan. Seperti makanan yang mengandung berbahaya yang mengandung bahan pengawet contohnya pada zaman sekarang, makanan instan cepat saji telah diperjualbelikan bebas dimana mana yang pasti memiliki bahan pengawet, Islam tidak melarang untuk mengonsumsi makanan instan tersebut, namun islam mendorong untuk makan dengan cara moderat atau seimbang akan makanan instan atau dikenal dengan istilah junkfood dengan makanan yang bergizi, karna segala sesuatu yang berlebihan itu tidak baik dan akan mencelakakan diri kita sendiri seperti halnya telah dijelaskan dalam Al-Qur'an surah Al-A'raf ayat 31 yang artinya
"Wahai anak cucu adam! Pakailah pakaian mu yang bagus setiap (memasuki) masjid, makan dan minumlah, tetapi jangan berlebihan! Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang yang berlebihan"
Selain itu Islam juga mengajarkan pola hidup sehat dengan aktivitas fisik untuk menjaga tubuh agar tetap segar. Aktivitas yang dilakukan dalam konteks ibadah, seperti gerakan-gerakan sholat yakni rukuk, sujud, dan i'tidal, melibatkan hampir seluruh bagian tubuh dan kami membantu meningkatkan fleksibilitas, kekuatan otot, serta lancaran peredaran darah. Aktivitas fisik lainnya yang dianjurkan dalam Islam termasuk berenang, berkuda, dan memanah, yang semuanya mendukung kebugaran tubuh. Kesehatan Mental dalam Islam juga memberikan perhatian besar terhadap kesehatan mental. Salah satu cara untuk menjaga kesehatan mental adalah dengan mengingat Allah melalui dzikir dan sholat. Dzikir yang dilakukan dengan penuh perhatian dan konsentrasi dapat menenangkan pikiran, mengurangi kecemasan, dan membantu individu untuk menghadapi tekanan hidup. Sholat, sebagai bentuk komunikasi dengan Allah, juga memberikan ketenangan batin dan mengurangi stres. Manajemen Stres dalam Islam Stres adalah bagian dari kehidupan modern yang tidak bisa dihindari. Namun, Islam memberikan pedoman untuk mengelola stres melalui berbagai cara, salah satunya adalah dengan melakukan ibadah secara teratur. Sholat lima waktu membantu umat Islam untuk melakukan refleksi diri dan beristirahat sejenak dari kegiatan duniawi. Selain itu, dzikir dan doa juga menjadi sarana untuk menenangkan pikiran dan hati, yang memiliki dampak positif pada kesehatan mental.
Sebagai penutup, tubuh adalah amanah agung yang diberikan Allah kepada manusia untuk dijaga dan dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya. Setiap anggota tubuh memiliki fungsi dan tanggung jawab yang akan dimintai pertanggungjawaban kelak di hadapan-Nya. Dalam era modern yang mana hidup serba cepat, manusia sering lupa akan kewajiban menjaga kesehatan fisik dan mental. Islam mengajarkan keseimbangan antara kebutuhan jasmani dan rohani sebagai bentuk syukur dan pengabdian kepada sang pencipta. Oleh karna itu, menjaga tubuh bukan bukan hanya kewajiban moral, tetapi juga spiritual, sebagai wujud nyata rasa syukur atas nikmat dan amanah yang telah Allah titipkan kepada kita Manusia.