Dampak pembelajaran daring terhadap kesehatan mental
Tanggal : 26 Nov 2021
Ditulis oleh : DHEVI TRI PRATIWI
Disukai oleh : 0 Orang
Pandemi covid-19 yang melanda di berbagai belahan dunia menimbulkan dampak yang luar biasa khususnya pada bidang pendidikan. Semenjak pandemi ini datang masyarakat diwajibkan untuk mengurangi aktivitas di luar rumah, apalagi untuk bekerja atau dengan istilah “Work From Home” (WFH). Dengan adanya hal itu maka aktivitas belajar mengajar bagi pelajar dan mahasiswa di lakukan secara online atau sering disebut daring.
Adanya pembelajaran daring ini bermaksud untuk mencegah dan mengurangi penyebaran Covid-19 yang setiap harinya semakin meningkat. Kuliah daring merupakan pelaksanaan pembelajaran di perguruan tinggi yang dilaksanakan secara jarak jauh melalui platform atau media dan terhubung dengan jaringan. Dalam perkuliahan daring ini tentunya penting untuk menggunakan berbagai macam platform. Platform yang sering digunakan oleh dosen dan mahasiswa ialah zoom, google meet, google classroom, e-learning dan sebagainya.
Kuliah daring sendiri tentunya memiliki dampak positif maupun negative. Dampak positif adanya pembelajaran daring ialah; pertama tentunya memiliki banyak waktu untuk mengerjakan tugas yang diberikan dosen. Selama perkuliahan daring, tentunya mahasiswa diberi lebih banyak tugas oleh dosen dibandingkan perkuliahan luring. Tugas-tugas yang diberikan pun sebagian besar merupakan tugas individu karena agak sulit bagi mahasiswa untuk mengerjakan tugas kelompok ketika di masa pandemi seperti ini.
Dengan adanya kuliah daring, maka mahasiswa memiliki waktu lebih banyak untuk mengerjakan tugas; kedua ialah tidak perlu datang ke kampus. Dengan pembelajaran daring ini tentunya mahasiswa tidak perlu datang ke kampus. Segala aktivitas perkuliahan dilaksanakan di rumah; ketiga, hemat pengeluaran.
Apabila mahasiswa melakukan pembelajaran luring maka harus memiliki rincian untuk pengeluaran. Baik pengeluaran untuk transportasi maupun pengeluaran untuk konsumsi. Pengeluaran yang banyak sangat dirasakan bagi mahasiswa yang berkuliah di luar kota. Tentunya mereka harus memikirkan pengeluaran untuk tempat tinggal juga; keempat dapat dilakukan dimana saja dan kapan saja. Selama kuliah daring, semua aktivitas perkuliahan dilakukan melalui jejaring sosial. Mahasiswa hanya perlu melakukan perkuliahan melalui platform dan tidak perlu pergi ke kampus. Hal ini memberi kesempatan bagi mahasiswa untuk tetap dapat mengikuti perkuliahan walaupun mahasiswa tersebut sedang sibuk atau sedang berada di luar rumah.
Adapun dampak negatif adanya pembelajaran daring, pertama, sulit memahami materi. Hal ini yang menjadi masalah utama bagi mahasiswa. Dikarenakan adanya batasan pembelajaran mengakibatkan pemahaman mahasiswa pun terbatas. Belum lagi adanya gangguan dari luar. Contohnya apabila mahasiswa sedang mengikuti pembelajaran dan mendapat notifikasi dari aplikasi lain, maka konsentrasi mahasiswa tersebut akan terbelah. Dan hal itulah yang mengakibatkan kurangnya konsentrasi mahasiswa dan sulit memahami materi.
Kedua, sulit berkomunikasi dengan teman. Kita semua pastinya sepakat bahwa komunikasi akan menjadi lebih mudah jika dilakukan dengan bertemu langsung dan dilakukan secara tatap muka. Dengan jarak yang jauh antara mahasiswa dengan mahasiswa lainnya, maka mereka akan sulit untuk saling melakukan komunikasi. Kesulitan dalam hal komunikasi akan lebih terasa ketika mahasiswa bekerja dalam kelompok. Mahasiswa akan lebih sulit untuk bertukar pendapat dan mengerjakan tugas kelompok karena terkadang ada beberapa mahasiswa yang terkendala jaringan, sehingga itu menyebabkan mereka kesulitan ketika hendak berdiskusi.
Ketiga, tugas menjadi lebih banyak mahasiswa dituntut untuk bersikap kritis, bertanggung jawab, dewasa, mandiri, memiliki prestasi yang baik, serta dapat menyelesaikan tugas-tugasnya dengan baik, dimana tujuan diberikannya tugas-tugas tersebut yaitu untuk mengetahui sejauh mana kompetensi atau kemampuan mahasiswa tersebut dalam bidang akademik. Akan tetapi, tugas yang diberikan oleh dosen selama perkuliahan daring menjadi lebih banyak dan deadlinenya pun cenderung singkat. Hal ini menyebabkan mahasiswa kesulitan untuk membagi waktu dan bingung hendak mengerjakan tugas yang mana terlebih dahulu. Hal inilah yang menjadi penyebab utama terganggunya kesehatan mental bagi mahasiswa.
Apabila mendapati tugas yang terlalu banyak, dan adanya faktor terbatasnya pertemanan maka tugas yang dikerjakan pun akan terasa berat. Hal tersebut apabila terjadi secara terus menerus maka akan menimbulkan depresi tanpa di sadari. Tidak hanya depresi, tetapi pengerjaan tugas juga mengakibatkan jam tidur yang berantakan atau dapat menimbulkan insomnia. Setelah seseorang mengalami insomnia maka akan merasakan rasa cemas yang berlebihan. Pada dasarnya hal tersebut menjadi pemicu turunnya kesehatan mental.
Untuk menanggulangi hal tersebut maka mahasiswa seharusnya selalu berpikiran positif terhadap berbagai hal. Tetapi, terkadang mahasiswa tidak dapat mengetahui apakah hal yang telah ia jalani pada hari ini dapat berdampak pada mentalnya untuk di kemudian hari atau tidak. Ada mahasiswa yang tahan jika dirinya berada dalam tekanan, tetapi ada juga mahasiswa yang tidak tahan jika dirinya berada di dalam tekanan, sehingga hal tersebut menimbulkan dampak pada mentalnya. Mahasiswa memiliki upayanya tersendiri dalam menanggulangi masalah mentalnya.
Beberapa upaya yang mahasiswa lakukan untuk menanggulangi masalah mentalnya yaitu dengan bersikap santai terhadap semua hal yang dijalaninya, menghibur diri sendiri, bercerita kepada orang terdekat, dan lain sebagainya. Tetapi, bagi mahasiswa yang memiliki gangguan serius pada mentalnya. Mereka akan lebih memilih untuk ke psikolog atau psikiater. Cara-cara tersebut merupakan cara positif yang dapat dilakukan seorang mahasiswa untuk mengatasi permasalahan mental dirinya. Namun, ada juga mahasiswa yang selalu memendam permasalahannya sendiri. Sebenarnya cara ini tidak dibenarkan, tetapi balik lagi bahwa setiap mahasiswa pasti memiliki upaya untuk mengatasi permasalahan mentalnya sendiri dengan cara yang berbeda-beda.
Hal yang paling penting yang harus dilakukan mahasiswa untuk menghadapi permasalahan mental ketika kuliah daring yaitu dengan mengendalikan diri, menjinakkan emosi, berusaha secara maksimal untuk mengelola perasaan negatif, serta mengalihkan segala aspek negatif dengan menjalani hobi yang dapat dilakukan dan mencoba untuk mengubah pola pikir. Akan menjadi percuma jika melakukan berbagai upaya untuk mengatasi permasalahan mental tetapi tidak diiringi dengan pengendalian emosi.