Konsep Memerdekakan Manusia Terhadap Realitas Pendidikan Saat Ini

Tanggal : 21 May 2021

Ditulis oleh : ALFANDI AHMAD

Disukai oleh : 0 Orang

Setiap tanggal 2 mei di peringati sebagai hari pendidikan nasional, hal ini dilakukan sebagai bentuk memperingati kelahiran serta menghormati jasa dari Ki Hadjar Dewantara. Beliau lahir pada tanggal 2 mei 1889 di Pakualaman, Yogyakarta dengan nama kecil Raden Mas Soewardi Soerjaningrat. Kutipannya yang terkenal yaitu Ing Ngarsa Sung Tulada, Ing Mady Mangun karsa, Tut Wuri Handayani. Yang mana dapat diartikan bahwa guru di depan memberikan contoh atau sebagi panutan, di tengah membangun kemauan atau niat dan dibelakang memberikan dorongan atau semangat.

Beliau merupakan salah seorang pejuang yang berintelektual tinggi hal ini dibuktikan ia mendapatkan beasiswa untuk bersekolah kedokteran di Batavia. Dimana dia adalah salah satu pribumi yang mendapatkan kesempatan untuk menimba ilmu padahal pada saat itu kaum pribumi tidak mudah untuk bersekolah. Selain cerdas, beliau merupakan sosok yang pemberani dikarenakan ia berani untuk mengkritik pemerintahan kolonial pada saat itu yang mengakibatkan pada akhirnya ia harus di keluarkan dari kampus.

Usahanya untuk mengkritik pemerintahan yang ia anggap tirani tidak berhenti saat itu juga, lalu ia memutuskan untuk menjadi wartawan. Ki Hajar Dewantara pernah menjadi penulis di sejumlah surat kabat seperti Oetoesan Hindia, Midden Java, Soeditomo, De Express, Kaoem Moeda, Tjahaja Timoer, dan Poesara. Akan tetapi tulisan nya dianggap menentang pemerintahan kolonial pada saat itu sehingga akhirnya di buang ke Belanda. Di Amsterdam Ki Hajar terus belajar, dan setelah pulang ke indonesia ia mendirikan taman sisiwa dimana kurikulumnya digunakan dari darinya sendiri

Menurut Ki Hajar Dewantara tujuan dari pendidikan adalah memerdekakan manusia. Maksud dari manusia merdekan menurut Ki Hajar Dewantara ada dua yaitu selamat raganya dan bahagia jiwanya. Konsep ini sebenarnya dapat di terima secara universal atau umum di berbagai bidang yang ada mulai dari agama, filsafat, sampai ilmu pengetahuan moderen bahwasannya tujuan manusia hidup di dunia adalah untuk mencari keselamatan serta kebahagian di dunia dan di akhirat.

Kebanyakan dari orang kurang memahami bagaimana cara untuk memperoleh keselamatan dan kebahagiaan tersebut, dikarenakan tidak ada yang mengajarkan hal tersebut bahkan di sekolah pun tidak mengajarkan konsep ini, padahal menurut Ki Hajar Dewantara pendidikan harusnya memerdekakan manusia sehingga dapat menghasilkan manusia yang selamat dan bahagia. Mengetahui cara untuk mengukur besar gravitasi, memecahkan permasalahan matematika, ataupun dapat menghitung kecepatan laju reaksi pada proses kimia belum tentu dapat membantu untuk manusia menemukan keselamatan dan kebahagiaan. Maka dari itu sangat penting manusia mengetahui bagaimana caranya medapatkan keselamatan dan kebahagiaan walaupun hal tersebut tidak diajarkan di bangku sekolah.

Ki Hajar Dewantara percaya bahwa pendidikan memiliki tiga peran penting yaitu yang pertama adalah memajukan dan menjaga diri. Kedua, memelihara dan menjaga bangsa. Dan yang ketiga adalah memelihara dan menjaga dunia, Ki Hajar Dewantara menyebutnya sebagai filosofi Tri Rahayu. Dimana ia percaya bahwasannya semua terhubung dan berkontribusi pada kepentingan yang lebih besar. Saat seseorang memerdekakan dirinya menjadi manusia yang bahagia akan menghasilkan lingkungan yang lebih baik juga, lingkungan yang lebih baik akan memajukan suatu daerah, daerah yang maju maka negara juga akan ikut maju, dan negara yang maju akan membuat dunia lebih baik dan damai. Memerdekakan satu manusia adalah langkah awal untuk mewujudkan dunia yang lebih baik.

Pendidikan itu haruslah memiliki sifat kontinu, konvergen, dan konsentris. Kontinyu berarti berkelanjutan, dimana apa yang telah dicapai pada hari ini adalah hasil dari apa yang sudah dipelajari dari masa lalu. Dihitung semenjak lahir ke dunia sampai kemarin, dan hari ini akan menjadi masa lalu untuk digunakan sebagai pembelajaran terus menerus sepanjang hidup sehingga akan selalu ada cara lain untuk menjadi lebih baik dari pada hari ini. Konvergen artinya ilmu itu harus diperoleh dari berbagai sumber, reverensi yang beragam akan menambah wawasan yang lebih luas dan pikiran yang terbuka. Dan yang terakhir adalah konsentris, belajar boleh berasal dari luar akan tetapi harus di sesuaikan dengan identitas dan konteks yang ada di hidup setiap masing-masing individu.

Dari hal tersebut dapat diketahui bahwasannya ada yang lebih esensial dipelajari dalam kehidupan namun tidak dibahas di sekolah secara mendalam yaitu bagaimana memerdekakan manusia. Pendidikan haruslah mencakup seluruh aspek pembelajaran, baik itu tentang keilmuan ataupun nilai moral. Pendidikan saat ini lebih terpaku untuk mengejar manusia yang cerdas secara materi, mengaharuskan untuk menghafal banyak buku, mendapatan peringkat sehingga menyebabkan seseorang lupa untuk caranya bahagia. Maka dari itu pentingnya pengimplementasian konsep memerdekakan manusia dalam konteks pendidikan pada saat ini. Hal yang paling penting saat ini adalah bukan tentang menjadi siapa yang lebih baik namun bagaimana untuk dapat berkembang bersama menuju kehidupan yang lebih baik.

Untuk itu maka hal yang paling penting yang dilakukan adalah jangan lupa belajar bagaimana untuk bahagia. Ketika kita sudah memngembangkan diri maka lingkungan akan ikut bekembang dan akan berpengaruh juga terhadap diri dan manusia yang lainnya menjadi lebih baik lagi. Belajar itu seumur hidup maka ambilah dari berbagai sumber dan sesuaikan dengan konteks kehidupan yang ada.

Koran Penerbit : Mata Banua

Link : https://matabanua.co.id/2021/05/20/e-paper-harian-pagi-mata-banua-kamis-20-mei-2021/




POST TERKAIT

POST TEBARU