Kartini Milenial Perangi Paham Radikal

Tanggal : 23 Apr 2021

Ditulis oleh : NURUL UMAH

Disukai oleh : 0 Orang


         Perjuangan Kartini nyatanya memberi pengaruh besar hingga sekarang. Saat ini perempuan di Indonesia telah mendapat hak pendidikan setara dengan laki-laki. Emansipasi wanita yang ia pelopori juga berdampak pada kehidupan wanita saat ini. Dimana wanita sekarang diperbolehkan untuk menjadi pemimpin. Namun, di era digital ini semangat emansipasi Kartini semakin pudar. Pasalnya, kebanyakan wanita milenial belum paham bagaimana menerapkan emansipasi dengan tindakan nyata. Serta beranggapan bahwa untuk menjadi Kartini harus berjuang untuk hak-hak perempuan kala itu. Jadi, mereka bingung bagaimana cara meneruskan semangat emansipasi Kartini di zaman sekarang.
        Makna sebenarnya dari emansipasi adalah bagaimana wanita dapat berkembang maju dari waktu ke waktu tanpa kehilangan jati dirinya. Kini semangat emansipasi dapat diwujudkan dengan menjadi Kartini versi milenial. Kartini versi milenial harus mampu membawa perubahan ke arah yang positif untuk masyarakat. Kemudian, apa yang dapat kita lakukan sebagai kartini milenial untuk membawa perubahan di tengah masyarakat ? Tentunya, kita harus menjadi kartini milenial yang dibutuhkan masyarakat. Hal yang paling dibutuhkan masyarakat saat ini adalah kartini yang mampu menangkal paham-paham radikalisme. 
         Maraknya radikalisme di tengah masyarakat mengharuskan kita untuk selalu waspada. Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) menyebutkan bahwa indeks potensi radikalisme tahun 2020 mencapai 14%. Meskipun, angka ini menurun dibandingkan tahun 2019, tetapi kita juga tidak boleh lengah. Pasalnya, pengetahuan masyarakat yang minim akan mudah terjerumus paham radikal. Karena tanpa kita sadari benih-benih radikalisme tumbuh di sekitar kita. Sebagai kartini milenial kita harus mampu mengedukasi masyarakat mengenai bahaya radikalisme. Sebab, sebagian besar masyarakat belum tahu betul apa itu radikalisme. 
        Selain itu, kita dapat mengadakan kampanye online anti radikalisme dalam upaya memberantas paham-paham radikal. Kampanye online ini merupakan solusi paling efektif karena saat ini kita hidup di era digital. Hampir setiap orang memiliki media sosial. Hal ini memudahkan kita karena konten-konten anti radikal akan mudah tersebar luas di masyarakat. Bahkan masyaratakat dari berbagai kalangan masyarakat baik anak-anak maupun orang dewasa dapat melihat kampanye anti radikalisme ini. Dengan demikian, pikiran masyarakat akan terbuka akan bahaya paham radikalisme. Di dalam kampanye tersebut juga harus disisipkan tindakan-tindakan apa yang harus dilakukan masyarakat agar terhindar dari paham radikal. 
         Untuk di daerah-daerah pelosok yang belum terjamah teknologi. Kita dapat menggunakan media cetak seperti koran dan brosur. Sebagai kartini milenial kita harus mampu memanfaatkan semua media untuk membawa masyarat menuju perubahan. Kita dapat lebih giat menulis di media cetak mengenai radikalisme. Agar dapat dibaca oleh masyarakat khususnya yang berada di luar jawa. Dengan demikian, baik masyarakat di perkotaan maupun pedesaan dapat bersama-sama menangkal paham radikalisme yang berada di sekitarnya. Karena radikalisme merupakan sesuatu yang berbahaya dan mengancam keutuhan NKRI. Apabila  dibiarkan dapat menimbulkan disintegrasi bangsa dari dalam sehingga harus diberantas sejak dini. 
         Marilah kita peringati hari Kartini ini dengan meneruskan semangat perjuangannya. Salah satunya dengan menjadi kartini milenial yang bermanfaat bagi masyarakat. Menjadi pelopor perubahan di tengah masyarakat untuk bersama-sama membawa Indonesia maju. Serta mempertahankan keutuhan NKRI dari paham-paham radikal. kita adalah generasi penurus Kartini sudah sepatutnya kita menruskan perjuangannya. Berjuang sesuai dengan profesi kita masing-masing dengan bekerja keras dan hidup mandiri tanpan bergantung kepada siapapun. Sebagai pelajar kita harus rajin belajar dan menuntut ilmu dimana saja. Ilmu tersebut kita gunakan untuk mengedukasi masyarakat agar tidak mudah terpengaruh oleh paham-paham radikal yang bertentangan dengan pancasila.

Koran : Mata Banua

E-Paper : https://drive.google.com/file/d/16JLFiBMqU7n89uAR3Om-LMNEaZykDxYF/view?usp=drivesdk

 




POST TERKAIT

POST TEBARU