Kunci Menjadi Mahasiswa Produktif Adalah Manajemen Waktu yang Baik

Tanggal : 14 Dec 2022

Ditulis oleh : MILLARI CINDI ALFINSA

Disukai oleh : 0 Orang

Kunci Menjadi Mahasiswa Produktif Adalah Manajemen Waktu yang Baik

Oleh: Millari Cindi Alfinsa

Mahasiswa Pendidikan Kimia

Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan

UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Sebagai seorang mahasiswa yang mengenyam pendidikan di bangku perkuliahan, tentunya memiliki banyak kegiatan yang dilakukan. Entah itu kegiatan akademik maupun non-akademik. Mahasiswa disibukkan dengan berbagai macam kegiatan yang banyak menghabiskan waktu mereka. Dalam bidang akademik mahasiswa sering menghabiskan waktunya untuk mengikuti pembelajaran di kampus atau bekerja kelompok. Banyak pula dari mereka yang ikut serta dalam proyek bersama dosen.

Sementara itu, di bidang non-akademik mahasiswa biasanya menghabiskan waktunya untuk kegiatan organisasi, workshop, atau event kepanitiaan tertentu. Tak jarang juga mahasiswa yang kuliah pada pagi hari namun sore atau malam harinya juga bekerja. Belum lagi kegiatan yang ada di rumah yang menjadi tanggung jawab mereka. Serta juga tugas-tugas yang harus dikerjakan sebelum tenggatnya. Kegiatan-kegiatan tersebut tentunya banyak menyita waktu mereka.

Terlalu banyaknya kegiatan terkadang membuat mahasiswa lupa terhadap tugas kuliah atau tanggung jawab lainnya. Hal ini tentu saja membuat semuanya menjadi terbengkalai. Banyak tugas-tugas kuliah yang terlewatkan karena sibuk dengan kegiatan organisasi. Banyak juga mahasiswa yang menunda tugas kuliahnya karena dihadapkan dengan kesibukan lainnya. Hal ini pada akhirnya membuat tugas menumpuk di akhir waktu. Ketika mahasiswa menunda untuk mengerjakan tugas, waktu yang digunakan untuk menyelesaikannya hanya sedikit.

Dengan waktu yang singkat tersebut, membuat mahasiswa tergesa-gesa dan bekerja di bawah tekanan dan pada akhirnya menimbulkan stress. Mengerjakan tugas berdekatan dengan deadline membuat mahasiswa tidak bisa lagi mengambil jeda untuk istirahat karena minimnya waktu. Pada akhirnya rasa cemas timbul dan berdampak pada hilangnya konsentrasi dan fokus. Hal ini tentu saja semakin memperparah tekanan atau stress bagi mahasiswa. Jika stress ini tidak dikelola dengan baik, tentu saja akan berdampak pada penurunan kinerja akademik.

Stress juga dapat berdampak pada kesehatan fisik mahasiswa. Kesehatan fisik akan terganggu karena kurangnya istirahat akibat aktivitas yang terlalu padat. Biasanya, mahasiswa begadang pada malam hari untuk mengerjakan tugasnya. Jika hal ini dibiasakan, mahasiswa akan lebih mudah tumbang atau terserang penyakit karena penurunan sistem imun tubuh, menyebabkan depresi, atau bahkan kematian akibat serangan jantung.

Oleh sebab itu, di tengah banyaknya aktivitas dan tanggung jawab seorang mahasiswa, perlu dilakukan manajemen waktu yang baik agar setiap kegiatan dapat berjalan dengan kondusif. Hal ini akan membuat mahasiswa menjadi lebih produktif sehingga setiap aktivitas yang dilakukan dapat bermanfaat bagi dirinya sendiri maupun sekitarnya.

Manajemen waktu merupakan segenap langkah guna mengatur dan mengelola waktu dengan sebaik-baiknya sehingga mampu mencapai tujuan yang diharapkan. Manajemen waktu dilakukan dengan menggunakan waktu seefektif dan seefisien mungkin  melalui sebuah perencanaan. Mahasiswa harus memiliki manajemen waktu yang baik agar setiap aktivitasnya dapat selesai sesuai tujuan, tidak ada hal-hal yang terlewatkan maupun terbengkalai, tidak membuang-buang waktu, dan menjadi lebih produktif. Selain itu, manajemen waktu yang baik akan memberikan dampak yang baik pula terhadap kinerja akademik mahasiswa.

Untuk melakukan manajemen waktu yang baik, mahasiswa dapat memulainya dengan berbagai cara. Pertama, mahasiswa perlu membuat jadwal kegiatan. Jadwal kegiatan berisi daftar kegiatan beserta waktunya yang bisa dicatat di kertas, buku, kalender, atau smartphone. Dengan demikian tidak ada hal-hal yang terlewatkan dan aktivitas yang dilakukan menjadi lebih terstruktur.

Kedua, membuat skala prioritas. Hal ini dapat dilakukan dengan mengurutkan aktivitas atau tugas mana yang  harus dikerjakan terlebih dahulu sesuai dengan tenggat waktunya. Apabila terdapat beberapa kegiatan dalam waktu yang sama, mahasiswa perlu memilih kegiatan mana yang lebih penting untuk dilakukan dan dapat mengalokasikan kegiatan lainnya di waktu yang berbeda.

Ketiga, membuat sub-sub kegiatan dari setiap kegiatan dan membuat target waktu. Apabila sub-sub kegiatan tersebut sudah selesai dilakukan, dapat diberi tanda checklist. Hal ini bertujuan agar kegiatan yang seharusnya selesai pada waktu tertentu tidak berlarut-larut. Misalnya, ketika mahasiswa mengerjakan tugas dengan target waktu 2 jam, maka tugas tersebut diusahakan selesai tepat waktu sehingga tidak akan mengganggu kegiatan yang selanjutnya.

Keempat, fokus pada satu kegiatan yang sedang dilakukan. Salah satu hambatan yang menyebabkan kegiatan tidak kunjung selesai adalah karena seseorang melakukan lebih dari satu aktivitas atau sering disebut dengan multitasking. Selesaikan suatu kegiatan terlebih dahulu sebelum lanjut pada kegiatan yang selanjutnya. Artinya, dilakukan secara bertahap. Misalnya, ketika mahasiswa sedang bekerja dalam suatu organisasi dan diberi beberapa tanggung jawab, maka perlu mengerjakan A terlebih dahulu hingga selesai sebelum beralih mengerjakan yang B. Hal tersebut dilakukan agar pekerjaan dapat selesai dengan cepat dan tepat.

Hentikan menunda-nunda. Cara yang keempat ini dilakukan agar mahasiswa tidak semakin terbebani dengan tugas-tugas atau tanggung jawab yang ada. Karena apabila ditunda, maka hal-hal tersebut menjadi semakin menumpuk dan tak kunjung selesai. Hal ini dapat menyebabkan stress, cemas, hilang fokus, hilang ide, dan tentunya berdampak pada kegiatan yang lainnya.

Terakhir, dalam menjalankan setiap kesibukan yang ada, mahasiswa dapat mengambil jeda atau bersantai agar tetap balance. Bersantai yang dimaksud bukan berarti malas. Namun, meluangkan waktu sejenak setelah lelah beraktivitas agar tidak stress. Hal ini bisa dilakukan dengan refreshing, berolahraga, bermain game, pergi bersama teman, dan sebagainya.

Dengan manajemen waktu yang baik, mahasiswa dapat mengendalikan setiap aktivitasnya sehingga lebih terstruktur. Hal ini memungkinkan mahasiswa untuk bekerja lebih cerdas, bukan bekerja lebih keras dalam mencapai tujuan. Tentunya akan semakin banyak waktu luang untuk mengerjakan kegiatan yang selanjutnya sehingga tidak tergesa-gesa. Mahasiswa juga akan mendapatkan lebih banyak energi dan motivasi ketika memiliki banyak waktu. Dengan mengatur waktu secara efektif, kegiatan mahasiswa dapat selesai dengan cepat dan terorganisir sehingga hal ini akan mengubah mindset dan pribadi mahasiswa menjadi mahasiswa yang produktif. Ingatlah bahwa waktu adalah uang, maka manfaatkan waktu dengan sebaik-baiknya.

https://harianmomentum.com/read/45018/harian-momentum-edisi-14-desember-2022




POST TERKAIT

POST TEBARU