Menyoal Penurunan Penggunaan Bahasa Indonesia di Era Globalisasi

Tanggal : 29 Nov 2021

Ditulis oleh : ZAKKY MUBAROK

Disukai oleh : 0 Orang

"Kami, putra dan putri Indonesia menjunjung bahasa  persatuan, bahasa Indonesia." demikianlah bunyi  alenia  ketiga  sumpah  pemuda  yang  telah  dirumuskan  oleh  para  pemuda  pada 28 oktober 1928. Paragraf ketiga Sumpah Pemuda tersebut dengan jelas menunjukkan bahwa bahasa persatuan negara  Indonesia adalah bahasa Indonesia. Kita sebagai bagian bangsa  Indonesia sudah selayaknya  menjunjung tinggi bahasa  Indonesia dalam kehidupan sehari-hari.

Bahasa  memegang  peran  penting dalam segala aspek  kehidupan  manusia.  Salah  satu  peran  tersebut  adalah  untuk memperlancar proses sosial manusia. Hal ini  sejalan  dengan  pendapat  Nababan (1984) bahwa  bahasa  adalah  bagian dari  kebudayaan  dan  bahasalah  yang memungkinkan pengembangan kebudayaan sebagaimana  kita  kenal sekarang.  Bahasa  juga   berperan sebagai alat integrasi sosial sekaligus alat adaptasi sosial,  mengingat bahwa Bangsa Indonesia  memiliki  bahasa  yang majemuk.

Sayangnya, saat ini kesadaran masyarakat akan pentingnya bahasa Indonesia masih sangat rendah, terutama di kalangan remaja. Banyak kalangan remaja yang bahkan berpendidikan tinggi tidak memahami tentang kaidah dan standar penggunaan Bahasa Indonesia yang baik dan benar.  Salah satu penyebab lunturnya penggunaan bahasa Indonesia yang baku adalah adanya pengaruh dari budaya  asing atau modernisasi.

Hal ini memicu munculnya istilah bahasa  gaul  di kalangan remaja. Munculnya  bahasa gaul ini menjadi penyebab tergesernya penggunaan bahasa Indonesia yang baku. Para remaja yang terbiasa menggunakan bahasa gaul terkadang  lupa untuk berbicara  bahasa Indonesia dengan baik dan benar, bahkan dalam percakapan formal. Oleh karena itu, hal ini sangat membutuhkan perhatian khusus dan tindakan nyata dari semua pihak yang peduli dengan eksistensi penggunaan Bahasa Indonesia yang benar.

Meningkatnya penggunaan  bahasa gaul  di kalangan remaja merupakan  sinyal ancaman yang sangat serius bagi masyarakat Indonesia dan menunjukkan bahwa kemampuan bahasa  generasi muda saat ini semakin menurun bahkan memburuk.  Sehingga  tidak  dapat  dipungkiri  suatu  saat  bahasa Indonesia akan  hilang karena tergeser oleh bahasa gaul di kemudian hari.

Agar Bahasa Indonesia tidak tergeserkan, kita sebagai warga Indonesia yang baik perlu melakukan tindakan  pencegahan dan penanggulangan sebelum  Bahasa Indonesia benar-benar punah. Pemahaman terhadap bahasa Indonesia  yang baik dan benar dalam diri sendiri termasuk langkah awal  dalam menjaga  keutuhan bahasa Indonesia.

Untuk mencegah pemakaian bahasa gaul menyebar ke masyarakat di masa depan, perlu adanya usaha untuk  menanamkan  dan mengembangkan pemahaman serta  kecintaan dalam diri generasi bangsa terhadap Bahasa Indonesia sebagai Bahasa Nasional.  Orangtua,  guru dan pemerintah  berada di bawah tantangan besar untuk berkontribusi dalam  menanamkan  dan menumbuhkembangkan  pemahaman  dan  kecintaan  anak-anak  Indonesia  terhadap  Bahasa Indonesia. Dengan demikian, pemakaian Bahasa Indonesia secara baik dan benar pada saat ini dan pada masa depan dapat meningkat.

Menyadarkan  masyarakat  Indonesia  terutama  para  generasi  penerus  bangsa  ini,  Bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional harus diutamakan  penggunaannya. Dengan demikian, mereka lebih mengutamakan penggunaan Bahasa Indonesia secara baik dan benar daripada bahasa gaul. Penyadaran ini dapat dilakukan oleh para orang tua  di rumah kepada anak-anak mereka. Bisa juga  dilakukan oleh para guru kepada para siswa. Selain itu, pihak pemerintah dapat bertindak  secara  bijak  dalam  menyadarkan  masyarakat mengenai pentingnya penggunaan Bahasa Indonesia di negara kita.

Meningkatkan  pembelajaran  Bahasa  Indonesia  di  sekolah  dan  di  perguruan  tinggi.  Para siswa dan mahasiswa dapat diberikan tugas praktik berbahasa Indonesia dalam bentuk dialog dan monolog pada kegiatan drama, diskusi kelompok, penulisan artikel dan esai dan juga dalam bentuk penulisan sastra seperti cerita pendek dan puisi. Dengan praktik bahasa Indonesia, dapat mengembangkan kreativitas mereka dalam berbahasa Indonesia dan juga dapat membiasakan berbahasa Indonesia secara baik dan benar.

Upaya  untuk  membina  sikap  positif  terhadap  Bahasa  Indonesia  dapat dilakukan  dengan  jalur media  massa  dan  jalur  kepemimpinan.  karena  jangkauannya  sangat  luas, pembinaan Bahasa  Indonesia  dilakukan  melalui  jalur media  massa.  Kemudian, salah satu alternatif membina sikap positif terhadap bahasa Indonesia yaitu  jalur  kepemimpinan, karena pemimpin merupakan panutan bagi masyarakat.

Tidak hanya itu, Pemerintah Indonesia juga harus menekankan penggunaan Bahasa Indonesia dalam film  Indonesia.  Baik  film  layar  lebar  maupun  sinetron.  Dengan  penggunaan  Bahasa Indonesia secara benar oleh para pelaku dalam film  nasional  yang diperankan aktor dan aktris idola  masyarakat,  masyarakat  luas  juga  akan  menggunakan  Bahasa  Indonesia  seperti  para  idola mereka.

Dengan berbagai upaya untuk mempertahankan Bahasa Indonesia, diharapkan masyarakat khususnya para remaja dapat menggunakan bahasa yang baik dan benar di kehidupan sehari-hari. Bahasa Indonesia merupakan bahasa yang terpenting di kawasan republik kita. Dengan menggunakan Bahasa  Indonesia  secara  baik  dan  benar,  berarti  kita  telah  menjunjung  tinggi  bahasa  persatuan seperti yang diikrarkan dalam sumpah pemuda pada tanggal 28 Oktober 1928.

https://harianmomentum.com/read/37873/harian-momentum-edisi-29-november-2021




POST TERKAIT

POST TEBARU