Behaviorisme: Teori Belajar Sebagai Perjalanan Penemuan Diri
Tanggal : 26 Dec 2023
Ditulis oleh : SARIMA SAHARANI
Disukai oleh : 0 Orang
Belajar merupakan kebutuhan dan sangat berperan penting dalam kehidupan manusia. hal ini yang menyebabkan manusia terlahir tidak mengerti apa-apa karena ia hanya dibekali potensi jasmani dan rohani saja. pada kenyataannya manusia adalah makhluk yang memiliki kelemahan tetapi walaupun demikian di sisi lain manusia adalah makhluk yang dinamis. dengan kedinamisannya, manusia mampu berkreasi dan menciptakan suatu kemajuan dengan teknologi untuk mempermudah keberlangsungan hidup.
Teori belajar merupakan gabungan antara prinsip yang saling berhubungan dengan penjelasan dan penemuan yang berkaitan dengan peristiwa belajar. teori belajar dapat membantu seorang guru bagaimana untuk bisa memahami peserta didik. Dengan menggunakan teori belajarlangkah pengembangan yang benar dan pemilihan materi yang tepat dapat memberikan kemudahan kepada peserta didik dalam memahami suatu materi. proses belajar dapat diartikan sebagai proses perubahan yang terjadi dalam diri seseorang yang tidak bisa disaksikan dengan jelas, tetapi bisa dilihat dari perubahan perilaku.
Teori belajar yang menekankan pada perubahan perilaku adalah teori behaviorisme. dari pengertiannya, teori Biologi merupakan suatu teori yang berfokus pada perilaku nyata dan tidak ada kaitannya antara hubungan kesadaran atau konstruksi mental. ciri dari teori belajar behaviorisme adalah guru sebagai agen indrotrinasi dan propaganda dan sebagai pengendali perilaku. hal ini disebabkan karena teori behaviorisme menganggap bahwa manusia itu bersifat pasif dan segala sesuatu bergantung pada stimulus yang didapat. tujuan dari pembelajaran ini adalah agar terjadi perubahan perilaku peserta didik menjadi lebih baik.
Teori belajar behaviorisme melihat belajar sebagai perubahan tingkah laku. seseorang dianggap belajar apabila menunjukkan perubahan tingkah laku. dalam teori behaviorisme memandang pentingnya masukkan yang berupa stimulus dan keluaran yang berupa respon. teori belajar behaviorisme menekankan pada pembentukan tingkah laku yang berhubungan antara stimulus dan respon yang dapat diamati.
Teori belajar behaviorisme menjelaskan bahwa belajar adalah perubahan perilaku yang dapat diamati, diukur dan dinilai secara konkret. hasil belajar dihasilkan dari penguatan respon yang muncul pada lingkungan belajar. belajar berarti penguatan terhadap sifat, ikatan dan kecenderungan dalam merubah perilaku. teori belajar behaviorisme adalah upaya untuk membentuk tingkah laku yang diinginkan. teori belajar behaviorisme sering juga disebut sebagai pembelajaran stimulus respon. hubungan stimulus dan respon jika diulang maka akan menjadi sebuah kebiasaan. respon akan diperoleh dengan metode pelatihan atau pembiasaan.
Teori belajar behaviorisme adalah teori yang mempelajari tingkah laku manusia. Menurut Desmita (2009:44) teori belajar behaviorisme merupakan teori belajar yang memahami tingkah laku manusia melalui pendekatan objektif, mekanistik dan materialistik, sehingga perubahan tingkah laku dapat dilakukan dengan upaya pengkondisian. teori ini sangat mengutamakan pengamatan, karena pengamatan merupakan hal penting untuk dapat melihat terjadi atau tidak perubahan tingkah laku.
Belajar merupakan akibat dari adanya interaksi stimulus dan respon. seseorang dianggap belajar apabila menunjukkan perubahan tingkah lakunya. dalam teori ini belajar yang penting adalah masukkan yang berupa stimulus, dan keluaran yang berupa respon. stimulus adalah sesuatu yang diberikan oleh guru kepada peserta didik, sedangkan respon adalah reaksi peserta didik terhadap stimulus yang diberikan. proses antara stimulus dan respon tidak terlalu diperhatikan karena tidak dapat diamati dan diukur.
Teori behaviorisme menekankan pada kajian respon perilaku yang bisa diamati. Dengan dengan kata lain, perilaku dipusatkan pada interaksi dengan lingkungannya yang bisa dilihat dan diukur. teori behaviorisme adalah teori yang menekankan pada tingkah laku manusia akibat dari adanya stimulus dan respon.
Menurut Edward Lee Thorndike, bahwa belajar itu bisa dilakukan dengan mencoba-coba. karena bisa saja dari sesuatu yang hanya kita lakukan dengan mencoba-coba bisa menghasilkan sesuatu yang luar biasa. proses belajar akan menjadi sebuah keterampilan jika sering mengasahnya secara terus-menerus dan akan memberikan dampak positif yang akan memotivasi seseorang untuk terus belajar. Dalam teori ini edward lee melakukan eksperimen mengenai kucing di dalam kotak. kotak ini terbuat dari kayu yang memiliki pedal. pedal atau kunci yang dapat diinjak, jika pedal atau kunci ini diinjak, akan membuat kotak tersebut terbuka. dalam eksperimen nya edward lee memasukkan kucing yang sedang lapar ke dalam kotak kemudian, ditaruh makanan kucing itu di luar kotak tersebut. makanan dimasukkan ke dalam sebuah kotak yang jika diinjak akan terbuka sehingga, kucing diarahkan untuk belajar jika mampu membuka kotak berarti akan mendapatkan makanan. namun sebelumnya, untuk membuka kotak tersebut kucing harus belajar mengenai akibat dari menginjak pedal atau kunci itu tentu saja awalnya kucing ini akan melakukannya secara acak yang berarti kucing ini tidak paham apa fungsi dari pedal tersebut. hingga pada akhirnya kucing akan memahami bahwa ketika menginjak pedal atau kunci berarti akan mendapatkan makanan.
Dari eksperimen ini muncul lah prinsip law of effect yaitu usaha akan berhasil jika dilakukan secara berulang-ulang dan juga dibarengi dengan hal yang positif.
Menurut John Broadus Watson, belajar adalah proses interaksi antara stimulus dan respon, namun stimulus dan respon harus berbentuk tingkah laku yang dapat diamati dan diukur. Dalam teori ini John melakukan eksperimen pada seorang anak Albert yang berusia 8 bulan yang sebelumnya tidak takut sama sekali dengan tikus putih, ternyata dapat dibuat menjadi takut dengan tikus putih. dalam eksperimen ini, Albert menjadi takut dengan tikus putih karena setiap kali ia melihat tikus putih, John memukulkan palu ke benda logam yang tentunya akan menimbulkan suara bising sehingga mengkagetkan Albert. pengkondisian ini membuat penglihatan terhadap tikus putih (bukan hal yang ditakutkan Albert) dan suara bising logam (hal yang ditakutkan Albert) menjadi dua komponen yang terhubung Albert menjadi takut setiap melihat tikus putih walau suara bising logam tidak lagi terdengar.
Dari teori John broadus ini perubahan yang terjadi pada perilaku manusia sebagian besar adalah akibat dari pengaruh lingkungan nya. seseorang akan bereaksi jika diberi rangsangan oleh lingkungan luar. Demikian juga stimulus jika dilakukan secara terus-menerus akan mengakibatkan berubahnya perilaku seseorang.
Menurut Edwin Ray Guthrie menyampaikan bahwa belajar adalah suatu kombinasi antara rangsangan dan gerakan yang dilakukan akan cenderung dilakukan lagi pada kondisi yang sama.
Edwin melakukan eksperimen untuk mendukung teori dengan seekor kucing yang dimasukkan dalam kotak puzzle yang sudah dipasang kamera untuk merekam gerakan kucing di dalam kotak. dari hasil rekaman terlihat bahwa kucing tersebut melakukan gerakan keluar dari kotak yang nantinya akan kembali diulangi oleh kucing jika keluar dari kotak.
Dari eksperimen yang telah dilakukan, disimpulkan bahwa makhluk hidup akan cenderung melakukan hal yang sama, sehingga dari itu akan menjadikannya sebagai sebuah kebiasaan.
Menurut Burrhusm Frederic Skinner percaya bahwa suatu perubahan tingkah laku seseorang akan ada konsekuensinya. selain itu, ia yakin bahwa setiap orang akan belajar untuk meningkatkan atau menguatkan tingkah laku agar tidak mendapatkan ganjaran yang tidak baik.
Frederic skinner mengembangkan teori melalui penelitian dengan menggunakan tikus. tikus yang digunakan sebagai bahan peneliti diletakkan dalam sebuah box yang dinamakan skinner box. di kotak ini terdapat dua komponen yaitu manipulandum dan alat pemberi reinforcement. selama berada di dalam kotak skinner, tikus akan mencari jalan mengelilingi kotak skinner untuk mendapatkan hal yang diinginkan. kemudian setelah tikus berkeliling kotak tikus memunculkan tingkah laku yang menyebabkan tombol pengungkit tertekan. ketika tombol pengungkit tertekan maka butir-butir makanan akan keluar tidak akan masuk ke dalam kotak skinner.
Dari eksperimen yang telah dilakukan ia menyatakan bahwa dalam kegiatan belajar mengajar harus memperhatikan penguatan. penguatan ini sangat berkaitan dengan stimulus dan respon. stimulus akan bertambah kuat jika diberikan penguatan. Di dalam kegiatan belajar mengajar penguatan ini dapat berupa memberikan apresiasi terhadap peserta didik, seperti memberi hadiah atau reward.
Suatu teori pasti memiliki sebuah kelemahan nya sendiri. kelemahan dari teori belajar behaviorisme ini sendiri adalah pada proses belajar manusia yang dianalogikan dengan hewan sulit diterima mengingat antara manusia dengan hewan memiliki perbedaan yang sangat jauh.
Ada pun contoh pengaplikasian teori belajar behaviorisme dalam pembelajaran, seperti: 1). hasil belajar harus segera diberitahukan sebagai bentuk timbal balik bagi peserta didik. 2). setiap selesai pembelajaran, guru bisa memberikan tes atau pertanyaan mengenai materi yang sudah dipelajari untuk mengetahui sejauh mana pemahaman peserta didik terhadap materi tersebut. 3). memberikan sebuah reward yang berupa hadiah.
KESIMPULAN
Teori belajar behaviorisme menjelaskan bahwa belajar adalah perubahan perilaku yang dapat diamati, diukur dan dinilai secara konkret. seseorang dianggap belajar apabila menunjukkan perubahan tingkah laku.
Menurut Edward Lee Thorndike, bahwa belajar itu bisa dilakukan dengan mencoba-coba. karena bisa saja dari sesuatu yang hanya kita lakukan dengan mencoba-coba bisa menghasilkan sesuatu yang luar biasa.
Menurut John Broadus Watson, belajar adalah proses interaksi antara stimulus dan respon, namun stimulus dan respon harus berbentuk tingkah laku yang dapat diamati dan diukur.
Menurut Edwin Ray Guthrie menyampaikan bahwa belajar adalah suatu kombinasi antara rangsangan dan gerakan yang dilakukan akan cenderung dilakukan lagi pada kondisi yang sama.
Menurut Burrhusm Frederic Skinner percaya bahwa suatu perubahan tingkah laku seseorang akan ada konsekuensinya.