Dampak Positif Ekstrakurikuler Terhadap Prestasi Siswa

Tanggal : 29 Nov 2022

Ditulis oleh : AKBAR TOHA

Disukai oleh : 0 Orang

Dampak Positif Ekstrakurikuler Terhadap Prestasi Siswa

Oleh: Akbar Toha

Mahasiswa Pendidikan Kimia

Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan

UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

 

Prestasi belajar merupakan pencapaian siswa selama menempuh jenjang pendidikan, baik pendidikan dasar, menengah, maupun perguruan tinggi. Belajar yaitu sebuah usaha yang dilakukan oleh pelajar, untuk memperoleh ilmu pengetahuan. Sekolah dijuluki sebagai lembaga pendidikan, dalam mengembangkan potensi-potensi siswa dalam mewujudkan tujuan nasional pendidikan di Indonesia. Dengan diadakannya pendidikan di Indonesia, mampu melahirkan generasi yang cerdas, tangguh, kuat, bijaksana, dan mengharumkan nama baik bangsa Indonesia.

Sekolah mampu membentuk karakter siswa yang cerdas, berbudi luhur, berilmu, dan beriman. Tentunya, dengan melalui pembelajaran yang diterapkan di sekolah seperti IPA, IPS, Bahasa, Agama dan PKN. Selain mata pelajaran tersebut, ada kegiatan diluar sekolah yang dapat mengembangkan prestasi akademik siswa, seperti Ekstrakurikuler. Ekstrakurikuler merupakan kegiatan yang dilakukan diluar jam pelajaran di sekolah, dengan tujuan untuk memperluas pengetahuan siswa. Menurut Peraturan Menteri Pendidikan dan kebudayaan nomor 62 tahun 2014 disebutkan bahwa kegiatan ekstrakurikuler diselenggarakan dengan tujuan mengembangkan potensi, bakat, minat, kemampuan, kepribadian kerja sama dan kemandirian peserta didik secara optimal dalam rangka mencapai tujuan pendidikan nasional.

Dengan adanya ekstrakurikuler di sekolah, siswa diharapkan dapat memanfaatkan fasilitas yang diberikan oleh pihak sekolah. Seperti dalam bidang keolahragaan seperti Voli, Badminton, kemudian ada silat, PMR, musik tradisional dan modern, KIR dan ekstra yang wajib adalah pramuka. Menurut Nuryanto (2017), kegiatan ekstrakurikuler dalam pendidikan dimaksudkan sebagai jawaban atas tuntutan kebutuhan siswa, membantu mereka yang kurang memperkaya lingkungan belajar dan menstimulasi mereka agar lebih kreatif.    

Walaupun hampir semua sekolah sudah menyediakan ekstrakurikuler, tetapi masih ada kendala dalam pelaksanaan kegiatannya. Berikut beberapa kendala atau problem kegiatan ekstrakurikuler di sekolah yaitu pertama, kurangnya dana yang dimiliki pihak sekolah dalam membiayai kegiatan ekstrakurikuler. Terbatasnya dana membuat kegiatan ekstrakurikuler tidak berjalan dengan baik. Dana merupakan sumber penting dalam menjalankan suatu  kegiatan, baik kegiatan ekstrakurikuler maupun organisasi.

Kedua, belum memiliki program ekstrakurikuler yang jelas. Program kegiatan merupakan suatu sarana yang harus dimiliki dalam menjalankan kegiatan ekstrakurikuler. Adanya program yang tidak jelas, dapat membuat siswa tidak tertarik dalam mengikuti kegiatan ekstrakurikuler. Seandainya ada program kegiatan yang jelas, maka dapat mempengaruhi pemikiran siswa, agar mengikuti kegiatan ekstrakurikuler.

Ketiga, yaitu banyak guru yang mengajar ekstrakurikuler di berbagai sekolah. Bagi guru yang bisa mengatur waktunya secara konsisten, itu tidak menjadi masalah. Justru itu lebih bagus, karena keahliannya dalam mengembangkan potensi siswa telah terbukti. Yang menjadi permasalahannya yaitu ketidakmampuan guru dalam membagi waktunya. Ini sering terjadi di ekstrakurikuler di bidang keolahragaan. Seperti Volly, Basket, dan lain lain. Ketidakkonsistenan guru dalam mengajar, dapat menghambat potensi Siswa .

Kempat, yaitu tidak ada bimbingan guru akademik yang memberikan arahan kepada muridnya. Tanpa disadari ternyata peran guru pun berpengaruh dalam terlaksanannya kegiatan ekstrakurikuler. Semakin guru memberi bimbingan kepada muridnya untuk ikut kegiatan ekstrakurikuler, maka siswa lama-lama akan berubah pikirannya dan mengikuti kegiatan ekstrakurikuler. Yang jadi permasalahannya yaitu, guru tidak memberi motivasi kepada siswa, bahwa kegiatan ekstrakurikuler itu sangat penting dalam mengembangkan prestasi siswa.

Kelima yaitu belakangan ini masih banyak siswa yang masih malas untuk mengikuti kegiatan ekstrakurikuler. Menurut nya, kegiatan ekstrakurikuler hanya dapat mengganggu konsentrasi belajar siswa saja, dan hanya membuang waktu saja atau tidak ada manfaatnya. Padahal seperti yang kita ketahui bahwa, kegiatan ekstrakurikuler itu mempercepat prestasi siswa.

Dari permasalahan tersebut, Solusi yang tepat untuk mengatasi permasalahan tersebut yaitu, kepada kepala sekolah, harus memperhatikan kompetensi pembina dan pelatih ekstrakurikuler yaitu dengan meninjau kepemilikan sertifikat keahlian dan pengalaman yang dimiliki oleh pembina dan pelatih ekstrakurikuler. Agar dapat melatih siswa dengan semaksimal mungkin dan mampu membawa siswa siswanya menjadi siswa yang berprestasi, baik dibidang akademik maupun diluar akademik.

Kepada pembina dan pelatih ekstrakurikuler, harus memahami atau memperhatikan keterampilan, dan mengoptimalkan bakat, minat, yang dimiliki oleh siswa. Agar pelatih dan pembina, dapat mengetahui sejauh mana kemampuan yang dimiliki oleh siswa, dalam kegiatan ekstrakurikuler. 

Kepada guru pendamping atau wali kelas, dapat menjelaskan kepada siswa bahwa kegiatan ekstrakurikuler itu penting. Karena kegiatan ekstrakurikuler merupakan sarana dalam mengembangkan atau membuktikan kemampuan siswa, sesuai dengan bakat yang dimilikinya.

Kepada siswa yang telah mengikuti kegiatan ekstrakurikuler, dapat menekuni dengan sungguh-sungguh dan lebih aktif dalam menjalani kegiatan ekstrakurikuler yang telah dipilih. Sedangkan bagi siswa yang belum mengikuti kegiatan ekstrakurikuler, diharapkan untuk mengikuti kegiatan ekstrakurikuler secara tepat, sesuai dengan bakat dan minat yang dimiliki. Sehingga kemampuan yang dimiliki dapat berkembang dan meningkat. Agar kelak memiliki kemandirian dan keahlian di luar pendidikan akademik, untuk bekal dimasa yang akan mendatang.

Sekolah perlu menentukan pilihan prioritas kegiatan ekstrakurikuler yang akan diselenggarakan di masing-masing sekolah. Kegiatan ekstrakurikuler harus berdasarkan analisis bakat dan minat dari siswa, serta kemampuan pihak sekolah dalam memenuhi sumber daya yang dibutuhkan untuk menyelenggarakan ekstrakurikuler. Apabila kegiatan ekstrakurikuler berjalan dengan baik, maka pihak sekolah akan mudah mengenali siswanya yang berprestasi. Seandainya ada lomba di tingkat sekolah, maka pihak sekolah, dengan mudah memilih siswa untuk mengikuti ajang lomba tersebut. Dan apabila siswa yang berprestasi di kegiatan ekstrakurikuler, dapat membuat motivasi bagi siswa lainnya.

Pada intinya, kegiatan ekstrakurikuler itu sangat berpengaruh terhadap prestasi akademik siswa. Bukan memperlambat prestasi siswa, justru mempercepat prestasi siswa. Karena dengan adanya kegiatan ekstrakurikuler, siswa lebih memperdalam lagi dalam mencari ilmu. Oleh sebab itu, setiap sekolah harus mewajibkan kegiatan ekstrakurikuler, minimal satu.  Agar mempercepat dan menambahkan prestasi siswa.

 




POST TERKAIT

POST TEBARU