Mengenal Implementasi Kurikulum Merdeka Melalui Strategi Pembelajaran Berbasis STEAM Pada Tingkat PAUD

Tanggal : 02 Sep 2024

Ditulis oleh : DIAS NOVITA

Disukai oleh : 1 Orang

Kurikulum pendidikan terus berkembang dilembaga pendidikan salah satunya lembaga pendidikan anak usia dini. Perbaikan kurikulum menjadi sebuah tantangan tersendiri bagi para pendidik. Setiap perubahan iklim dapat mempengaruhi pembelajaran anak dan lembaga manajemen yang perlu menyesuaikan aturan baru. Penerapan dalam pelaksanaan kurikulum merdeka guru diarahkan untuk membiasakan karakter positif dan keterampilan sosial pada anak. Anak didorong menjadi kreatif dan inovatif sesuai minatnya, serta pembelajaran lebih terfokus relevan dengan tahapan perkembangan anak, dan terintegrasi dengan permasalahan sekitar.

Implementasi kurikulum merdeka di pendidikan anak usia dini yaitu dengan memberikan pembelajaran yang merdeka bermain merdeka belajar. Pembelajaran yang memberikan kebebasan anak dalam menentukan cara bermain dan materi utama yang sedang diminatinya. Guru dalam membuat rencana pembelajaran yang mampu mengakomodir semuanya membutuhkan keterampilan dalam menentukan strategi pembelajaran yang tepat.

Pendekatan pembelajaran berbasis STEAM menjadi pilihan utama dalam kurikulum baru ini. STEAM adalah sebuah pendekatan yang berusaha untuk menggabungkan lima disiplin dalam sebuah pembelajaran yang menyenangkan. STEAM merupakan singkatan dari Science, Technology, Engineering, Arts and Mathematics . Pembelajaran yang menggunakan pendekatan ini sedapat mungkin mampu mengintegrasikan kelima disiplin ilmu tersebut secara penuh tanpa terpisahkan dalam penyelenggaraan kegiatannya, sehingga tanpa terasa dalam sebuah pembelajaran anak telah mendapatkan stimulasinya.

Salah satu karakteristik utama dari model pembelajaran STEAM adalah pendekatan berbasis proyek. Siswa diberi kesempatan untuk menggali topik tertentu melalui proyek-proyek yang melibatkan pemecahan masalah, desain, dan kreativitas. Pendekatan ini memungkinkan siswa untuk belajar secara aktif dan berkolaborasi, mempromosikan pemahaman yang lebih mendalam tentang konsep-konsep yang diajarkan. Manfaat utama dari pembelajaran STEAM adalah pengembangan keterampilan berpikir kritis dan kreatif.

Pelaksanaan metode pembelajaran STEAM melalui beberapa langkah-langkah antara lain sebagai berikut: 1) pertama yaitu langkah observasi, anak melakukan kegiatan observasi dari berbagai fenomena atau isu di lingkungan yang mempunyai keterkaitan dengan konsep sains sesuai materi yang dipelajari pada proses ini terjadi literasi, 2) kedua menemukan ide, setelah anak mendapatkan informasi yang berhubungan dengan topik sains yang dipelajari, anak kemudian memikirkan ide baru untuk dikembangkan, 3) ketiga menginovasi, anak menguraikan apa saja yang perlu dilaksanakan agar ide dapat diterapkan, 4) kemudian langkah kreasi, penerapan saran dan pendapat dari hasil diskusi (pada proses pembuatan karya anak melakukan kegiatan numerasi) dengan kelompok tentang ide yang dapat diterapkan dan 5) terakhir, langkah mendapatkan nilai sosial yaitu ide yang dihasilkan anak menghasilkan sebuah nilai bermanfaat untuk kehidupan sosial

Keterampilan pembelajaran sains merupakan segala keterampilan yang diperlukan guna dapat dikembangkan, dan menerapkan berbagai konsep, prinsip, hukum, dan teori sains baik keterampilan fisik, mental dan juga sosial.

 Keterampilan selanjutnya teknologi (teknologi), pemanfaatan teknologi dapat memberikan berbagai dampak terhadap anak tergantung bagaimana penerapannya. Jika anak dikenalkan dengan teknologi, maka akan lebih cepat menjadi individu yang mandiri dan berkompeten. Peralatan atau perkakas dapat mendorong anak untuk mengembangkan koordinasi antara tangan dan mata, juga melatih dan menguatkan otot tangan dan jari untuk menulis, mengetik dan menggambar.

Keterampilan ketiga engineering , bisa dimaknai sebagai sebuah rekayasa terhadap teknologi. Contohnya, anak-anak melalui proses saat mereka mencari cara untuk mengonstruksi sebuah mainan balok kayu untuk membuat bangunan dengan memikirkan solusi yang tepat untuk membuat pondasi kuat sehingga bangunan yang dibuat bisa lebih tinggi.

Keterampilan keempat seni (seni) adalah salah satu aspek yang harus dikembangkan dalam diri manusia. Dalam dunia anak usia dini, seni ekspresif merupakan hal yang menyenangkan seperti menggambar, melukis, musik, sastra, drama, dan menari.

Terakhir yaitu matematika (matematika) pada umumnya aktivitas yang diterapkan oleh pendidik dalam dalam bidang matematika untuk anak usia dini yakni; (1) merencanakan aktivitas matematika untuk menstimulasi perkembangan sosial, fisik, dan kognitif anak; (2) merecanakan aktivitas matematika dengan memperhatikan porsi setiap anak; dan (3) memasukkan kegiatan matematika ke dalam semua kajian kurikulum.

link : https://m.harianmomentum.com/read/54239/harian-momentum-edisi-2-september-2024




POST TERKAIT

POST TEBARU