Mengoptimalkan Peran Guru dalam Penerapan Sekolah Inklusi
Tanggal : 23 Dec 2022
Ditulis oleh : FAUZAN ABRORI
Disukai oleh : 1 Orang
Hak untuk mendapatkan pendidikan dan pengajaran yang layak dijamin oleh pemerintah Indonesia dalam UUD 1945. Anak-anak berkebutuhan khusus juga berhak mendapatkan pengajaran dan pendidikan yang layak. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mencanangkan pemerataan kesempatan belajar yang tidak hanya berlaku bagi anak-anak normal, tetapi juga mencakup anak-anak dengan keistimewaan yang dimilikinya, termasuk anak-anak berkebutuhan khusus. Layanan pendidikan bagi anak-anak berkebutuhan khusus tidak hanya sekedar memenuhi target pendidikan untuk semua atau memenuhi hak-hak asasi manusia dan hak-hak anak, tetapi lebih penting lagi demi kesejahteraan anak-anak dan kehidupan mereka di masa yang akan dating.
Adapun sekolah inklusi menurut (Simón et al., 2021) adalah sekolah yang menerima dan menyediakan layanan pendidikan bagi semua anak, termasuk anak-anak dengan kebutuhan khusus. Prinsip dasar dari sekolah inklusi adalah bahwa semua anak berhak atas pendidikan yang sama dan berkualitas, tanpa terkecuali. Sekolah inklusi berusaha menghapuskan segala bentuk diskriminasi dan menciptakan lingkungan yang inklusif bagi semua anak, dengan memberikan perhatian khusus pada kebutuhan anak-anak dengan kebutuhan khusus. Tujuan dari sekolah inklusi adalah untuk membantu anak-anak dengan kebutuhan khusus untuk belajar dan tumbuh bersama dengan anak-anak lainnya, serta memberikan kesempatan yang sama bagi semua anak untuk mencapai potensi terbaik mereka.
Namun, terdapat kendala ditemukan yang dihadapi guru saat menerapkan sekolah inklusif saat ini antara lain adalah tenaga pendidik yang kurang terlatih, stigma negatif terhadap anak berkebutuhan khusus, kebijakan otoritas yang kurang aplikatif terhadap anak berkebutuhan khusus, kurangnya pengetahuan tenaga pendidik tentang cara menangani anak berkebutuhan khusus, hambatan aksesibilitas bagi anak berkebutuhan khusus, keterbatasan sumber belajar yang sesuai untuk anak berkebutuhan khusus, dan keterbatasan finansial untuk menyediakan fasilitas yang sesuai bagi anak berkebutuhan khusus.
Oleh karena itu, tentu ini masalah kita bersama untuk dicarikan solusi sebagaimana dalam tuntunan (UNESCO, 2004) pendidik di pendidikan inklusi harus memiliki kompetensi sebagai berikut: (1) memahami visi, misi, dan tujuan pendidikan inklusif, (2) memahami dan terampil mengenali karakteristik anak, (3) mampu dan terampil melaksanakan asesmen, diagnosis, dan evaluasi bidang pendidikan dan pengajaran, (4) memahami, menguasai isi materi, dan terampil praktek mengajar, (5) memahami dan terampil menyusun perencanaan dan pengelolaan pembelajaran, (6) terampil dalam pengelolaan perilaku dan interaksi sosial siswa, dan (7) mampu mengadakan komunikasi dan kemitraan kolaborasi. Adapun solusi dari penulis diantaranya sebagai berikut:
Memberikan Fasilitas yang Memadai
Menyediakan fasilitas yang sesuai bagi anak-anak dengan kebutuhan khusus dan memberikan bimbingan dan dukungan yang sesuai juga merupakan kompetensi yang harus dimiliki oleh pendidik di pendidikan inklusi.
Untuk menyediakan fasilitas yang sesuai bagi anak-anak dengan kebutuhan khusus, pendidik harus memastikan bahwa fasilitas yang ada di sekolah dapat diakses oleh semua anak, termasuk anak-anak dengan kebutuhan khusus. Hal ini bisa berupa fasilitas yang memudahkan aksesibilitas bagi anak-anak dengan disabilitas fisik, atau fasilitas yang mendukung pengembangan keterampilan yang spesifik bagi anak-anak dengan kebutuhan khusus lainnya.
Sedangkan untuk memberikan bimbingan dan dukungan yang sesuai bagi anak-anak dengan kebutuhan khusus, pendidik harus mampu memahami dan mengenali kebutuhan dan potensi setiap anak, serta mampu menyusun perencanaan pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan mereka. Pendidik juga harus terampil menggunakan berbagai metode dan strategi pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan setiap anak, serta mampu memberikan bimbingan dan dukungan yang sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan mereka. Dengan demikian, pendidik dapat membantu anak-anak dengan kebutuhan khusus untuk belajar dan berkembang secara optimal.
Menerapkan Pendekatan Inklusi dalam Pembelajaran
Menerapkan pendekatan inklusi dalam pembelajaran merupakan salah satu kompetensi yang harus dimiliki oleh pendidik di pendidikan inklusi. Pendekatan inklusi dalam pembelajaran merupakan suatu cara pandang yang menganggap bahwa semua anak berhak atas pendidikan yang bermutu, tanpa terkecuali, dan harus diberikan kesempatan yang sama untuk belajar dan berkembang secara optimal.
Dalam menerapkan pendekatan ini, pendidik harus mampu memahami dan mengenali kebutuhan dan potensi setiap anak, serta mampu menyusun perencanaan pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan mereka. Pendidik juga harus terampil menggunakan berbagai metode dan strategi pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan setiap anak, termasuk anak-anak dengan kebutuhan khusus. Dengan demikian, pendidik dapat membantu anak-anak dengan kebutuhan khusus untuk belajar dan berkembang secara optimal.
Memberikan Dukungan dan Bimbingan
Guru harus memahami kebutuhan dan kemampuan anak-anak dengan kebutuhan khusus agar dapat memberikan bimbingan dan dukungan yang sesuai. Hal ini penting untuk membantu anak-anak tersebut mengembangkan potensi dan mencapai keberhasilan yang maksimal.
Untuk memberikan bimbingan dan dukungan yang sesuai, guru perlu memahami kondisi dan kebutuhan anak-anak dengan kebutuhan khusus, serta menyusun rencana pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan anak-anak tersebut. Guru juga perlu memahami cara menggunakan alat bantu, teknologi, dan strategi pembelajaran yang sesuai untuk membantu anak-anak tersebut mengembangkan potensi dan mencapai keberhasilan yang maksimal.
Selain itu, guru juga harus bersikap empati dan memberikan dukungan emosional yang tepat kepada anak-anak dengan kebutuhan khusus. Hal ini penting untuk membantu anak-anak tersebut merasa nyaman dan percaya diri di kelas, sehingga mereka dapat belajar dengan lebih efektif.
Pada akhirnya, bimbingan dan dukungan yang sesuai akan membantu anak-anak dengan kebutuhan khusus mengembangkan potensi dan mencapai keberhasilan yang maksimal di sekolah.
Koordinasi dengan Tenaga Medis dan Terapi
Koordinasi dengan tenaga medis dan terapi merupakan salah satu kompetensi yang harus dimiliki oleh pendidik di pendidikan inklusi. Koordinasi ini penting dilakukan untuk memastikan bahwa anak-anak dengan kebutuhan khusus mendapatkan pelayanan yang sesuai dengan kebutuhan mereka. Dengan demikian, pendidik dapat membantu anak-anak tersebut untuk belajar dan berkembang secara optimal.
Dalam melakukan koordinasi dengan tenaga medis dan terapi, pendidik harus mampu menjalin kerjasama yang baik dengan profesional yang bersangkutan, serta mampu mengatur jadwal dan mengelola dokumentasi yang diperlukan. Selain itu, pendidik juga harus mampu mengkomunikasikan kebutuhan dan perkembangan anak-anak dengan kebutuhan khusus kepada tenaga medis dan terapi, serta mampu menerapkan saran dan instruksi yang diberikan oleh profesional tersebut dalam pembelajaran anak-anak tersebut. Dengan demikian, pendidik dapat membantu anak-anak dengan kebutuhan khusus untuk mendapatkan pelayanan yang sesuai dengan kebutuhan mereka.
Berdasarkan penjelasan diatas bahwa guru harus memainkan peran yang aktif dan komitmen dalam menerapkan sekolah inklusi. Guru harus memahami kondisi dan kebutuhan anak-anak dengan kebutuhan khusus, serta menyusun rencana pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan anak-anak tersebut. Guru juga harus memahami cara menggunakan alat bantu, teknologi, dan strategi pembelajaran yang sesuai untuk membantu anak-anak tersebut mengembangkan potensi dan mencapai keberhasilan yang maksimal.
Dengan memainkan peran yang aktif dan komitmen dalam menerapkan sekolah inklusi, guru dapat membantu anak-anak dengan kebutuhan khusus mengembangkan potensi dan mencapai keberhasilan yang maksimal di sekolah.
Nb. Tulisan ini sudah terbit di E-koran Harian Momentum Edisi 22 Desember 2022, klik disini.