Dobel Manfaat dari Tren Thrift Shop
Tanggal : 18 Oct 2021
Ditulis oleh : ISTIKOMAH YULFA AGUSTIN
Disukai oleh : 0 Orang
Berdasarkan data dari United Nations Environment, setiap tahun industri pakaian menghasilkan sekitar 20% air limbah industri. Sedangkan dari data UNEP menunjukkan bahwa industri pakaian menjadi penyebab atas 10% emisi karbon global tahunan. Hal ini menunjukkan bahwa pencemaran lingkungan yang berasal dari limbah tekstil bukanlah hal yang sepele lagi. Seperti yang terjadi di lautan dimana pencemaran limbah tekstil merupakan suatu hal yang lumrah ditemui belakangan ini.
Pencemaran dari limbah tekstil dapat dipicu oleh dua faktor. Faktor dari produsen maupun dari konsumen. Dalam proses produksi tentu banyak menghasilkan limbah baik padat, cair maupun gas. Hal ini tentu akan mencemari lingkungan. Dari segi konsumen penggunaan pakaian mengikuti zaman bisa mendorong industri untuk memproduksi fast fashion. Padahal fast fashion sendiri bukan merupakan hal yang ramah lingkungan.
Terdapat berbagi upaya yang bisa dilakukkan untuk mengurangi limbah teksil. Salah satunya yaitu dengan membeli pakaian bekas. Dengan membeli pakaian bekas akan menambah umur pemakaian sehingga dapat mengurangi angka pencemaran limbah tekstil. Tren membeli pakaian bekas saat ini sedang menjadi hobi baru para milenial.
Toko pakaian bekas atau biasa disebut dengan thrift shop belakangan ini sangat mudah dijumpai. Apalagi dengan perkembangan teknologi muncul online shop yang mudah diakses. Kemudahan tersebut dapat dimanfaatkan untuk membeli barang yang diinginkan tetapi jauh dari jangkauan. Melihat hal tersebut upaya mengurangi pencemaran limbah teksil menjadi selangkah lebih mudah.
Sebenarnya tren thrift shop bukan merupakan hal yang baru. Tren ini pernah populer pada tahun 1760. Hal ini bermula ketika pakaian memiliki harga yang sangat murah. Sehingga orang-orang menganggap pakaian adalah barang sekali pakai. Hal tersebut membuat pakaian bekas menumpuk sehingga muncul tren thrift shop.
Tren thrift shop di kalangan anak muda tak lepas dari model fashion masa kini. Model fashion vintage menjadi trend remaja saat ini. Model vintage diambil dari model pakaian zaman dulu sehingga terlihat klasik dan elegant. Bukan hanya dari kalangan milenial saja tetapi merambah ke dunia peran banyak artis yang juga menyukai model pakaian vintage.
Pandangan kaum melenial yang sering mencontoh gaya berpakaian para artis dan selebgram menjadi pendorong trend berpakaian vintage. Keinginan untuk selalu mengikuti model berpakaian juga menjadi faktor munculnya trend thrift shop. Dengan thrift shop dapat mempermudah untuk mencari pakaian yang tergolong langka.
Selain karena trend masa kini, thift shop digandrungi karena harganya yang relatif terjangkau. Hal ini tentu memiliki daya tarik tersendiri bagi para pelajar. Ditengah keinginan untuk tampil trendi tetapi keuangan terbatas thrift shop menawarkan solusi. Dengan harga yang relatif terjangkau bisa mendapatkan barang yang bagus dan bermerk.
Banyak orang yang berminat dalam usaha thrift shop. Selain banyak peminat usaha ini juga tidak membutuhkan biaya yang besar. Kemudahan akses dari internet juga sangat menguntungkan bagi penjual. Sehingga mejadi peluang usaha yang menjanjikan ditengah pandemi saat ini.
Dengan maraknya trend thrift shop saat ini banyak manfaat yang dapat dirasakan. Lingkungan yang lebih terjaga dari limbah dan peluang usaha baru ditengah keadaan ekonomi yang menurun. Hal ini dapat menjadi peluang baru untuk membangun lingkungan yang sehat dan meningkatkan peluang usaha dalam rangka memperbaiki keadaan ekonomi.
koran : harian momentum
http://m.harianmomentum.com/read/37120/harian-momentum-edisi-18-oktober-2021