Behaviorisme: Peranan teori belajar behaviorisme dalam pembelajaran

Tanggal : 01 Dec 2023

Ditulis oleh : STEVANIE BR SINAMBELA

Disukai oleh : 0 Orang

Teori belajar behaviorisme teori yang membahas tentang perubahan tingkah laku dan teori ini dicetuskan oleh Edward Lee Thorndike, John B. Watson, Edwin Ray Guthrie, Burrhusm Frederic Skinnner. Teori ini merupakan sebuah teori yang membahas tentang perubahan tingkah laku sebagai hasil dari pengalaman. Dan juga teori behaviorisme berpengaruh pada pengembangan teori dan praktik pendidikan. 

Teori behaviorisme juga menjelaskan bahwa belajar merupakan perubahan perilaku yang bisa diamati, diukur, dan dinilai secara konkret. Model hubungan pada teori ini adalah stimulus-respons dan menempatkan siswa atau peserta didik sebagai individu yang pasif. Teori ini juga bisa dibilang sebagai perubahan tingkah laku akibat dari adanya interaksi antara stimulus dan respons. Belajar merupakan salah satu bentuk perubahan yang dialami oleh siswa dalam hal kemampuan mereka untuk berprilaku dan bertindak dengan cara baru sebagai hasil interaksi antar stimulus dan respons.

Pembelajaran dilakukan dengan memberikan stimulus kepada peserta didik agar dapat menimbulkan respon yang tepat sesuai dengan yang diinginkan atau diharapkan. Hubungan stimulus dan respons jika diulang akan menjadi kebiasaan. Respon atau tindakan atau bahkan prilaku tertentu diperoleh dengan menggunakan metode pelatihan atau pembinaan bahkan pembiasaan. Sebagai contoh jika peserta didik menemukan kesulitan atau masalah, guru bisa menyuruh peserta didik untuk berusaha mencoba dan mencoba lagi (trial dan error) sampai si peserta didik mendapatkan atau memperoleh hasil.

Penguatan (reinforcement) bisa dilakukan untuk memperkuat timbulnya respon. Munculnya sebuah perilaku atau tindakan akan semakin kuat jika diberikan penguatan. Guru bisa mengamati masukan berupa stimulus dan keluaran berupa respons. Ada dua jenis penguatan, yaitu penguatan positif dan negatif. Penguatan positif merupakan frekuensi respon yang meningkat karena diikuti dengan stimulus yang mendukung (ada susuatu yang ditambahkan didalamnya), sedangkan penguatan negatif merupakan frekuensi respon meningkat karena diikuti dengan menghilangkan atau penghilangan stimulus yang merugikan qtau tidak menyenangkan (ada sesuatu yang dikurangi didalamnya).

Pandangan teori behaviorisme ini dikembangkan oleh beberapa ahli yang telah cukup lama dianut oleh para pendidik. Tapi, dari semua teori behaviorisme yang berkembang, teori skinner lah yang paling memberikan pengaruh paling besar pada perkembangan dan kemajuan teori behaviorisme. Skinner mempopulerkan konsep penguatan (reinforcement) sebagai pengganti nya hukuman. Ada kelebihan dan kekurangan dalam teori ini, sehingga tujuan dari hal ini teori yang menekankan pada penambahan pengetahuan, sedangkan belajar merupakan kegiatan "simesis". Yang mengharuskan siswa meninjau kembali pembelajaran apa yang telah dipelajarinya dalam bentuk laporan, tes, dan kuis. 

Teori behaviorisme itu awalnya dicetuskan oleh ahli Nathaniel L Gage dan Ahli David C Berliner, dan kemudian dikembangkan menjadi aliran Psikologi pendidikan. Teori behaviorisme ini juga sering disebut sebagai S-R psikologis yang merupakan tingkah laku manusia yang dikendalikan oleh ganjaran atau reward dan penguatan atau reinforcement dari sebuah lingkungan. Dengan begitu dalam tingkah laku belajar terdapat jalinan yang erat antar reaksi-reaksi behavior dengan segala stimulusnya.

          Teori behaviorisme mempunyai beberapa ciri-ciri rumpun, yaitu : Mementingkan faktor lingkungan, Menekankan pada tingkah laku yang tampak dengan mempergunakan metode objektif, Bersifat mekanis, Menekan pentingnya pendidikan, Mementingkan mekanisme belajar, Mementingkan pembentukan reaksi dan respons, Mengutamakan unsur-unsur dan bagian kecil.

          Disini akan memaparkan beberapa teori menurut pada beberapa ahli, yaitu dari Edward Lee Thorndike teori ini merupakan teori yang berfokus pada hubungan antara stimulus (rangkaian peristiwa atau situasi yang mempengaruhi individu) dan respons (reaksi individu terhadap stimulus); Jhon B. Watson teori ini merupakan teori psikologi yang berfokus pada perilaku yang dapat diamati dan diukur secara objektif; Edwin Ray Guthrie teori ini merupakan prinsip berkelanjutan dalam pembelajaran, supaya organisme terbiasa, maka organisme harus terus melakukan sesuatu yang sama dan instruksi yang diberikan dalam pembelajaran; Burrhusm Frederic Skinner merupakan metode pembelajaran yang menggunakan hadiah sebagai reward atau penghargaan dan hukuman sebagai punishmant.

          Belajar dalam behaviorisme bisa dianggap sebagai latihan bagi pembentukan hubungan antara rangsangan dan tanggapan yang akan menjadi prilaku. Pada tahun 1920-an, teori belajar behaviorisme ini mengalami perkembangan. Epistemologi teorinya bersifat objektif. Teori belajar dalam behaviorisme didasarkan pada teori pengondisian dari lingkungan sekitar. Pendekatan yang dipakai dalam teori ini adalah objektivisme, mekanisme, dan meterialisme. Teori ini juga menyatakan bahwa pengaturan kondisi belajar bisa mengubah tingkah dan perilaku manusia sebagai hasil dari belajar. Teori pengondisian ini masih terbagi lagi dalam 2 teori, yaitu teori belajar asosiatif dan teori belajar fungsionalistik.

          Teori belajar behaviorisme meninjau kondisi belajar secara psikologi. Fokus utamanya yaitu adalah perilaku nyata tanpa memperhatikan mengenai kesadaran maupun konstruksi kejiwaan. Teori belajar behaviorisme juga mengabaikan konsep pengertian dan perannya dalam belajar. Para pakar atau ilmuan pada teori pembelajaran behaviorisme antara lain Edward Lee Thorndike, Jhon B. Watson, Clark Hull, Edwin Ray Guthrie, dan Burrhusm Frederic Skinner. Teori belajar behaviorisme merupakan salah satu teori belajar utama yang digunakan dalam pembelajaran pedagodi. Ini sesuai dikarenakan anak-anak bukanlah orang dewasa dan masih memerlukan arahan dari seorang pendidik atau guru. Pendekatan pembelajaran behaviorisme ini juga digunakan dalam pembelajaran campuran.

          Dalam perkembangan teori belajar behaviorisme ini banyak tokoh ahli yang berkarya mengenai teori ini, diantaranya: Ivan Petrovich Pavlov (1849-1936) dia adalah ahli psikologi yang berasal dari Rusia yang mengemukakan bahwasanya individu dapat dikendalikan dengan cara stimulus alami yang benar untuk mendapatkan respons yang diinginkan. Tapi sedangkan individu tidak sadar dikendalikan oleh stimulus yang berasal dari luar dirinya; Edward Lee Thorndike (1874-1949) dalam teori ini Thorndike menemukan hukum-hukum belajar seperti: hukum akibat, hukum kesiapan, dan hukum latihan; Jhon B. Watson menurut ahli ini belajar merupakan proses refleks yang terjadi atau respon bersyarat melalui stimulus pengganti. semua tingkah laku lainnya terbentuk dari hubungan stimulus respons baru melalui kondisi; Clark Hull bagi ahli yang 1 ini tingkah laku seseorang berfungsi untuk menjaga kelangsungan hidup. Oleh karena itu dalam teori nya ini, behaviorisme disebut sebagai kebutuhan biologis dan pemuasan kebutuhan biologis menempati posisi sentral; Edwin Guthrie ahli ini mengemukakan teori kontiguitas yang memandang bahwa belajar merupakan kaitan asosiatif antara stimulus tertentu dan respons tertentu; Burrhusm Frederic Skinner ilmuan kita yang 1 ini mengeluarkan karya berjudul About Behaviorisme  yang menyebutkan tingkah laku terbentuk oleh konsekuensi yang ditimbulkan oleh tingkah laku itu sendiri.

          Prinsip dari teori behaviorisme ini sendiri memiliki 7 prinsip utama yaitu: Stimulus dan respons, Reinforcement (penguatan), Penguatan positif dan negatif, Penguatan primer dan sekunder, Kesegaran memberi penguatan, Pembentukan perilaku, dan yang terakhir kepunahan. Dan kelemahan dan kelebihan dari teori ini juga ada. Kelebihan dari teori behaviorisme sendiri yaitu : teori ini cocok diterapkan untuk melatih anak-anak yang masih membutuhkan dominasi peran orang dewasa atau orang tua lantaran suka mengulangi dan harus dibiasakan, suka meniru dan senang dengan bentuk penghargaan langsung seperti pujian ; Pembiasaan guru atau pendidik untuk bersikap jeli dan peka pada situasi dan kondisi belajar. Kekurangan dari teori behaviorisme sendiri yaitu: Pembelajaran siswanya berpusat pada si pendidik atau guru, bersifat mekanisme dan hanya berorientasi pada hasil yang diamati dan diukur; Murid mendengarkan dengan tertib penjelasan si pendidik atau guru, dan menghapal dan menjelaskan ulang apa yang didengar sebagai cara yang efektif ; Penggunaan hukuman juga sebagai salah satu cara mendisiplinkan siswa baik hukum verbal maupun fisik justru berakibat buruk pada siawa.

          Pengaplikasian teori belajar behaviorisme dalam pembelajaran sendiri yaitu First greeting (awalan tatap muka) dalam kegiatan belajar mengajar, seorang guru atau pendidik akan memberikan pujian dan bersikap ramah kepada siswanya, sehingga siswa akan merasa terkesan pada sikap siguru atau sipendidiknya.

Jadi kesimpulan yang dapat diambil dari teori belajar behaviorisme ini yaitu teori belajar ini merupakan teori belajar yang sangat melihat perubahan langsung akibat dari adanya stimulus dan respon. Dan juga lebih mengutamakan tujuan belajar nya oada perubahan tingkah laku siswa sebagai akibat dari adanya stimulus dan respon, yang bertujuan merubah tingkah laku dengan cara interaksi antara stimulus dan respons. Dan juga membahas beberapa pengertian teori nya menurut beberapa ahli terkemuka dan juga prinsip dari teori ini, ciri-ciri nya bahkan pengaplikasian nya dalam pembelajaran.




POST TERKAIT

POST TEBARU