Mewujudkan Cendekia Emas Dari Timur Melanesia
Tanggal : 26 Oct 2022
Ditulis oleh : SEPTY NUR FADHILAH
Disukai oleh : 1 Orang
Tidak ada satu hal pun yang bisa menjamin kehidupan yang lebih cerah di masa depan selain Pendidikan. Karenanya ada ungkapan bahwa hari esok hanya akan dimiliki oleh mereka yang berusaha untuk berjuang saat ini dan mempersiapkan dirinya dengan ilmu yang pasti akan dibutuhkan di masa depan. Pendidikan di Indonesia bagian timur khususnya Papua saat ini harus menjadi perhatian penting. Bagaimana caranya agar benar-benar bisa melahirkan Cendekia Emas di tengah-tengah tantangan pendidikan di Papua. Pendidikan itu seperti cahaya, tanpa cahaya pasti kita akan tersesat. Masih banyak anak anak papua tidak memiliki akses ke sekolah yang baik. Bagi masyarakat papua yang tinggal di daerah terpencil kesempatan pendidikan seharusnya merupakan anugrah. Kondisi ekonomi, budaya dan geografis menjadi atasan mereka untuk mendapat pendidikan. Kurangnya informasi yang didapat tentang pendidikan menyebabkan sekolah bukanlah hal yang penting, anak-anak papua yang lebih menyatu ke alam cenderung lebih suka main ke pantai atau gunung bahkan lebih memilih membantu orang tua di kebun dibandingkan pergi ke sekolah.
Minimnya tenaga pendidik di Papua juga menjadi perhatian, sebab banyak bangunan sekolah yang sudah dibangun di sejumlah tempat, tetapi karena tidak adanya tenaga pendidik proses belajar mengajar pun tidak ada. Mungkin di daerah perkotaan hal tersebut bukan menjadi permasalahan tetapi di daerah terpencil pendidikan masih menjadi tantangan. Anak-anak banyak yang tertinggal karena buta huruf dan tidak mengenal angka, berhenti sekolah, bahkan tertinggal kelas itu sudah biasa.
Kondisi tersebut terkadang memicu generasi muda dan para relawan untuk ikut turun tangan mendatangi daerah-daerah setempat. Dengan ketulusan hati mereka untuk mengajar anak-anak setempat. Memberikan buku-buku kepada anak-anak, yang diterima atas sumbangan sukarela atau donasi dari berbagai pihak, bahkan juga komunitas-komunitas yang peduli dan prihatin dengan pendidikan di Papua. Demi mengukir senyum bahagia untuk generasi emas Papua melalui pendidikan.
Putus sekolah dan memilih untuk bekerja demi membantu ekonomi keluarga menjadi salah satu alasan. Pada dasarnya untuk memajukan suatu wilayah dibutuhkan Sumber Daya Alam (SDM) yang Tangguh. SDM yang tangguh itu salah satunya di dapat dengan memperkuat wawasan pendidikan. Menyadari pentingnya pendidikan demi membangun SDM yang berkualitas Papua sebagai beranda Indonesia berusaha mencari model pendidikan yang sesuai dan bisa di aplikasikan dengan kondisi daerah dan karakter penduduk setempat.
Papua mungkin saja memang memiliki tantangan tersendiri yang berbeda dengan kebanyakan wilayah di Indonesia,. Luas wilayah dan sebaran penduduk juga menjadi faktor yang harus diatasi oleh pemerintah daerah, penyelenggara pendidikan dan masyarakat. Perlu keseriusan pemerintah untuk membenahi pendidikan di Papua melalui tenaga kependidikan dan fasilitas sekolah yang baik.
Pendidikan di Papua bukan sekedar persoalan transfer ilmu dan pengetahuan tetapi juga bagaimana mengubah cara berfikir masyarakat agar mau menyekolahkan anak-anaknya, dan menganggap bahwa pendidikan itu sangat penting. Sebagian masyarakat pedalaman belum sadar akan pentingnya pendidikan, menganggap pergi ke sekolah itu hanya buang-buang waktu dan lebih baik pergi berkebun untuk membantu orang tua. Pendidikan yang tidak terlalu diperhatikan oleh orang tua, terlebih lagi banyak sekolah yang kosong dan tidak ada guru semakin membuat orang tua acuh terhadap pendidikan anaknya. Untuk memberantas masalah buta aksara di tanah Papua membutuhkan dukungan yang kuat dari orang tua. Kenyataan di lapangan yang menunjukkan bahwa pendidikan di Papua yang masih tertinggal dari yang lain, membuat kita mau tidak mau harus bisa membangun kerjasama untuk membangun pendidikan di Papua yang kita harapkan, yakni Pendidikan yang bisa melampaui standar Pendidikan yang ada saat ini.
Bagi sebagian orang sekolah mungkin memang susah, tapi akan lebih susah lagi kalau tidak sekolah. Sistem pendidikan Indonesia bagian barat secara umum lebih baik dari Indonesia bagian timur khususnya Papua. Sehingga banyak anak yang memilih keluar daerah untuk mengejar impiannya, dengan harapan berhasil mendapatkan pendidikan yang layak dan kembali dengan berbagai pengetahuan yang dapat membantu. Apabila peran pendidikan di suatu daerah itu berhasil maka bisa dijadikan senjata untuk membawa perubahan yang baik kepada dunia, khususnya Indonesia dan papua. Satu orang dengan sendirinya bisa mengubah suatu daerah ke arah yang jauh lebih baik apabila ada tekad yang besar dalam memperjuangkan Pendidikan.
Apabila kita tidak mau sekolah maka kita hanya akan menjadi penonton di atas tanah sendiri. Belajar itu bisa dari manapun dan sumber apapun, Karena bukan sekolah atau universitas apa yang membuat kita punya pendidikan yang baik. Tetapi tekad kita yang kuat untuk mau memperjuangkannya. Anak-anak bukan hanya sesosok manusia bertumbuh kecil. Mereka adalah harapan. Mereka adalah masa depan. Karena itu mencetak generasi-generasi emas harus di lakukan sedini mungkin demi mewujudkan masa depan yang kita, mereka, orang tua, dan bangsa inginkan.
https://m.harianmomentum.com/read/44237/harian-momentum-edisi-26-oktober-2022