Model Pembelajaran Problem Bassed Learning Mengoptimalkan Hasil Belajar Siswa di Era Kurikulum Merdeka
Tanggal : 13 Jun 2023
Ditulis oleh : DWI ZAHRA NABILA
Disukai oleh : 0 Orang
Pada era kurikulum merdeka ini mendorong pembelajaran yang sesuai dengan kemampuan peserta didik. Model-model pembelajaran yang digunakan sebelumnya sudah kurang efektif untuk diterapkan Kembali pada kurikulum merdeka. Model pembelajaran Problem Bassed Lerning (PBL) dapat di aplikasikan pada kurikulum merdeka.
Perbedaan karakter setiap peserta didik yang membuat para guru/pendidik untuk mengkaji model pembelajaran yang tepat. Tujuannya untuk fasilitasi perbedaan karakter peserta didik dalam proses pembelajaran. Salah satu model pembelajaran yang cocok di terapkan pada era kurikulum merdeka adalah model pembelajaran berbasis masalah (Problem Bassed Learning).
Problem based learning (PBL) atau pembelajaran berbasis masalah adalah model pembelajaran yang mengutamakan penyelesaian masalah umum yang lazim terjadi dalam kehidupan sehari-hari. Seperti yang dikemukakan oleh Shoimin (2017, hlm. 129) bahwa problem based learning artinya menciptakan suasana belajar yang mengarah terhadap permasalahan sehari-hari (Shoimin, 2017, hlm. 129).
Pada proses pembelajaran menggunakan model pembelajaran PBL mengharapkan peserta didik untuk mengidentifikaasi permasalahan, mengumpulkan data, dan menggunakan data tersebut untuk melakukan pemecahan masalah. Dalam pemecahan masalah peserta didik juga di harus untuk berpikir kritis untuk mengambil dan menyatankan pendapatnya terkait masalah yang akan di selesaikan.
Hosnan (2014, hlm. 298) menjelaskan bahwa tujuan utama dari model PBL bukan sekedar menyampaikan pengetahuan kepada siswa namun juga mengembangkan kemampuan berpikir kritis dan kemampuan pemecahan masalah serta kemampuan siswa itu sendiri yang secara aktif dapat memperoleh pengetahuannya sendiri.
Model problem based learning berusaha untuk membantu siswa menjadi pembelajar yang mandiri dan otonom. Melalui proses pembelajaran yang dilakukan secara berulang-ulang dapat mendorong peserta didik untuk aktif di kelas. Peserta didik mulai sering mengajukan pertanyan dan mencari penyelesaian terhadap permasalahan tersebut. Secara tidak langsung itu membuat peserta didik meyelesaikan tugas-tugas secara mandiri.
https://m.harianmomentum.com/read/47813/harian-momentum-edisi-13-juni-2023