Pemanfaatan Media YouTobe Dalam Pembelajaran Keterampilan Menyimak

Tanggal : 18 Nov 2021

Ditulis oleh : AZIZAH MIFTAKHUL ROHMAH

Disukai oleh : 0 Orang

Bahasa Indonesia merupakan hal yang tidak bisa dipisahkan dari dunia pendidikan karena Bahasa Indonesia memiliki dua kedudukan, yaitu sebagai Bahasa Nasional dan sebagai Bahasa Negara. Sesuai kedudukannya sebagai Bahasa Negara, bahasa Indonesia mempunyai fungsi yaitu pertama, sebagai bahasa resmi kenegaraan. Kedua, sebagai bahasa pengantar dalam dunia pendidikan. Ketiga, alat perhubungan pada tingkat nasional untuk kepentingan perencanaan dan pelaksanaan pembangunan nasional serta kepentingan pemerintahan. Dan keempat, sebagai alat pengembangan kebudayaan, pengetahuan, dan teknologi (Mudliath, 2015: 1).

            Untuk melakukan pengembangan Bahasa Indonesia perlu diadakan pengajaran sejak dini, dengan penguasaan standar kompetensi yang meliputi empat keterampilan, yaitu: menyimak, berbicara, membaca dan menulis. Keterampilan menyimak merupakan keterampilan pertama yang harus dikuasai oleh manusia karena keterampilan menyimak itu merupakan dasar untuk suatu Bahasa (Merdhana, 2014 & Tarigan, 2015). Penguasaan Bahasa, komunikasi lisan, dan penguasaan fonologi dapat dilakukan bila ada penguasaan keterampilan menyimak.

            Menyimak pada hakikatnya adalah mendengarkan dan memahami isi bahan simakan. Oleh karena itu, tujuan utama menyimak adalah menangkap, memahami atau menghayati pesan, ide, dan gagasan yang tersirat dalam bahan simakan. Menurut Setiawan (dalam Darmawan, 2001: 11), salah satu manfaat menyimak adalah meningkatkan intelektualitas serta memperdalam penghayatan keilmuan dan khazanah ilmu kita.

            Peran penting keterampilan menyimak terhadap penguasaan keterampilan berbahasa yang lain perlu didukung oleh pembelajaran yang baik, yaitu pembelajaran yang menuntut keaktifan peserta didik. Keaktifan belajar peserta didik merupakan unsur terpenting bagi keberhasilan proses belajar. Dengan berpartisipasi aktif dalam pembelajaran menyimak, kemampuan peserta didik akan terlatih sehingga menjadi semakin terampil dalam kegiatan menyimak. Hal ini sejalan dengan pendapat Tarigan (2008:2), yang menyatakan bahwa suatu keterampilan hanya dapat diperoleh dan dikuasai dengan jalan praktik dan banyak pelatihan. Namun, dalam kenyataan sangat jarang ditemukan peserta didik yang aktif dalam pembelajaran menyimak dan berdampak pada kemampuan menyimak peserta didik yang rendah.

             Rendahnya keterampilan menyimak itu disebabkan oleh faktor peserta didik dan juga pendidik. Dari faktor peserta didik, Sebagian besar mereka kurang memiliki motivasi dan perhatian dalam proses menyimak, sedangkan dari segi pendidik, Sebagian besar pendidik jarang menggunakan media pembelajaran yang menarik dan kurang inovatif dalam pembelajaran menyimak. Salah satu Teknik yang dapat digunakan oleh pendidik, yaitu dengan pemanfaatan media YouTube dalam pembelajaran menyimak.

YouTube adalah sebuah situs web berbagi video yang dibuat oleh tiga mantan karyawan PayPal pada Februari 2005. Situs ini memungkinkan penggunaan mengunggah, menonton, dan berbagi video. Perusahaan ini berkantor pusat di San Bruno, California, dan memakai teknologi Adobe Flash Video dan HTML5 untuk menampilkan berbagai macam konten video buatan pengguna, termasuk klip film, klip TV dan video music. Selain itu, ada pula konten tentang blog video, video original pendek, dan video pendidikan. Youtobe menjadi salah satu media sosial yang praktis dan mudah diakses.

Menurut Green & Hope, 2010 dalam Suryaman (2015:1), media sosial menjadi alat pengajaran penting untuk menyebarkan informasi kepada siswa, pasien dan keluarganya. Penggunaan video interaktif, seperti YouTube ke dalam pembelajaran akan meningkatkan pemahaman dan penguasaan keterampilan peserta didik. YouTube dapat menjadi alternatif untuk mempelajari keterampilan berbahasa dan sastra Indonesia, sebagai alat pengajaran untuk menciptakan pengalaman belajar yang aktif antar kelompok dalam rangka meningkatkan pengetahuan mereka (Herman, 2006, Carpenter et al, 2008 dalam Suryaman, 2015).

YouTube merupakan alternatif sumber belajar yang tepat guna dan berhubungan dengan video pembelajaran bagi pendidik dan peserta didik. Mengintegrasikan video tertentu di YouTube dapat mengembangkan kemampuan apresiatif peserta didik dan memberikan pengalaman belajar, tidak hanya terbatas pada materi pelajaran tetapi juga teknologi yang digunakan.

Adapun keunggulan atau pun kelebihan pemanfaatan YouTube dalam pembelajaran adalah peserta didik tidak akan bosan karena media audio visual yang dapat dinikmati selama pembelajaran atau bisa dimanfaatkan sebagai sarana hiburan dalam pembelajaran ditambah lagi berbagai ilmu yang diperoleh. Selain itu, membiasakan peserta didik untuk belajar streaming dan mendownload setiap video yang dapat menambah ilmu, seperti membuka atau menonton dan menyimak video berita pendidikan.

            Kendala-kendala yang dihadapi oleh pendidik selama memanfaatkan media YouTube berita pendidikan dalam pembelajaran keterampilan menyimak, antara lain pertama, fasilitas yang kurang memadai. Fasilitas memang sangat mempengaruhi kelancaran berlangsungnya proses pembelajaran, terutama pembelajaran yang memanfaatkan media berbasis IT. Kedua,  situasi ruangan yang kurang kondusif. Mengingat sebagian besar lembaga pendidikan kurang menyediakan ruangan yang memadai tersebut sehingga pembelajaran keterampilan menyimak menjadi kurang kondusif. Ketiga, kemampuan dan keterampilan peserta didik dalam menyimak YouTube berita pendidikan yang kurang mumpuni. Ada beberapa peserta didik yang dengan cepat menangkap dan memahami isi berita yang ditayangkan melalui media YouTube, adapula peserta didik yang dengan lambat menangkap isi berita itu. Terlebih, kegiatan menyimak belum pernah dilatihkan dalam pembelajaran.

            Ada beberapa saran yang dapat dikemukakan, yakni hendaknya pembahasan terkait pemanfaatan media YouTube berita pendidikan perlu dilakukan oleh pendidik di berbagai jenjang pendidikan agar peserta didik lebih mendalam dalam menguasai keterampilan menyimak. Selain itu, pendidik lain, terutama pendidik Bahasa Indonesia dapat mengaplikasikan atau memanfaatkan media-media pembelajaran lainnya guna menunjang keterampilan berbahasa, yakni keterampilan menyimak.




POST TERKAIT

POST TEBARU