Optimalisasi Pendidikan di Era Pandemi Melalui Teknologi bagi Pelajar dan Mahasiswa

Tanggal : 15 Oct 2021

Ditulis oleh : MASITA ZUMNA MAULIDA

Disukai oleh : 1 Orang

Pandemi Covid-19 di Indonesia mulai menyebar pada pertengahan bulan Maret 2020. Pandemi Covid-19 membatasi aktivitas manusia di luar rumah untuk memutus rantai penyebarannya sehingga kegiatan bekerja, belajar, dan beribadah dilakukan dari rumah. Setelah mewabahnya pandemi tersebut, pemerintah berupaya keras untuk membuat kebijakan baru mengenai pelaksanaan kegiatan belajar mengajar pada masa pandemi. Kebijakan tersebut berupa meniadakan sementara pembelajaran tatap muka secara langsung di sekolah dan diganti dengan pembelajaran jarak jauh secara online. Kebijakan ini diberlakukan secara nasional sehingga tidak hanya berdampak pada daerah-daerah yang terpapar, namun juga di seluruh daerah yang belum terdampak. Kebijakan tersebut juga telah diimplementasikan dalam penyelenggaraan pendidikan nasional dengan dikeluarkannya Surat Edaran Mendikbud Nomor 3 Tahun 2020 tentang Pencegahan Covid-19 pada Satuan Pendidikan, dan Surat Edaran Nomor 4 Tahun 2020 Tentang Pelaksanaan Kebijakan Pendidikan Dalam Masa Darurat Penyebaran Coronavirus Desease (Covid-19). Langkah tersebut dilakukan untuk menekan dan meminimalisir angka pasien yang terpapar virus.

            Tidak hanya pada jenjang Sekolah Dasar/Madrasah Ibtidaiyah saja yang menerapkan kebijakan pembelajaran jarak jauh. Namun, tingkat Sekolah Menengah Pertama/Madrasah Tsanawiyah, Sekolah Menengah Atas/Madrasah Aliyah, bahkan hingga jenjang Perguruan Tinggi pun menerapkan kebijakan tersebut. Padahal, tidak semua pelajar dan mahasiswa terbiasa belajar melalui online. Akibat dari adanya wabah ini, mereka dituntut untuk mulai terbiasa melakukan pembelajaran berbasis online.

            Pembelajaran daring adalah bentuk pembelajaran yang mampu menjadikan siswa  tidak bergantung pada orang lain. Hal ini dikarenakan melalui pembelajaran daring, siswa akan fokus pada layar gawai untuk menyelesaikan tugas ataupun mengikuti diskusi yang sedang berlangsung. Tidak akan ada interaski atau pembicaraan yang tidak perlu dan tidak penting. Semua yang didiskusikan merupakan hal yang penting untuk menuntaskan kompetensi yang akan dicapai. Oleh karena itu, melalui pembelajaran daring diharapkan akan menjadikan siswa mandiri dalam mengonstruk ilmu pengetahuan.

            Pelaksanaan pembelajaran jarak jauh membutuhkan media yang dapat mendistribusikan ilmu pengetahuan atau sebagai wadah dalam proses kegiatan belajar mengajar. Media yang digunakan sebagai sarana pembelajaran jarak jauh sekarang ini menggunakan internet disebut juga dengan online learning yang dapat memberikan fasilitas koneksi ke seluruh penjuru dunia. Internet yang tidak dibatasi jarak dan waktu membuat pembelajaran dapat dilakukan kapan saja dan dimana saja, penggunaan internet sebagai sarana belajar dapat memberikan dampak yang positif dalam penggunaan internet dengan peran para pendidik dalam pengelolaannya agar pembelajaran dapat terlaksana dengan efektif. Media pembelajaran merupakan gabungan antara bahan belajar dengan alat belajar dan merupakan bagian dari sumber belajar untuk dijadikan sebagai penyampaian pesan dan informasi dalam pembelajaran.

            Media pembelajaran yang digunakan oleh guru pada era pandemi ini jenisnya beragam. Seperti guru memanfaatkan komputer untuk menjelaskan materi pembelajaran melalui power point, guru membuat video tutorial agar bisa dipelajari oleh siswa secara mandiri, pembuatan e-learning melalui web sekolah, guru membuat video pembelajaran dan diunggah ke google classroom, dan juga bisa melalui video interaktif yang berisi latihan soal serta pembahasannya. E-learning sangat potensial untuk membuat proses belajar lebih efektif sebab peluang siswa untuk berinteraksi dengan guru, teman, maupun bahan belajarnya terbuka lebih luas.

            Sedangkan di jenjang Perguruan Tinggi, dosen lebih memanfaatkan platform yang tersedia di google, seperti zoom cloud meeting, google meet, google classroom, dan juga aplikasi WhatsApp. Penggunaan teknologi sebagai media pembelajaran menjadikan meluasnya kesempatan mahasiswa dalam meningkatkan pembelajarannya. Kepuasan mahasiswa dalam menjalani PJJ ini menjadi masukan penting dalam rangka perbaikan di masa yang mendatang. Peranan literasi teknologi informasi dan komunikasi penting dalam PJJ di masa pandemi Covid-19 ini. Mahasiswa diharapkan bisa memahami mata kuliah secara mandiri. Komponen utama dalam kemampuan belajar mandiri yaitu peran dosen sebagai fasilitator, identifikasi kebutuhan belajar, pengembangan tujuan pembelajaran, identifikasi sumber yang sesuai, implementasi proses, serta komitmen pada kontrak dan evaluasi pembelajaran. Prosedur pemberian tugasnya pun beragam, ada yang bersifat individu, ada pula yang bersifat kelompok. Namun, kebanyakan dosen memberikan tugas secara kelompok dan dipresentasikan sesuai jadwal mata kuliah tersebut.

            Keberhasilan pembelajaran daring tidak hanya dipengaruhi dari peran teknologi internet saja, tetapi juga dipengaruhi dari kualitas Sumber Daya Manusia. Teknologi internet tidak akan memberikan pengaruh yang signifikan apabila SDM sebagai operator atau pengguna tidak memiliki pengetahuan serta keterampilan yang baik dalam penggunaan dan pengelolaan teknologi. Untuk itu pemahaman mengenai teknologi menjadi faktor utama dalam keberhasilan pembelajaran daring. Teknologi internet dalam pembelajaran daring berperan sangat penting, dikarenakan tanpa adanya teknologi internet dapat menghambat pembelajaran yang dilakukan secara online. Teknologi internet juga berpengaruh bagi siswa atau mahasiswa untuk mencari bahan pembelajaran yang kurang mereka pahami.

Koran Matabanua (Jumat, 15 Oktober 2021)

https://matabanua.co.id/2021/10/15/e-paper-harian-pagi-mata-banua-jumat-15-oktober-2021/




POST TERKAIT

POST TEBARU