Mewaspadai Dampak Buruk Banjir

Tanggal : 20 Oct 2022

Ditulis oleh : SITI KHARISMA

Disukai oleh : 1 Orang

Meningkatnya curah hujan akhir-akhir ini menyebabkan rasa kekhawatiran
bagi beberapa masyarakat di Indonesia, tak terkecuali masyarakat yang tinggal di
Jakarta. Banjir sepertinya sudah menjadi agenda tahunan bagi masyarakat yang
tinggal di ibu kota Jakarta. Pemukiman yang penuh, banyaknya limbah sampah, dan
kurangnya tempat pembuangan air hujan menjadi salah satu alasan banjir di Jakarta
terjadi setiap kali diguyur hujan, baik dengan intensitas sedang maupun tinggi.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta
menyampaikan, Jakarta diguyur hujan dengan intensitas sedang hingga lebat pada
Kamis (13/10/2022). Hujan menyebabkan beberapa wilayah di beberapa titik di DKI
Jakarta tergenang banjir. Total ada 8 ruas jalan yang tergenang banjir pada pukul
18.00 WIB. BPBD mencatat genangan air yang sebelumnya terjadi di 4 ruas jalan,
saat ini menjadi 8 ruas jalan tergenang.
Sebagaimana diketahui, banjir adalah bencana alam yang terjadi ketika
daratan dipenuhi air dalam jumlah yang banyak. Kondisi tersebut disebabkan oleh
banyak faktor. Untuk mengurangi dampaknya, perlu adanya upaya pencegahan. Dan

banjir menjadi bencana alam yang sulit dihindarkan. Di setiap musim hujan, beberapa
wilayah di Indonesia harus merasakan bencana alam ini. Dalam sebuah penelitian
dari sebuah lembaga, banjir menjadi bencana terbanyak yang terjadi di tahun 2021
pada saat itu. Berdasarkan data, tercatat ada 788 peristiwa hingga tanggal tersebut.
Ada banyak faktor yang menyebabkan bencana alam ini selalu muncul di
setiap tahunnya. Tingginya intensitas hujan yang bisa membuat sulitnya drainase
untuk menampung debit air yang terus bertambah. Bahkan tidak dipungkiri juga
karena minimnya drainase atau tidak maksimalnya fungsi dari drainase yang
mengakibatkan air meluap sampai ke jalan-jalan atau pun perumahan.
Kemudian, penataan kota yang tidak memperhitungkan kondisi alam,
Pembangunan di kota besar seakan tidak pernah ada habisnya. Meskipun sudah
banyak berdiri gedung pencakar langit namun pembangunan terus dilakukan.
Pembangunan tidak akan menjadi masalah jika tetap memperhatikan keseimbangan
alam. Banyak ruang terbuka hijau yang ditutup untuk dijadikan bangunan, sehingga
daerah resapan air berkurang.
Berbagai akar persoalan tersebut yang pada akhirnya menyebabkan berbagai
bencana alam, banjir salah satunya. Banyaknya sampah yang menumpuk di tempat
yang seharusnya menjadi aliran air ataupun drainase yang membuat daya tampung
ataupun aliran air menjadi berkurang. Sampah memang selalu menjadi masalah yang
tak ada habisnya dan setiap tahun akan terus bertambah. Banyak masalah yang

ditimbulkan dengan kehadiran sampah. Diantaranya bencana alam seperti banjir juga
sering dipicu oleh banyaknya sampah yang berserakan. Jumlah sampah yang terus
meningkat tanpa diiringi dengan kedisiplinan membuang sampah di tempatnya
membuat risiko bencana semakin tinggi. Banjir biasanya disebabkan karena aliran
sungai tersumbat sampah, hingga menyebabkan air tidak dapat mengalir menuju laut
dan akhirnya meluap menggenangi daratan.
Banjir selalu membawa dampak yang buruk bagi kehidupan manusia.
Dampak yang pasti akan dialami masyarakat adalah kerugian dalam segi materi
maupun non materi. Kemudian, kerugian dari sektor sarana sudah pasti akan terjadi
sebagai dampak terjadinya banjir, baik sarana yang diperuntukkan bagi masyarakat
maupun tempat tinggal bagi masyarakat. Terhambatnya laju perekonomian
masyarakat pun akan menjadi dampak yang akan dialami seluruh masyarakat
terdampak banjir, karena mobilitas tergangnggu, lahan tempat berjualan untuk
mencari nafkah pun mungkin saja hilang.
Akan banyak masyarakat yang rentan terpapar beberapa penyakit yang
disebabkan oleh bakteri dan kuman yang terbawa oleh banjir. Air yang tercemar akan
meningkatkan resiko infeksi pada luka terbuka, dermatitis kulit, konjungtivitis mata,
bahkan infeksi pada telinga, mata, dan hidung. Selain itu juga ada penyakit diare yang
dikarenakan sanitasi air telah tercemar dengan limbah banjir. Lalu penyakit kulit,
yang disebabkan oleh bakteri yang terbawa dalam air banjir dan terkena pada luka
yang terbuka.

Ada juga penyakit Tifus, merupakan penyakit infeksi saluran pencernaan
demam tifoid yang disebabkan oleh bakteri Salmonella thypi. Bakteri ini menyebar
melalui makanan dan minuman yang terkontaminasi atau melalui kontak langsung
dengan penderita. Kemudian ada penyakit Leptospirosis, penyakit ini sering ada
dikala banjir, yaitu penyakit yang terjadi akibat dari kotoran tikus, seseorang dapat
tertular melalui luka yang terbuka.
Demam Berdarah, saat banjir banyak air tergenang dan rentan menjadi tempat
berkembangnya nyamuk Aedes Aegypti penyebab dari penyakit demam berdarah.
Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA), penyakit ini didasari oleh adanya bakteri,
virus, mikroba yang terkandung dalam air banjir kemudian menyerang pernafasan
yang mengakibatkan sesak nafas, batuk demam, dan nyeri dada. Penyakit Hepatitis A,
ialah penyakit yang menginfeksi hati dan terjadi karena virus yang dapat menular.
Dari berbagai persoalan tersebut harus ada penanganan yang serius dan
intensif dari pemerintah daerah terkait bencana banjir ini. Mulai dari pengadaan lahan
terbuka hijau yang semakin berkurang, pemaksimalan fungsi dari drainase untuk
penampung air sehingga air bisa secara maksimal disalurkan ke daerah yang lebih
rendah. Tak hanya peran pemerintah saja yang harus maksimal, peran dari
masyarakat pun harus ditingkatkan lagi. Pembuangan limbah rumah tangga yang
seharusnya di tempat pembuangan sampah, tidak di sungai yang mengakibatkan
pendangkalan dan tersumbatnya laju air hujan. Masyarakat seharusnya lebih sadar

lagi, jika tidak ingin mengalami musibah banjir dari tahun ke tahun. Dan semoga ada
solusi yang tepat dalam penanggulangan banjir di Indonesia.

https://drive.google.com/file/d/15RbmKplBDhC9v171GapCPMmZXXUApApy/view?usp=drivesdk




POST TERKAIT

POST TEBARU