Opini Pameran Seni di Kota Budaya yang Tak Ada Habisnya
Tanggal : 08 Dec 2022
Ditulis oleh : MADAH IKRIMATUL `AZMI
Disukai oleh : 0 Orang
Pameran Seni di Kota Budaya yang Tak Ada Habisnya
Oleh: Madah Ikrimatul ‘Azmi
Mahasiswa Pendidikan Kimia
Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan
UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta
Berbicara tentang Yogyakarta tidak akan ada habisnya. Kota Yogyakarta merupakan kota besar yang mempertahankan konsep tradisional dan budaya jawa. Yogyakarta atau kerap disebut dengan nama Jogja itu kaya akan wisata, kuliner, dan budaya. Tidak hanya itu, Yogyakarta pun tidak bisa terlepas dari keseniannya. Terbukti, kegiatan seni di Yogyakarta tidak pernah mati. Hal ini dapat dilihat dari maraknya pameran seni yang digelar di berbagai museum hingga saat ini. Beberapa pameran seni ini bisa menjadi destinasi di saat weekend maupun weekday. Para pengunjung sangat berantusias untuk datang. Para pengunjungnya yaitu para mahasiswa, anak-anak, bahkan orang tau pun sangat antusias.
Adapun beberapa pameran seni di Yogyakarta diantaranya, pertama, Pameran Seni Rupa Patung Lingkar Berhala. Pameran ini diselenggarakan oleh mahasiswa seni rupa murni Institut Seni Yogyakarta (ISI) di Museum Benteng Vredeburg Yogyakarta pada Selasa, 19 Juli 2022 sampai Minggu, 22 Juli 2022 tepatnya di Gedung G Museum Benteng Vredeburg.
Kedua, Arts In Common-Expanding Awareness (Artjog MMXXII) yang mengakhiri seri Artjog arts-in-common yang sejak 2019 membingkai ketiga pameran dalam triplet tematik ruang-waktu-kesadaran. Tema ini dimaknai sebagai upaya perluasan kesadaran yang akumulatif dan resiprokal antara seniman dan khalayak dengan merefleksikan realitas yang kini, masa depan, serta harapan-harapan yang harus diwujudkan. Salah satu agenda utama dalam Expanding Awareness adalah memberikan perhatian pada kesenian yang mendukung inklusivitas. Hal yang diimplementasikan pada seleksi kuratorial, program-program, dan penyelenggaraan secara luas. Artjog arts-in-common bukan melalui soal kesenian untuk semua, melainkan juga tentang cita-cita terwujudnya sebuah dunia bersama. Pameran ini digelar pada 7 Juli 2022 sampai 4 September 2022 di Jogja National Monumen.
Ketiga, Song Art Exhibition. Pameran ini bertempat di Joining Art Space Pendowoharjo, Sewon, Bantul pada 2 Juli 2022 sampai 2 Agustus 2022. Ketiga, Pameran Sumakala. Pameran ini menceritakan tentang masa-masa kekuasaan Sri Sultan Hamengkubuwono ke III dan IV. Pameran ini berlangsung dari 29 Oktober 2022 sampai 23 Januari 2023 di Pagelaran Kraton Yogyakarta.
Keempat, Pameran Nandur Srawung. Pameran seni rupa berskala internasional ini bertempat di Taman Budaya Yogyakarta pada 16 Oktober 2022 sampai 22 Oktober 2022. Pameran ini bertema mayapada atau matrix, yang bermakna gagasan untuk melakukan pembacaan realita ganda antara fisik dan nonfisik. Kelima, Dayabara. Pameran ini bertempat di Jogja National Museum pada 16 September 2022 sampai 30 September 2022. Pameran ini menampilkan 52 karya yang terdiri dari drawing dan patung yang diciptakan oleh seniman bernama Aris Prabawa.
Keenam, Yogyakarta Komik Weeks. Dinas Kebudayaan Daerah Istimewa Yogyakarta menggelar pameran ini di Jogja National Museum (JNM) mulai 27 Oktober 2022 sampai 5 November 2022 untuk membangkitkan kembali ekosistem pegiat dan seniman komik Indonesia. Ketujuh, Pameran Annual Museum Exhibition (AMEX). Pameran ini merupakan acara tahunan yang dilakukan di Museum Sonobudoyo berlangsung pada 7 November 2022 sampai 30 Desember 2022. Memiliki tema star and moon “apa yang dibawa dan disatukan oleh lautan”. Itulah beberapa pameran yang ada di Kota Budaya ini yang tentunya sangat menarik untuk diikuti.
https://m.harianmomentum.com/read/44920/harian-momentum-edisi-8-desember-2022
POST TEBARU
- Kimia untuk Kehidupan, Bukan Sekedar Nilai Ujian
- Telaah Kritis terhadap Perubahan Kurikulum di Indonesia: Transformasi Pembelajaran atau Pergantian Program Kerja?
- Juara 3 lomba bola volly
- Simfoni Keberagaman Mengalun Damai di Tanah Pendidikan dan Kebudayaan hvs
- Whoos Ambisi Modernisasi dan Beban Finansial