MENGHADAPI KESULITAN BELAJAR KIMIA SAAT ONLINE

Tanggal : 12 Apr 2021

Ditulis oleh : Zahara Naufallinda Sidik

Disukai oleh : 0 Orang

          Pembelajaran online  atau pembelajaran jarak jauh tidak ada habisnya diperbincangkan di era pandemic. Sudah banyak aspek – aspek yang terdampak oleh bencana ini, tidak terkecuali komponen pembelajaran. Komponen pembelajaran salah satu aspek penting dalam proses melakukan kegiatan belajar mengajar, diantaranya kurikulum, guru, siswa, metode pembelajaran, materi pembelajaran, alat pembelajaran atau media dan evaluasi. Kesulitan belajar online bagi siswa adalah memahami materi, khususnya materi kimia. Ketika pembelajaran tatap muka dan praktik di laboratorium tentunya akan membantu pemahaman materi kimia oleh siswa maupun mahasiswa dengan mengamati dan menghubungkannya pada kehidupan sehari – hari. Di masa pandemic tentunya sulit untuk melakukan pembelajaran tatap muka atau praktik, yang menyebabkan tingkat kesukaran memahami atau belajar kimia itu bertambah.

            Dibandingkan dengan bidang lain, kimia sering terkesan lebih sulit, ada beberapa alasan belajar kimia sering terkesan sulit, salah satunya konsep kimia yang bersifat abstrak. Menurut (Chang, 2005) Ilmu Kimia adalah ilmu yang mempelajari materi dan perubahannya, unsur dan senyawa adalah zat – zat yang terlibat di dalamnya. Sebagian besar ilmu kimia merupakan ilmu percobaan, dan sebagian besar pengetahuannya diperoleh dari hasil penelitian di laboratorium. Kimia juga mempunyai ciri khas yang mebedakan dengan bidang lain yang serumpun. Kimia mempelajari materi yang ditinjau dari struktur, komposisi, fenomena reaksi – reaksi ketika terjadi perubahan materi dan energy yang menyertai perubahan itu (Gilbert, Kirss, Foster, dkk, 2018).

            Mempelajari kimia tentunya membuat peserta didik atau mahasiswa dihadapkan pada tantangan untuk memahami representasi makroskopik yang berkaitan dengan fenomena yang dapat diamati dikehidupan sehari – hari maupun di laboratorium. Dalam pembelajaran kimia walaupun terdapat materi teori, tetapi akan lebih baik jika materi teori tersebut dikombinasikan dengan praktik. Setiap guru tentunya berbeda ketika melakukan kegiatan pembelajaran, ada yang memakai pembelajaran sinkrous atau asinkronus. Pembelajaran sinkronus merupakan pembelajaran dengan memanfaatkan platform yang menyediakan fitur meeting online sehingga, peserta didik dan pendidik bisa langsung berkomunikasi. Sedangkan, pembelajaran asinkronus guru hanya memberikan materi berupa file pdf atau video kepada siswa, kemudian siswa mempelajari sendiri materi tersebut.

            Saat pembelajaran asinkronus atau pembelajaran secara mandiri dan hanya diberi bahan materi saja, membuat siswa berpikir keras untuk memahami isi bahasan materi itu. Apalagi jika mata pelajaran kimia. Ketika pertemuan selanjutnya guru mereview materi pertemuan sebelumnya, dan bertanya kenapa siswa apakah ada yang belum dipahami, kebanyakan siswa akan terdiam dan tidak merespon. Ada dua kemungkinan penyebab siswa tidak merespon, yang pertama karena siswa tersebut sudah paham dan yang kedua karena siswa tersebut tidak paham sehingga bingung apa yang harus ditanyakan.

            Melalui pembelajaran online terlebih jika mata pelajaran kimia akan menimbulkan banyak kendala dan kesulitan bagi peserta didik. Peserta didik harus memahami betul konsep dalam kimia, hitungan, dan bahkan reaksi yang terjadi. Tanpa adanya bimbingan langsung dari fasilitator akan menyebabkan tingkat pemahaman siswa rendah, walaupun sudah menggunakan platform modern; menayangkan video; dan memberikan bahan materi, tetap saja jika tidak diterangkan langsung oleh guru; melihat secara nyata juga amempraktikannya langsung value yang didapat siswa akan sedikit. Maksud value disini adalah nilai keterampilan dari menginterpretasikannya ke dalam kehidupan sehari – hari.

Koran : Harian Momentum

E-paper http://m.harianmomentum.com/read/33206/harian-momentum-12-april-2021

 

 




POST TERKAIT

POST TEBARU