Mengatasi Pembelajaran Daring yang Garing dan Boring

Tanggal : 22 Oct 2021

Ditulis oleh : ISNAINI RAHMADHANI

Disukai oleh : 1 Orang

Mengatasi Pembelajaran Daring yang Boring dan Garing

Pada saat ini, situasi pandemi Covid-19 masih menyelimuti negara Indonesia. Covid-19 merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus Severe Acute Respiratory Syndrome Corona Virus 2 (SARS-CoV-2) yang dapat menyebabkan gangguan pada sistem pernapasan. Virus Covid-19 sendiri pertama kali ditemukan di kota Wuhan, China pada akhir bulan Desember 2019. Virus ini kemudian menular dengan sangat cepat dan menyebar ke hampir semua negara, termasuk Indonesia. Virus ini juga bisa menyerang kepada siapa saja misalnya, bayi, anak-anak, remaja, orang dewasa, lansia (lanjut usia), ibu hamil, maupun ibu menyusui.

Seperti yang dilansir dari laman news.detik.com, data perkembangan penyebaran Covid-19 dipublikasikan oleh Humas BNPB, Kamis (14/10/2021). Dengan penambahan 1.053, total kasus positif corona di Indonesia sejak pertama kali pada bulan Maret 2020 hingga hari ini berjumlah 4.232.099 kasus. Dari jumlah tersebut, sebanyak 19.852 merupakan kasus yang aktif. Kasus aktif adalah pasien yang dinyatakan masih positif corona hingga hari ini. Kasus aktif Covid-19 hari ini turun 699 dari hari sebelumnya. Untuk kasus kematian corona di Indonesia hingga hari ini berjumlah 142.848 kasus.

Pandemi Covid-19 ini memberikan dampak atau imbas yang sangat besar pada kehidupan dan kegiatan sehari-hari terutama bagi dunia pendidikan. Seluruh kegiatan belajar mengajar pun harus dilakukan secara online atau daring yang menuntut kita melakukan kegiatan belajar secara mandiri di rumah. Pihak sekolah juga sudah mulai mengubah metode pembelajaran yang awalnya tatap muka sekarang menjadi pembelajaran non-tatap muka atau yang lebih sering kita sebut sebagai pembelajaran daring (dalam jaringan).

Dikarenakan juga prinsip kebijakan pendidikan di masa pandemi Covid-19 yaitu mengutamakan keselamatan para peserta didik, para pendidik, keluarga, dan masyarakat lainnya, maka dilaksanakannya pembelajaran daring guna mengurangi atau memutus rantai penyebaran Covid-19 yang kini sudah menyebar luas. Hal ini sesuai dengan surat edaran Nomor 4 Tahun 2020 dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia yang menyatakan tentang Pelaksanaan Kebijakan Pendidikan dalam Masa Darurat Penyebaran Covid-19.

Pembelajaran daring merupakan pembelajaran langsung antara guru dan siswa tetapi dilakukan secara online dengan media handphone dan laptop. Pembelajaran ini menerapkan model yang berbasis internet misalnya dengan menggunakan aplikasi WhatsApp, Telegram, Google Classroom, Zoom, Google Meet, dan lain-lain.

Menurut Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Nahdiana, dalam pembelajaran daring ini tentu memberikan dampak positif dan negatif bagi kita yang melakukannya. Dampak positif pembelajaran daring yang dapat kita rasakan yaitu yang pertama, anak memiliki banyak waktu di rumah bersama keluarga. Kedua, anak peka dan beradaptasi dengan perubahan. Ketiga, anak harus mengeksplorasi teknologi. Dan yang keempat sebagian anak merasa nyaman belajar dari rumah karena tak ada yang mengganggu.

Sedangkan dampak negatifnya yaitu pertama, anak beresiko putus sekolah karena kurangnya biaya dan terpaksa bekerja demi membantu orang tua. Kedua, menurunnya tingkat pencapaian belajar anak. Ketiga, anak berisiko kehilangan pembelajaran yang di mana menghasilkan pencapaian akademik lebih baik daripada pembelajaran jarak jauh atau daring. Keempat, kurangnya bersosialisasi dalam kehidupan sehari-hari. Kelima, terkadang pembelajaran daring juga akan membuat anak cenderung boring atau bosan dikarenakan jika pembelajaran daring itu hanya akan menatap layar handphone dan laptop secara terus-menerus.

Adapun diantara beberapa dampak negatif dan positif dari pernyataan di atas, penulis akan memberikan tips dan trik mengatasi agar pembelajaran daring menjadi menyenangkan yang bisa dilaksanakan di masa pandemi ini.

Cara pertama adalah dengan membuat rencana belajar yang dimana bisa menjadi penentu agar kita belajar dengan nyaman. Misal, yang awalnya kita tidak memiliki waktu belajar dan dengan adanya rencana belajar kita tahu apa yang harus kita lakukan untuk beberapa hari kedepan dan itu akan membuat jadwal belajar kita menjadi teratur.

Cara kedua yaitu sebisa mungkin mengumpulkan tugas dengan tepat waktu, karena dengan menyelesaikan tugas secara tepat waktu sesuai dengan instruksi dosen akan membuat kita memiliki waktu yang luang setelahnya. Selain itu kita juga dilatih disiplin dalam melakukan suatu kegiatan dan juga kita akan mendapatkan nilai tambahan dalam pengumpulan tugas tersebut.

Cara ketiga adalah dengan mencatat materi-materi yang penting agar kita lebih mudah mengingatnya dan tidak ketinggalan materi yang telah disampaikan. Mencatat materi bisa dengan menggunakan catatan digital atau tertulis dan dibuat semenarik mungkin agar kita tertarik atau tidak boring dan bosan dalam membaca materi yang dicatat. Cara keempat dengan mencari ruangan yang sepi dan nyaman, karena itu juga mempengaruhi saat belajar online. Dengan kita belajar di ruangan sepi dan nyaman akan membuat kita lebih fokus konsentrasi dalam memahami materi.

Cara kelima adalah menyiapkan cemilan atau makanan ringan serta mendengarkan musik. Saat proses belajar, tentu saja kita membutuhkan asupan makanan, maka dari itu kita juga bisa makan makanan ringan. Selain itu, mendengarkan musik juga dapat mengembalikan mood atau suasana hati yang membuat kita menjadi lebih rileks. Namun sebaiknya kegiatan tersebut dilakukan saat dosen sedang tidak menyampaikan materi. Itulah beberapa tips dan trik yang bisa diterapkan dalam kelas online. Jika dilakukan secara teratur dan dijadikan kebiasaan atau rutinitas pasti proses belajar akan menjadi lebih nyaman. Pandemi ini memang memberikan dampak negatif dan positif bagi kehidupan sehari-hari, namun dengan adanya pandemi kita bisa berpikir bagaimana cara agar pembelajaran yang dilakukan bisa menyenangkan dan tidak membosankan.




POST TERKAIT

POST TEBARU