Dampak Pergaulan Bebas Bagi Remaja
Tanggal : 05 Dec 2022
Ditulis oleh : WINDA HUDI NURLATIFFAH
Disukai oleh : 1 Orang
Dampak Pergaulan Bebas Bagi Remaja
Oleh: Winda Hudi Nurlatiffah
Mahasiswa Pendidikan Kimia
Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan
UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta
Di era masa kini, yang semakin berkembang, semakin beragam pula tingkah laku dan masalah sosial yang terjadi di masyarakat, terutama di kalangan remaja. Pada masa remaja ini adalah masa yang rentan, karena mereka memiliki keingintahuan yang cukup tinggi untuk berbagai hal. Mereka ingin merasakan kehidupan orang dewasa, yang mana jika dilihat bahwa remaja itu sangat labil dan sulit untuk mengendalikan diri. Hal ini lah yang menyebabkan orang tua takut jika anaknya terjerumus ke dalam pergaulan bebas.
Pergaulan bebas merupakan perilaku menyimpang yang tidak sesuai norma dan ajaran agama. Pergaulan bebas bisa memberi dampak buruk bagi pertumbuhan remaja. Tak hanya untuk remaja, pergaulan bebas juga bisa merugikan orang-orang di sekitarnya. Maka, pengertian pergaulan bebas penting untuk dipahami, terutama untuk generasi muda. Karena, dengan memahami pengertian pergaulan bebas bisa membantu remaja untuk menghindari perilaku ini. Mengenal pengertian pergaulan bebas juga bisa membantu mengidentifikasikan perilaku apa saja yang termasuk pergaulan bebas.
Salah satu penyebab pergaulan bebas adalah lemahnya kontrol diri. Hal inilah yang membuat remaja berpotensi melakukan tindakan yang melanggar norma dan ajaran agama. Meskipun, mereka sudah dapat membedakan mana perilaku yang baik dan buruk, mereka tetap bisa melanggarnya ketika mereka tidak dapat mengontrol diri dengan baik.
Pergaulan bebaspun tidak lepas dari hubungannya dengan orang tua. Kurangnya kasih sayang dan perhatian dari orang tua bisa menyebabkan anak terjerumus ke dalam pergaulan bebas. Dalam hal ini, keluarga memang menjadi lingkungan pendidikan utama dan paling pertama untuk mendidik anak menjadi orang yang dapat berperilaku baik di masyarakat. Sehingga, anak memerlukan dukungan yang baik dari orang tua dan keluarga.
Di samping itu, pengaruh lingkungan tempat tinggal, dan pertemanan juga turut adil menjadi salah satu faktor yang menyebabkan terjerumusnya anak ke dalam pergaulan bebas. Perkembangan teknologi juga menjadi salah satu penyebab pergaulan bebas. Karena kelemahan dari internet adalah bisa merusak moral kita jika kita tidak dapat mengontrolnya.
Dampak pergaulan bebas yang perlu kita ketahui yaitu, remaja yang melakukan seks bebas bisa mengakibatkan kehamilan di luar nikah dan meningkatkan risiko penyakit kelamin seperti HIV AIDS. Selain itu, jika remaja hamil di luar nikah berakibat juga kepada keluarganya terutama orang tuanya. Orang tua akan meras malu dan dipandang rendah dalam masyarakat, karena perilaku hamil di luar nikah merupakan salah satu perilaku yang hina di mana kehamilan tersebut disebabkan oleh perbuatan zina. Seks bebas juga mengakibatkan maraknya tindakan aborsi yang berdampak pada kesehatan seperti gangguan kesuburan, kanker rahim, pendarahan bahkan berujung pada kematian.
Selain dari perilaku seks bebas, ada juga remaja yang mencoba mengkonsumsi narkoba, dan minuman beralkohol yang mana dapat merusak kesehatan fisik dan mental dalam jangka panjang hingga menyebabkan kematian. Selain itu, juga menyebabkan adanya kebiasaan berfoya-foya, dikarenakan kegiatan tersebut cenderung menggunakan uang dan dapat menguras harta benda.
Meningkatnya risiko kriminalitas pada anak remaja. Tak jarang pelaku pergaulan bebas melakukan berbagai tindakan kriminalitas untuk memenuhi keinginannya sebagaimana yang diberitakan di koran maupun ditayangkan di televisi, seperti pencurian, melakukan jual-beli barang terlarang (narkoba) bahkan perampokan yang disertai pembunuhan pada korbannya atau lebih dikenal dengan istilah pembegalan.
Sedangkan dari segi agama, remaja yang terlibat dalam pergaulan bebas dan melakukan berbagai perilaku yang menyimpang mengakibatkan bertambahnya dosa, dan kelak harus dipertanggungjawabkan di hadapan Tuhan Sang Maha Pencipta. Selain itu, seseorang yang sudah terjerumus ke dalam pergaulan bebas bisanya akan semakin malas untuk melakukan ibadah kepada Tuhan, dan bisa disebut juga sebagai berkurangnya keyakinan pada agama yang dianut dan iman kepada Tuhan.
Dengan demikian, cara mencegah pergaulan bebas yaitu dengan menanamkan nilai-nilai agama, moral, dan etika. Di dalam menanamkan nilai-nilai tersebut juga memerlukan kerjasama antara guru, orang tua, dan masyarakat agar mudah diserap oleh remaja. Selain itu, dengan cara penyuluhan kepada remaja dengan membahas mengenai batas-batas penyimpangan yang masih dianggap dalam batas-batas normal. Gerakan ini bisa dimulai dari keluarga, maka persoalan pergaulan bebas dapat diminimalisir sekecil mungkin, karena keluarga adalah dasar pertama untuk menanamkan nilai-nilai kehidupan. Dan yang harus diperhatikan adalah bagaimana cara mengontrol diri kita sendiri agar tidak mudah terjerumus ke dalam pergaulan bebas.
https://m.harianmomentum.com/read/44846/harian-momentum-edisi-5-desember-2022