Apa Yang Akan Terjadi Pada Masa Mendatang Jika Kurikulum Merdeka Tetap di Terapkan?
Tanggal : 30 Aug 2024
Ditulis oleh : DINI CHANDRA PUTRI
Disukai oleh : 0 Orang
Perihal menjadikan Kurikulum Merdeka yang menggantikan kurikulum 2013, untuk
kurikulum nasional 2024 masih banyak diperbincangkan berbagai pihak. Paling tidak
menimbulkan pertanyaan: apakah Kurikulum Merdeka bisa efektif dengan kondisi
pendidikan nasional saat ini? Tentu, untuk Kurikulum Merdeka sendiri sebenarnya bukan hal
baru, pasalnya sudah dikembangkan dan di uji cobakan sejak 2020 silam. Hal itu, terus
berlanjut dengan beragam evaluasi bertahap sejak tahun 2021. Bahkan, sejak Maret 2024
Kemendikbudristek mengatakan, sudah lebih dari 300.000 satuan pendidikan diseluruh
Indonesia yang mulai menerapkan Kurikulum Merdeka.
Harapannya, dengan penerapan Kurikulum Merdeka bisa berdampak pada terciptanya
generasi adaptif yang mempu bertahan menghadapi perubahan zaman dengan kekuatan
mereka sendiri. Itu yang menjadi keinginan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan
Teknologi (Mendikbud Ristek) Nadiem Anwar Makarim untuk mengatasi krisis
pembelajaran di Indonesia. Lalu, PGRI pun menyatakan bahwa implementasi Kurikulum
Merdeka bisa memberikan perubahan besar terhadap guru dan siswa.
Akan tetapi, tidak hanya itu, Kurikulum Merdeka juga telah mengembangkan kompetensi
guru melewati platform Merdeka Mengajar. Ada 2 program yang berjalan diantaranya yaitu:
Guru Penggerak dan Pendidikan Profesi Guru (PPG). Jika dilihat, penerapan Kurikulum
Merdeka perlu pembelajaran literasi integral yang meliputi literasi etika, literasi
informasional, dan literasi fungsional. Disamping itu juga menekankan pentingnya
pendekatan dan pemberdayaan ekosistem dalam mewujudkan gerakan literasi.
Salah satu yang menjadi tolak ukur dalam keberhasilah Kurikulum Merdeka adalah
mampu mengaktualisasikan nilai-nilai pancasila pada generasi milenial perlu metode yang
lebih pas. Era industri dan gelombang disrupsi teknologi harus dipahami secara baik oleh
generasi muda saat ini. Metode membumikan Pancasila sebagai ideologi negara telah
dilakukan beberapa dekade lalu. Namun, problem sekarang lebih kompleks. Karena
perkembangan teknologi informasi dan media sosial yang sangat lengket dalam kehidupan
masyarakat.
Maka dari itu, perubahan kurikulum diperlukan untuk memudahkan dan mendorong guru
melakukan pembelajaran yang lebih sesuai dengan kebutuhan belajar siswa. Alangkah lebih
baik jika, Kurikulum Merdeka memberi lebih banyak waktu bagi guru untuk memperhatikan
proses belajar murid, menerapkan asesmen formatif, melakukan penyesuaian materi dan
kecepatan mengajar, serta menggunakan metode pembelajaran yang lebih mendalam. Dan
struktur yang fleksibel, Kurikulum Merdeka bisa diterjemahkan oleh sekolah yang minim
fasilitas di berbagai daerah di Indonesia.
https://m.harianmomentum.com/read/53346/harian-momentum-edisi-15-juli-2024
POST TEBARU
- Kimia untuk Kehidupan, Bukan Sekedar Nilai Ujian
- Telaah Kritis terhadap Perubahan Kurikulum di Indonesia: Transformasi Pembelajaran atau Pergantian Program Kerja?
- Juara 3 lomba bola volly
- Simfoni Keberagaman Mengalun Damai di Tanah Pendidikan dan Kebudayaan hvs
- Whoos Ambisi Modernisasi dan Beban Finansial