HAMBATAN BELAJAR MUNCUL DARI PERMASALAHAN INTERNAL SISWA
Tanggal : 06 Nov 2023
Ditulis oleh : NAILUL ILMA NAFIA
Disukai oleh : 0 Orang
Pendidikan adalah upaya sadar untuk mempersiapkan peserta didik melalui kegiatan pengajaran, pengajaran, atau pelatihan untuk perannya di masa depan. Pendidikan penting bagi anak-anak, orang dewasa dan masyarakat. Pendidikan memberi orang pengetahuan tentang dunia di sekitar mereka dan mengubahnya menjadi lebih baik. Mengembangkan cara pandang seseorang terhadap kehidupan, membantu membentuk pandangan dan visi tentang berbagai hal dalam hidup. Pendidikan nasional mempunyai fungsi mengembangkan kemampuan, membentuk watak dan peradaban bangsa yang bermartabat mencerdaskan kehidupan negara, mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan mengabdikan dirimu kepada Tuhan Yang Maha Kuasa. Seseorang yang berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri serta menjadi warga negara yang bertanggung jawab dan demokratis.
Proses pembelajaran ialah salah satu aspek dari lingkungan sekolah yang terorganisir. Lingkungan ini dibingkai dan diatur sedemikian rupa agar proses pembelajaran bergerak menuju tujuan yang telah ditetapkan. Namun dalam proses pembelajaran, kegiatan belajar tidak selalu berhasil, sering kali terdapat kegagalan atau kesulitan belajar yang dihadapi siswa. Kesulitan belajar muncul karena siswa tidak mampu menghubungkan pengetahuan baru dengan pengetahuan lama sehingga menimbulkan kesalahpahaman atau ketidakjelasan pelajaran. Kesulitan belajar merupakan suatu keadaan dimana individu mengalami kesulitan dalam melakukan kegiatan belajar. Banyak hal yang menyebabkan individu mengalami kesulitan dalam belajar. Kesulitan belajar tidak hanya berkaitan dengan tingkat kecerdasan individu tetapi juga karena individu tersebut mengalami kesulitan dalam menguasai keterampilan belajar dan menyelesaikan tugas yang diberikan.
Kegiatan pembelajaran merupakan hal yang penting dan harus diperhatikan secara matang untuk menjamin siswa dapat memahami dan menyerap materi pelajaran secara maksimal. Namun, pada kenyataannya sering kali kendala dan permasalahan muncul dalam kegiatan pembelajaran sehingga menyulitkan siswa untuk mencapai hasil belajar yang optimal. Kondisi lingkungan siswa akan sangat mempengaruhi kegiatan belajarnya. Apabila lingkungan belajar seorang siswa tidak nyaman tentu akan menjadi hambatan dalam belajar. Oleh karena itu, lingkungan belajar harus diciptakan senyaman mungkin agar pembelajaran dapat optimal. Berada dalam lingkungan yang mendukung akan sangat membantu siswa dalam memahami dan mempelajari materi. Namun, apabila semua hal tersebut telah dilakukan dengan baik dan siswa masih mengalami kesulitan dalam proses belajar mengajar, maka permasalahannya mungkin terletak pada siswa itu sendiri. Selan itu faktor yang dapat menghambat belajar siswa bukan hanya kondisi dan lingkungan belajar tetapi juga faktor internal siswa itu sendiri. Faktor belajar internal merupakan faktor yang berasal dari dalam diri peserta didik itu sendiri, meliputi kondisi biologis, fisiologis, dan psikologis peserta didik, mulai dari minat, bakat, kecerdasan hingga motivasi belajar, praktik peserta didik. Hambatan dalam belajar yang berasal dari peserta didik itu sendiri memang sulit untuk diatasi, karena yang mampu mengubahnya hanyalah peserta didik itu sendiri.
Dalam kegiatan belajar itu sendiri, motivasi pribadi sering diwujudkan dalam bentuk ketangguhan atau ketekunan dalam belajar, keikhlasan dalam memperhatikan isi mata pelajaran, keikhlasan dan kesabaran dalam mengerjakan pekerjaan rumah, dan lain-lain. Namun hal tersebut tidak terjadi pada siswa yang mengalami kesulitan belajar, Siswa terlihat tidak tahan belajar lebih lama, kurang serius dalam memperhatikan isi mata kuliah, bosan, dan kurang serius dalam mengerjakan tugas dan siswa menunjukkan kurangnya konsentrasi dalam belajar. Ciri-ciri siswa yang mengalami kesulitan belajar dapat diungkapkan dari beberapa ciri berupa kebiasaan atau behavioral dalam kehidupan sehari-hari, tuturan dan bahasa serta kemampuan intelektual dan prestasi sekolah. Artinya kecenderungan seorang siswa mengalami kesulitan belajar dilihat dari keterampilan berpikir kognitif, sikap sehari-hari di sekolah dan keterampilan atau perilaku ketika mengikuti kegiatan pembelajaran, praktek dan belajar.
Motivasi belajar dapat diamati pada minat dan perhatian siswa terhadap pelajaran, semangat dan rasa percaya diri dalam menyelesaikan tugas belajar, tanggung jawab siswa dalam melaksanakan tugas belajar, reaksi ekspresif terhadap rangsangan yang diberikan guru, dan emosi siswa. kegembiraan dan kepuasan dalam melaksanakan tugas belajar. Motivasi sangatlah penting karena orang yang tidak termotivasi untuk belajar tidak akan mampu melakukan kegiatan belajar. Setiap perubahan selalu didorong oleh motivasi. Misalnya saja belajar dipengaruhi oleh motivasi individu untuk belajar.
Berdasarkan pernyataan diatas dapat disimpulkan bahwa motivasi sangat diperlukan karena orang yang tidak termotivasi untuk belajar tidak akan mampu melakukan kegiatan belajar. Setiap perubahan selalu didorong oleh motivasi. Misalnya saja belajar dipengaruhi oleh motivasi individu untuk belajar. Motivasi diperlukan bagi individu untuk mencapai tujuan pembelajaran , khususnya keberhasilan akademik.
http://app.harianmomentum.com/read/49982/harian-momentum-edisi-2-november-2023
POST TEBARU
- Kimia untuk Kehidupan, Bukan Sekedar Nilai Ujian
- Telaah Kritis terhadap Perubahan Kurikulum di Indonesia: Transformasi Pembelajaran atau Pergantian Program Kerja?
- Juara 3 lomba bola volly
- Simfoni Keberagaman Mengalun Damai di Tanah Pendidikan dan Kebudayaan hvs
- Whoos Ambisi Modernisasi dan Beban Finansial