Peluang dan Tantangan Pendidikan di Era Revolusi Industri 4.0
Tanggal : 14 Dec 2021
Ditulis oleh : ANGGUN LINTANG PUSPITA
Disukai oleh : 0 Orang
Oleh: Anggun Lintang Puspita ,Mahasiswa Pendidikan Kimia Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta
Era Revolusi Industri 4.0 merupakan tren yang berkembang menuju otomasi dan pertukaran data dalam teknologi dan proses dalam industri manufaktur. Revolusi industri 4.0 atau juga yang biasa dikenal dengan istilah “cyber physical system” ini sendiri merupakan sebuah fenomena dimana terjadinya kolaborasi antara teknologi siber dengan teknologi otomatisasi.
Dengan adanya revolusi ini, akan membawa banyak perubahan di berbagai sektor, khususnya dalam sektor pendidikan. Untuk menghadapi revolusi industri 4.0, pendidikan harus mampu membentuk generasi muda yang kreatif, inovatif, kompetitif, dan terampil. Selain itu, juga dibutuhkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul, professional, percaya diri, dan berorientasi pada masa depan. Karena SDM memiliki peran yang sangat penting dalam mempersiapkan diri pada era revolusi industri 4.0.
Presiden Joko Widodo pernah mengingatkan bahwa, “Kita butuh ilmu pengetahuan dan teknologi yang membuat kita bisa melompat dan mendahului bangsa lain. Kita butuh terobosan-terobosan jalan pintas yang cerdik yang mudah yang cepat. Kita butuh SDM unggul yang berhati Indonesia, berideologi Pancasila. Kita butuh inovasi-inovasi yang disruptif yang membalik ketidakmungkinan menjadi peluang”.
Memasuki era revolusi industri 4.0 ini, pendidikan di Indonesia menghadapi tantangan yang cukup besar, baik dari usaha pemerataan, perluasan akses, peningkatan mutu, daya saing, efisiensi manajemen pendidikan, serta optimalisasi sumber daya manusia. Masyarakat Indonesia masih merasa kesulitan dalam beradaptasi dan SDM yang belum terlalu paham dengan literasi teknologi, mereka masih menganggap sulit untuk mengejar literasi data dan teknologi karena kurangnya kemampuan untuk mengadaptasi dua literasi ini. Disinilah tantangannya, karena sesungguhnya muncul pekerjaan di masa depan akan membutuhkan SDM yang tidak hanya kompeten dari sisi intelektual (IQ) saja, melainkan juga mumpuni di sisi emosional (EQ).
Pendidikan 4.0 membutuhkan perubahan paradigma, yang berorientasi kepada kebutuhan industri dan mampu menjawab tantangan pekerjaan di masa depan, serta mengutamakan dasar kompetensi, ketimbang pemasok lulusan yang hanya bermodalkan pengetahuan. Pendidikan 4.0 dituntut untuk menciptakan format pendidikan jangka panjang, karena sifat teknologi yang dapat berubah sangat cepat, ketimbang pembelajaran jangka pendek.
Pendiri dan kepala eksekutif Forum Ekonomi Dunia (WEF), menyebutkan revolusi industri 4.0 ini sangat berbeda dibandingkan tiga revolusi industri sebelumnya, dalam hal skala, ruang lingkup dan kompleksitasnya, dan transformasi dari pengalaman hidup. Berkembangnya transformasi digital ini digadang-gadang akan menghadirkan berbagai dampak bagi sektor pendidikan di Indonesia. Dengan adanya tantangan yang harus kita hadapi, kita dapat memanfaatkannya sebagai peluang.
Ada empat poin penting yang akan menjadi tantangan sekaligus peluang untuk berkembang di Era Revolusi Industri 4.0, diantaranya:
pertama, Teknologi pembelajaran harus mampu seimbang dengan kemajuan startup di sektor education technology (edutech). Teknologi pembelajaran diharapkan dapat membantu setiap siswa atau lembaga pendidikan dalam memanfaatkan segala peluang untuk pengembangan diri. Aplikasi bimbingan belajar online merupakan contoh nyata dari kemajuan teknologi pembelajaran di bidang pendidikan, yang menyediakan guru untuk les privat bagi siswa yang ingin belajar secara daring. Tantangan yang dihadapi Indonesia akan l lebih berat, dikarenakan SDM yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia. Kecepatan membangun infrastruktur fisik harus dibarengi dengan kegesitan meluaskan jaringan internet dan memastikan jaringan internet dan memastikan layanan listrik tidak padam agar internet dapat digunakan dengan efektif.
Kedua, yaitu individualisasi pembelajaran. Lembaga pendidikan yang memberdayakan ekosistem pendidikan sehingga mereka dapat menggunakan teknologi informasi untuk pendidikan yang bisa lebih maksimal serta dinamis.
Ketiga, pengembangan sistem penilaian yang ada pada lembaga pendidikan di Indonesia, Hadirnya E-raport yang menjadi sistem penilaian, dimana orang tua dapat memantau pengembangan siswa dengan baik. Ini merupakan bukti bahwa Indonesia sedang mempersiapkan diri pada era industri 4.0.
Keempat, lembaga pendidikan harus meningkatkan kapasitas guru dengan memberikan alternatif atau solusi melalui pendekatan teknologi informasi yang nantinya dapat mengembangkan kurikulum dalam sistem pendidikan.
Itulah keempat poin yang harus dikembangkan dan diharapkan agar dapat membantu siswa dan lembaga pendidikan dalam menghadapi tantangan dan memanfaatkan peluang untuk pengembangan diri dan kemajuan bangsa.
https://matabanua.co.id/2021/12/13/e-paper-harian-pagi-mata-banua-senin-13-desember-2021/