Guru Yang Harus Menyesuaikan Generasi Z dan Hubungan Profesionalisme Guru

Tanggal : 22 Nov 2023

Ditulis oleh : CALINA VERDA TANIA BERTHA

Disukai oleh : 0 Orang

Guru Yang Harus Menyesuaikan Generasi Z dan Hubungam profesionalisme guru

Oleh: Calina Verda Tania Bertha

Mahasiswa Pendidikan Kimia

Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan

UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

 

Guru merupakan seorang pendidik yang berpengaruh besar dalam dunia pendidikan. Oleh karena itu itu peranannya sangat penting dalam pemenuhan standar pendidikan. Pendidikan bukan hanya tentang pengajaran tetapi juga tentang pembentukan kepribadian manusia. Tugas guru mempunyai pengaruh yang besar terhadap terselenggaranya pendidikan menurut Djamarah dalam ( Astori & Kurnawan, 2018), guru adalah seseorang yang menyampaikan ilmu pengetahuan kepada murid-muridnya atau seorang ahli yang mempunyai kemampuan membantu murid-muridnya merencanakan, mengalisis, dan menarik kesimpulan tentang permasalahan yang di hadapunya.

Pendidikan merupakan tumpuan seseorang, pendidikan dapat berdampak pada siswa agar dapat beradaptasi dengan  baik terhadap lingkungannya. Pendidikan akan menciptakan perubahan dalam diri seseorang, yang berguna sesuai dengan potensinya di masyarakat. pendidikan merupakan upaya sadar keluarga, pemerintah dan Masyarakat melalui jenjang pendidikan seperti sekolah (Abdullah et al., 2023)

Secara konsep dan kinerja guru secara umum meliputi aspek kompetensi profesionalisme, kompetensi sosial, kompetensi kepribadian, dan penampilan guru sebagai teladan (Buchari, 2018). Guru dituntut untuk hadir dalam segala aspek profesionalitasnya, karena guru adalah teladan bagi siswanya. oleh karena itu, mereka harus memberi contoh yang baik mengenai perilaku dan Tindakan yang berdampak besar terhadap hasil belajar siswa.

Peran guru diperlukan untuk membantu membimbing keterampilan siswa generasi, guru harus merancang strategi untuk memenuhi standar pendidikan dan mengadaptasi teknologi berdasarkan karakteristik siswa generasi z dan menerapkan sistem pembelajaran yang sesuai. Ketika guru ingin melakukan inovasi baru, guru dapat menerapkan strategi yang dapat membawa perubahan ke arah yang lebih baik (Mustafa et al., 2021). Inovasi tidak terjadi begitu saja , namun juga harus memperhatikan karakteristik siswa, seperti strategi Generasi Z yang tepat untuk diadopsi, seperti teknologi informasi . Dalam situasi pembelajaran , media diartikan sebagai alat bantu pembelajaran , artinya semua jenis media elektronik dan non eletronik adalah media asalkan dapat memberi informasi pembelajarannya (Hidayat, 2021)

Dalam hal ini tentunya menjadi guru harus memenuhi standar profesionalisme guru terlebih dahulu  sebelum memikirkan media pembelajaran untuk generasi gen z. maka dari itu calon pendidik harus memiliki bekal pemahaman terhadap tentang profesionalisme guru. Dengan adanya profesionalisme guru, calon pendidik diharapkan  bisa memenuhi standar pendidikan sesuai pasal 10 ayat (1) Undang-Undang nomor 14 tahun 2005 tentang guru dan dosen yang mengamanatkan  bahwa calon pendidik harus memiliki kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi sosial, dan kompetensi bersifat holistik dan merupakan suatu kesatuan yang menjadi ciri guru profesionalisme.

Ada banyak yang harus dipahami sebagai calon pendidik tentang profesionalisme guru yakni: pengertian guru, guru sebagai profesi, kompetensi seorang guru, kode etik guru, tes menjadi guru dan sertifikasi guru. Berikut pembahasan profesionalisme guru yaitu pertama, pengertian guru menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia “Guru adalah orang yang pekerjaannya (mata pencaharianya, profesinya) mengajar”. Dalam UU RI no. 20 tahun 2003 tentang sistem pendidikan  Nasional menegaskan bahwa: pendidik merupakan tenaga professional yang bertugas merencanakan dan melaksanakan proses pembelajaran, menilai hasil pembelajaran. Melakukan pembimbingan, pelatihan, serta melakukan penelitian dan pengabdian kepada Masyarakat, terutama bagi pendidik pada perguruan tinggi.

Kedua, guru sebagai profesi biasanya sebutan “profesi” selalu dikaitkan dengan pekerjaan atau jabatan yang di pegang oleh seseorang, akan tetapi tidak semua pekerjaan disebut profesi karena profesi menuntut keahlian para pemangkunya. Hal ini mengandung arti bahwa suatu pekerjaan atau jabatan yang disebut profesi tidak dapat dipegang oleh sembarang orang, akan tetapi memerlukan persiapan melalui pendidikan dan pelatihan yang dikembangkan khusus umtuk itu.

Ketiga, untuk mendeteksi sejauh mana guru mempunyai kompetensi , maka diperlukan adanya indikator-indikator yang dapat teramati dan terukur. Dalam jenis kompetensi tertentu akan dapat diketahui dengan mengacu pada kritetia keberhasilan seorang guru dalam mengajar. Guru professional adalah guru yang menguasai beberapa kompetensi (pengetahuan, keterampilan dan perilaku yang harus di miliki ) dikuasai oleh guru dalam melaksanakan tugas ke profesionalannya. Berdasarkan Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen pada Bab IV Pasal 10 ayat 91), yang menyatakan bahwa kompetensi guru meliputi kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi sosial, dan kompetensi professional yang diperoleh melalui pendidikan profesi. Ada sepuluh kompetensi guru menurut proyek pembinaan pendidikan guru, yakni:

  1. Menguasai bahan
  2. Mengelola program belajar mengajar
  3. Mengelola kelas
  4. Menggunakan media atau sumber belajar
  5. Menguasai landasan kependidikan
  6. Mengelola interaksi belajar-mengajar
  7. Menilai prestasi belajar
  8. Mengenal fungsi dan layanan bimbingan penyuluhan
  9. Mengenal dan menyelenggarakan administrasi sekolah
  10. Memahami dan menafsirkan hasil penelitian guna keperluan pengajaran

dari sepuluh kompetensi di atas hanya mencakup dua bidang kompetensi guru yakni kompetensi kognitif dan kompetensi perilaku.

            Keempat, kode etik guru adalah norma atau aturan. Fungsi kode etik yaitu seperangkap prinsip dan norma moral yang melandasi pelaksanaan tugas dan layanan professional guru dalam hubungannya  dengan peserta didik, orang tua/wali murid, sekolah dan rekan seprofesi.

            Kelima, ada beberapa bentuk tes menjadi guru yaitu tes tulis, tes psikotes, tes hafidz (tergantung sekolah, biasanya sekolah dibawah naungan kementrian agama, misalnya SDIT, SMPIT, SMAIT), tes Kesehatan, dan wawancara.

            Keenam, sertifikasi guru adalah proses pemberian sertifikat pendidik untuk guru dalam jabatan dan diselenggarakan oleh perguruan tinggi yang menyelenggarakan program pengadaan tenaga kependidikan yang terakreditasi dan ditetapkan oleh Menteri pendidikan nasional.

            Dari pembahasan diatas mengenai profesionalisme guru, pentingnya harus mengikuti perkembangan jaman karena guru harus mampu menyesuaikan dirinya dengan perbedaan era karakter seorang guru dan anak didik. Maka dari itu seorang pendidik dituntut harus bisa menggunakan teknologi untuk media pembelajaran.

            Peran pertama seorang guru adalah mampu mempersiapkan siswanya agar mampu memperoleh keterampilan pada era mereka. Seorang guru harus mampu menghadapi berbagai bidang, terlatih dalam pedagogi termasuk inovasi baru dalam belajar-mengajar, memahami psikologi pembelajaran dan memiliki keterampilan konseling, mengikuti perkembangan untuk dapat menggunakan media dan inovasi teknologi, harus menggunakan nilai-nilai yang bisa membentuk pribadi berakhlak yang mulia (Arsyad, 2021).

            Tujuan utama dari guru yang harus menyesuaikan gen Z adalah memberdayakan siswa untuk belajar dan mendukung mereka untuk berkembang menjadi pelajar yang aktif dan mandiri. Peran penting seorang guru bagi generasi Z adalah menjadi teladan rasa percaya diri, keterbukaan, ketekunan dan komitmen kepada siswanya dalam menghadapi keragu-raguan atau keraguan pada masanya. Menurut tarihoran dalam (Arsyad, 2021).

Tahun lahir

Nama Generasi

1925-1946

Veteran generation

1946-1960

Baby boom generation

1960-1980

X generation

1980-1995

Y generation

1995-2021

Z generation

2012 +

Alfa generation

Tabel 1. Perkembangan kelompok generasi

Keenam kelompok generasi tersebut mempunyai karakteristik yang berbeda-beda. Sebagian besar guru berada pada generasi x yang artinya cara belajar-mengajar guru dengan peserta sangat berbeda. Guru harus bersiap menghadapi perubahan yang akan dihadapi jika tidak bisa terus-menerus beradaptasi perubahan zaman menyebabkan sistem pedidikan lemah dan belum dapat memenuhi standar Pendidikan yang ditetapkan. Menghadapi generasi Z harus ada pendekatan baru yang disesuaikan dengan karakteristik mereka, seperti tambahan pengetahuan tentang digital finansial education (Arsyad, 2021).

            Selain mampu menciptakan Teknik, metode, pendekatan, dan model pembelajaran, seorang guru perlu mempunyai pengetahuan untuk menyongkong aktifitas pembelajaran (Zulhafizh, 2021). Seorang guru membutuhkan keterampilan dalam dalam menghadapi karakteristik peserta didik gen Z, ada 5 kategori keterampilan yang dibutuhkan oleh seorang guru yakni: (1) dapat memberikan sarana dan memotivasi peserta didik belajar, (2) merencanakan dan memperbanyak pengalaman belajar diera digital, (3) sebagai contoh bagi peserta didik, cara belajar dan cara kerja digital, (4) menyongkong dan sebagai contoh tanggung jawab masyarakat digital, (5) mengikuti partisipasi dalam pengembangan profesionalitas.

             Sebagai seorang guru harus mampu mengembangkan diri supaya bisa mengajar dengan kreatif, inspiratif dan cerdas, sehingga mempunyai keunggulan dalam menghadapi tantangan zaman yang semakin kompleks dan dibutuhkan guru yang inspiratif dalam mengajar pembelajaran (Sutarman et al., 2019). Peran seorang guru dalam membimbing sangat dibutuhkan untuk menghadapi karakter gen Z . siswa generasi Z harus mendapat banyak perhatian karena secara genetik rentan kehilangan motivasi belajar, mereka tumbuh dan kembang di era teknologi. Guru adalah pendidik dan pembimbing, mendidik dengan menanamkan nilai-nilai melalui sikap, perilaku, dan materi pada diri peserta didik (Aidilla, 2017).

            Peran guru generasi Z dalam memenuhi standar Pendidikan adalah guru harus mampu beradaptasi dengan generasi yang dihadapinya dan menunjukan semangatnya dengan menunjukan kemampuan dibidang teknologi. Untuk mencegah siswa generasi Z kehilangan motivasi belajar, makan peran guru adalah menjadi guru yang kreatif, inovatif, dan memenuhi star Pendidikan.




POST TERKAIT

POST TEBARU