Bersama Pantau Perkembangan Anak

Tanggal : 23 Jul 2024

Ditulis oleh : HANIA AZRIN GIVARI

Disukai oleh : 0 Orang

Bersama Pantau Perkembangan Anak

                Generasi Alpha merupakan anak-anak yang dilahirkan oleh generasi milenial. Generasi alpha lahir pada  berkembangan teknologi 4.0 dimana generasi alpha ini sangat dekat dengan internet. Mark Mc Crindle berpendapat generasi alpha tidak lepas dari gadget.  Sehingga, memiliki sifat kepribadian yang kurang bersosialisasi, kurang berkreatifitas dan individualis (Fadlurrohim.,dkk,2019). Orang tua diharapkan dengan penuh kesadaran memantau perkembangan anak guna kehidupan di masa depan. Tapi, tidak hanya orang tua peran orang di sekitar pun dapat mempengaruhi perkembangan maka sebagai orang dewasa harus memberikan contoh yang baik untuk ditiru.  Contoh yang baik bisa berupa keramahan pada sekitar, bertutur kata yang baik, menghormati atau menghargai orang yang lebih tua dan masih banyak yang lainnya. Dengan ini secara tidak langsung anak akan meniru  perilaku tersebut. Orang tua berperan penting untuk menciptakan kepribadian anak dari ruang lingkup rumah untuk memberikan arahan dan contoh sehinggga karakter yang terbentuk menjadi baik.  Tidak hanya menjadi baik, orang tua pun memantau perkembangan lainnya  seperti fisik motorik, intelektual, bahasa, emosi, sosial dan kesadaran beragama.

                Perkembangan anak yang mudah terpantau dilihat dari fisik motorik. Orang tua memberikan stimulus kepada anakmya untuk melihat kepekaan gerak pada anaknya. Melatih Keterampilan motorik halus bisa dengan memberikan puzzle untuk dipasangkan, mengikat tali sepatu, menuliskan dengan pensil, menggambar serta mewarnai. Selain itu, orang tua memantau perkembangan kelancaran bahasa serta mengontrol emosi. Didikan yang baik orangtua akan percuma jika di lingkungan sekitar tidak memiliki kesadaran untuk berbuat baik. Karena ingkungan salah satu faktor yang dapat mempengaruhi perkembangan anak. Walaupun tidak ada ikatan darah, kita sebagai orang dewasa harus mencerminkan kepribadian yang baik agar tidak menjadi faktor. Orangtua tidak bisa mengendalikan sikap orang sekitar tapi bisa menghindari dari zona lingkungan yang dirasa kurang. Ketika anak di rumah telah diberikan penanaman karakter yang kuat maka anak dapat membedakan baik dan buruk sehingga tidak mudah terpengaruhi. Memberikan pendidikan kepada anak dengan menyekolahkan yang terbaik dapat membantu memperkuat karakter anak.

                Guru berperan sebagai orangtua di sekolah. Ikut serta dalam memantau perkembangan anak di lingkungan sekolah. Guru mengajarkan karakkter kemandirian, bersosialisasi dan berkreativitas. Generasi alpha yang hidup di zaman teknologi 4.0 yang semua prosesnya dilakukan dengan instan serta kurangnya komunikasi kepada teman sebaya. Karena kuatnya handphone yang semakin canggih. Dengan demikian, guru berupaya membentuk karakter dan orangtua saling mendukung dan membantu dalam proses berkembangan. Penanaman karakter pada tidak tidak terjadi secara langsung namun bertahap. Maka dari itu kita harus menyadari bahwa pada usia sekian anak sedang memproses menemukan jati diri. Ketika anak “nakal” di lingkungan sekolah tidak sepatutnya orangtua menyalahkan guru karena tidak mengajarkan nilai-nilai kebaikan. Namun, orangtua bercermin terlebih dahulu dengan kebiasaan dirumah. Dapat disimpulkan kita semua bertanggungjawab atas mendidik anak dengan berperilaku yang baik sehingga mereka dapat menemukan jati diri di masa depan.




POST TERKAIT

POST TEBARU