Menggali Mutiara Dunia Pendidikan

Tanggal : 07 Nov 2023

Ditulis oleh : HANIA AZRIN GIVARI

Disukai oleh : 0 Orang

Profesi yang terkenal dengan kalimat ‘pahlawan  tanpa tanda jasa’  ini yang sangat penting dalam dunia pendidikan. Siapakah itu, tidak lain ialah Guru. Tanpa adanya pendidik, entah kedepannya akan menjadi bagaimana. Semua orang bisa menjadi pengajar tapi tidak semua bisa menjadi guru yang profesional . banyak tahapan-tahapan yang dihadapi guru untuk mendapatkan sertifikasi guru dan ditetapkannya sebagai profesi guru. Seseorang bisa menjadi Dokter yang hebat, karena sebelumnya ada  guru yang mendidiknya. Pilot tidak akan bisa mengendalikan pesawat, sebelum ia dididik oleh guru. Orang hebat lainnya, semua dididik oleh guru yang profesional.

Dalam sepenggal kalimat pembukaan undang-undang dasar ‘mencerdaskan kehidupan bangsa’ kalimat ini merujuk kepada guru yang berkewajiban untuk mendidik serta mencerdaskan anak bangsa secara formal dilakukan pada lembaga pendidikan. Dengan ini guru sangat penting dalam  kualitas pada sebuah negara.

(Laurel: 2001) kecerdasan tidak hanya mereka yang mempunyai otak cemerlang dan sukses dalam sekolah. Bukan hanya dengan sebatas angka IQ yang populer saat ini. Melainkan, kepingan yang saling hubunganan kerjasaama membentuk suatu kemampuan khusus. Kepingan tersebut bekerja individual dan tidak statis. Kecerdasan seseorang beragam macam karakter. Kemampuan untuk membuat kesuksesan dan keberhasilan dimasa yang akan mendatang harus dilalui dengan proses belajar mengajar.di sekolah yang sebagai alat bantu membentuk kecerdasaan seseorang.

Tidak mudah dalam mecerdaskan anak bangsa. Harus mempunyai keahlian yang khusus. Pendidik harus melakukan secara profesional, setidaknya harus mempunyai empat kompetensi. Diantaranya, pertama, Kompetensi pedagogi yaitu memiliki kemampuan untuk menguasai materi. Kedua, kompetensi sosial yang dimana memiliki kemampuan interaksi yang baik, berkomunikasi antara siswa dan wali dengan baik. Ketiga, kompetensi personal,berhubungan dengan posisi sebagai pendidik dan warga negara. Keempat,  kompetensi kepribadian, berhubungan dengan personal branding yang memiliki sikap jujur, dapat dipercaya, dan bertanggungjawab.

 Profesi yang ada di Indonesia  memiliki kode etik. Pada dasarnya kode etik bertujuan untuk menjunjung tinggi martabat profesi, menjaga dan memelihara kesejahteraan anggota, meningkatkan pengabdian para anggota profesi,meningkatkan mutu profesi, meningkatkan mutu organisasi profesi, meningkatkan layanan diatas keuntungan pribadi, mempunyai organisasi profesional yang kuat dan terjalin  serta menentukan standar bakunya sendiri. kode etik merupakan bagian dalam etika profesi. Dengan adanya kode etik dapat menjadi pelindung dan pengembangan profesi. Adanya kode etik masih banyak pelanggaran-pelanggaran maupun penyalahgunaan profesi. Dengan demikian, kode etik profesi  adalah  sistem norma atau aturan yang ditulis secara tegas dan jelas  terperinci tentang apa yang baik dan tidak baik dilakukan  oleh seorang profesional.

pada profesi guru  memiliki kode etik. “Guru memiliki kewajian untuk membimbing anak didik seutuhnya dengan tujuan membentuk manusia pembangunan yang pancasila. Itulah kode etik guru yang pertama dengan istilah ‘berbakti membimbing’. Artinya guru memberikan pengajaran dengan tulus seutuhnya lahir batin tanpa melihat latar belakang seseorang. Guru harus menyadari dengan sepenuh hati bahwa kode etik ini sebagai pedoman bersikap dalam bentuk moral dan etika sebagai jabatan guru.

Peran guru pada era global sangat berperan penting. Melalui bimbingan guru profesional dapat membuat siswa menjadi sumber daya manusia yang berkualitas, produktif sebagai aset negara untuk menghadapi persaingan yang ketat dimasa yang akan datang. Ada tantangan tersendiri pada saat mendidik dan mengajar.

Guru yang baik bisa memposisikan sebagai teman yang dimana harus mendengarkan keluh kesah murid, memberi dukungan untuk semangat belajar dan menganggap muridnya itu  seperti anak sendiri. pendekatan terhadap murid juga harus ada jarak antar keduanya. Agar tidak menimbulkan kecemburuan sosial. Dengan bersikap seperti itu, maka siswa akan belajar dengan sepenuh hati. Guru harus mengetahui karakter pada setiap muridnya. Pada kenyataannya guru sulit memperhatikan satu per satu bahkan tak jarang guru tidak mengetahui nama muridnya. Hal ini disebabkan karena jumlah murid lebih banyak daripada guru. Sehingga, didalam kelas bisa terisi dengan 30 anak. Untuk idealnya setiap kelas diisi 15-20 anak didik untuk menjamin kualitan dan efektifan kegiatan belajar mengajar.

Pendistribusian guru kurang merata di daerah tempat terpencil yang dimana menjadi faktor adalah fasilitas dan kesejahteraan guru masih kurang dari apa yang diharapkan. Seperti yang diketahui saat ini di Indonesia penghasilan seorang guru jauh dari kata mencukupi dan dipandang rendah. Apalagi guru yang berstatus Honorer atau guru bantu. Mereka harus pintar mencari penghasilan tambahan dari tugas pokoknya. Padahal, guru sangat besar jasanya.

Untuk mengubah status guru honorer, guru itu harus mengikuti rangkaian Tes. Untuk mendapatkan gelar S.Pd harus berjuang kurang lebih 4 tahun. Setelah mendapatkannya pun harus berjuang kembali. Benar-benar pengorbanan yang besar  guru profesional untuk mencerdaskan anak bangsa.

Perjuangan menjadi guru dilanjut dengan mengikuti tes tulis, tes psikotes, tes wawancara, dan tes micro teaching. Setelah melaksanakan semua ,maka ada tahapan yang dinanti yaitu sertifikasi guru. Proses pemberian sertifikat pendidik untuk guru dalam jabatan yang diselenggaran di perguruan tinggi menyelenggarakan program pengadaan tenaga pendidik yang ditetapkan oleh menteri pendidikan nasional.

Mengajar dan mendidik bukan hanya tugas guru saja. Tetapi, orangtua harus berperan dalam mendidik di lingkungan karena ini tanggungjawab bersama mencerdaskan anak bangsa. Jangan sampai orangtua menyalahkan guru jika anaknya berbuat nakal. Sebab, banyak faktor yang membuat anak tersebut menjadi nakal.  Salah satunya  ada pengaruh dari sosial media. Karena itu perlu bantuan orangtua untuk mengawasi anaknya dalam penggunaan sosial media.

Anak-anak zaman sekarang sudah memasuki generasi Z yang dimana semua sumber informasi mudah di dapatkan dengan mudah dan cepat. Maka dari itu, guru harus memberikan pembelajaran yang kreartif dan inovatif supaya tidak membosankan di dalam kelas. Sebelum pembelajaran guru harus mempersiapkan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran  yang sesuai dengan kurikulum yang berlangsung di sekolah.

Progam pembelajaran harus bervariasi. Seperti mengerjakan tugas diluar area kelas, mewawancara tokoh, memecahkan masalah dalam kelompok, dan lain sebagainya. Guru sudah memberikan yang terbaik dalam pembelajaran. Namun, pasti ada diantara siswa yang melakukan pelanggaran atau bisa disebut “nakal”. Guru harus memahami bagaimana cara mengatasi permasalahan tersebut. Dengan membangun sikap positif serta menghargai hasil pencapaian siswa memberi pujian kepada siswa. Akan berdampak pada jiwa semangat seorang guru jika ia telah diberi pujian oleh gurunya. 

Sekolah sebagai sarana melatih keberanian dan kepercayaan. Guru memberikan suppoort kepada anak agar berani berbicara kebenaran kepada orang lain. Keterampilan ini perlu dilatih dan  memerlukan strategi dan pengajaran yang khusus. Biasanya Skill ini hampir ada di setiap siswa ada yang memilih untuk di pendam. Maka dari itu, guru harus membantu dalam mengembangkan skill ini.  

Para panutan anak, seperti Guru, orangtua, stake holder sekolah, dan lingkungan masyarakat harus bekerjasama dalam membentuk generasi yang cerdas dan dapat meningkatkan kualitas sebuah negara.




POST TERKAIT

POST TEBARU