Mewujudkan Sarjana Yang Berkualitas
Tanggal : 31 Oct 2022
Ditulis oleh : NADIA ULFADILLAH
Disukai oleh : 0 Orang
Mengutip dari pembahasan Najwa Shihab seorang jurnalis sekaligus politikus yang Namanya sudah tidak asing lagi di layar kaca Indonesia. Najwa mengatakan bahwa menjadi mahasiswa adalah sebuah privilege, keistimewaan yang tak semua pemuda bisa diberkahi kesempatan, kita adalah bagian dari 35% anak muda yang seusia kita bisa merasakan bangku perkuliahan. Kuliah adalah peluang kenikmatan sekaligus tanggung jawab untuk kita karena mahasiswa adalah maha dari siswa.
Menjadi mahasiswa berarti sudah tidak lagi menjadi seorang siswa, gelar ini akan menjadi kehormataan yang harus benar-benar kita jaga. Karena menjadi seorang mahasiswa bukanlah hanya sekedar berbicara harapan dan cita-cita pribadi tetapi juga berbicara tentang harapan seluruh masyarakat yang harus diperjuangkan. Begitu banyak diluar sana orang-orang yang ingin merasakan bangku perkuliahan, tetapi tidak semua orang ditakdirkan untuk bisa merasakannya.
Nilai IPK sebagai indeks prestasi di bangku kuliah itu memang penting, tetapi kuliah bukan hanya sekedar untuk mengejar nilai berkala. Sebab kuliah itu berbeda, Ketika kita lulus menjadi sarjana bukan hanya sekedar selembar kertas transkrip nilai dan ijazah saja yang kita bawa, Melainkan harus seimbang dengan keahlian yang kita dapat selama kuliah. soft skill yang mumpuni, akhlak yang dijunjung tinggi, dan kepekaan terhadap social adalah hal yang penting.
Tapi mengapa di tengah gelar mahasiswa yang dijunjung tinggi justru ada ungkapan bahwa kuliah dan menyandang gelar sarjana itu tidak menjamin kesuksesan. Sebab, fakta yang terlihat dilapangan bahwa zaman sekarang banyak sekali lulusan sarjana namun belum mendapat pekerjaan alias pengangguran. Tentunya bukan karena minimnya lapangan pekerjaan, jika dilihat banyak sekali diluar sana yang menyediakan pekerjaan dengan berbagai jenis. Melainkan banyak sarjana lulus tanpa memenuhi standar keahlian menjadi salah satu sebab dari banyaknya pengangguran. Sedangkan yang paling penting dan dibutuhkan di dunia pekerjaan adalah softskill.
Apabila dilihat banyak sekali cara yang bisa dilakukan untuk meningkatkan keahlian seseorang. Masa perkuliahan sebenarnya bisa dimanfaatkan untuk mengejar ketertinggalan ini, namun banyak mahasiswa yang justru melewatkan kesempatan itu sehingga Ketika lulus, keahlian yang mereka miliki menjadi pertanyaan.
Beberapa kesempatan yang biasa dianggap sepele oleh mahasiswa antara lain, pertama, ketika kuliah banyak sekali program-program pelatihan yang bisa diikuti, seperti program sertifikasi yang mana itu bisa mempercepat pengetahuan kita di perkuliahan untuk bisa setara atau bahkan lebih dari pada dunia industrinya. Kedua, pelatihan eksplorasi skill. seperti program internship (magang) yang dapat menunjang kemampuan kita di lapangan. Ketiga, melakukan penelitian dan riset juga menjadi salah satu cara yang bisa dilakukan untuk bisa mengembangkan skill kita.
Banyaknya fasilitas dan peluang yang bisa kita dapatkan ketika kuliah apabila tidak dimanfaatkan justru akan membuat gelar sarjana kita dipertanyakan. Selain dari memanfaatkan peluang yang ada mindset atau pola pikir juga berperan penting untuk perubahan hidup kedepannya. Karena yang menentukan kesuksesan itu bukan kecerdasan, tahta, privilege/tingkat pendidikan melainkan mindset.
Menurut Carol Dweekanda, yang dituliskan di dalam bukunya yang berjudul mindset. Bahwa pemikiran manusia itu dibagi menjadi dua jenis, yang pertama fixed mindset adalah pola pikir yang cenderung menganggap kepintaran talenta dan lain lain nya itu adalah bawaan atau suatu keadaan dari lahir. Mereka cenderung memiliki mindset tertutup, cenderung menyalahkan keadaan menganggap kritik sebagai ancaman menghindari tantangan dan cenderung mudah menyerah hasilnya orang dengan fixed mindset mengalami sedikit kemajuan dalam hidup mereka padahal mungkin potensi dan talentanya itu besar.
Kedua, growth mindset, Memiliki orientasi untuk berkembang. mereka menganggap bahwa talenta dan kecerdasan itu bisa dilatih bukan bawaan. Hal tersebut membuat mereka semangat mempelajari hal baru dan menyukai tantangan sebagai peluang untuk berkembang dan menerima kritikan untuk mengevaluasi diri.
Dari sana dapat disimpulkan bahwa mereka yang tidak memiliki kesempatan untuk menempuh Pendidikan, apabila mereka mempunyai mindset yang bagus tidak akan menutup kemungkinan untuk bisa sukses, apalagi seseorang yang berpendidikan, yang memiliki kesempatan di bangku kuliah yang seharusnya menjadi tempat mereka meningkatkan kualitas dirinya tentunya itu menjadi jalan mereka untuk bisa membuktikan kepada dunia luar.
Sesungguhnya sukses itu adalah sebuah proses, sukses itu membutuhkan seribu langkah. Seribu langkah itu tidak bisa ditempuh secara instan, semuanya bukan yang mendadak tiba tiba terjadi, tetapi learning by doing karena kita sering gagal dan mau belajar untuk memperbaiki suatu kegagalan menjadi suatu kekuatan untuk bangkit. B.J. Habibie pernah berkata tidak ada jaminan untuk kesuksesan tetapi memilih untuk tidak mencoba adalah jaminan kegagalan. Percaya dan yakinlah, bahwa kita adalah generasi emas bibit-bibit terbaik bangsa untuk kehidupan dimasa depan.
https://m.harianmomentum.com/read/44316/harian-momentum-edisi-31-oktober-2022