Pembelajaran kimia untuk meningkatkan kesadaran siswa terhadap lingkungan dengan metode green chemistry

Tanggal : 08 Jul 2024

Ditulis oleh : CALINA VERDA TANIA BERTHA

Disukai oleh : 0 Orang

Pembelajaran kimia untuk meningkatkan kesadaran siswa terhadap lingkungan dengan metode green chemistry Oleh : Calina Verda Tania Berha 23104060052 Masalah lingkungan ialah satu hal topik yang tidak pernah ada habisnya diperbincangkan. Selain itu pengolahan sampah terus menjadi permasalahan yang mempunyai dampak negatif terhadap lingkungan dan sosial. Indonesia ialah bagian dari 10 negara dengan jumlah penduduk terbanyak di dunia. Sebab, di indonesia jumlah penduduk mempengaruhi aktivitas konsumsi yang tentu saja berpengaruh pada peningkatan jumlah sampah yang dihasilkan sehingga berdampak besar terhadap kerusakan lingkungan. Meningkatnya jumlah sampah saat ini, akibat besarnya jumlah penduduk dan tingginya taraf hidup masyarakat modern, membuat masyarakat terus-menerus memerlukan plastik. Masyarakat belum menyadari bahwa membeli barang sama dengan menambah sampah, apalagi produk sekali pakai. Ketika aktivitas manusia semakin beragam hal dan semakin banyak barang dan produk yang dibeli, jumlah sampah yang dihasilkan dapat melebihi daya serap bumi pada alam. Sampah di lingkungan merupakan permasalahan yang perlu segera mendapatkan perhatian. Pemprosesan sampah tidak dapat dipisahkan dari kehidupan masyaarakat. Karena bertambahnyan jumlah penduduk dan gaya hidup masyarakat, maka jumlah sampah pun semakin banyak. Jumlah sampah yang semakin banyak hingga hari ke hari, memaksa semua pemangku kepentingan untuk turun tangan dan mencari solusi agar masalah berbahaya ini dapat terselesaikan. Salah satu solusi untuk pengurangan sampah adalah dengan mengedukasi sedini mungkin, maka dari itu harus di mulai dari masa sekolah. Guru harus membuat media mengenai hal ini yang bisa berkaitan dengan mata pelajaran disekolah seperti misal mata pelajaran kimia. Pada pelajaran ini kemendikbud sudah mengupdate media kurikulum yaitu green chemistry. Green chemistry ialah filosofi atau konsep yang mendukung pengembangan produk atau proses yang lebih mengurangi atau menghilangkan penggunaan dan produksi bahan yang berbahaya. Aspek dari prinsip green chemistry mencakup minimalisasi bahan yang berbahaya, penggunaan katalis untuk reaksi serta proses kimia, penggunaaan reagen tidak beracun, penggunaan sumber energi yang dapat terbarukan, peningkatan efisiensi nuklir, dan penggunaan pelarut yang ramah lingkungan dan dapat di daur ulang. Green chemistry bertujuan untuk mengembangkan terjadinya proses kimia serta produk kimia yang ramah lingkungan dan sejalan dengan pembangunan berkelanjutan. Menurut Haack et al., (2005) mengintegrasikan dan memperkenalkan dua belas prinsip kimia green chemistry ke dalam media kurikulum dan pembelajaran disebut pendidikan green chemistry. Hal ini dilakukan dengan harapan dapat menumbuhkan kesadaran lingkungan pada siswa sejak dini. Pendidikan mata pelajaran kimia mempunyai peran yang cukup penting dalam pemdidikan untuk pembangunan, khususnya kimia berkelanjutan. Proses pengajaran prinsip-prinsip green chemistry dimulai dari calon guru kimia yang akan turun tangan menjadi guru kimia di sekolah. Guru merupakan pilar utama dan menjadi konsep pertama untuk memahami fenomena yang terjadi disekitarnya. Guru kimia mengambil pendekatan yang tepat terhadap materi pelajaran, termasuk laboratorium. Intisari pembelajaran suatu ilmu seperti kimia memerlukan mental dan keterampilan praktis (magang). Metode sebenarnya melibatkan laboratorium dan bahan kimia. Pentingnya pendekatan praktis mengenai bahan kimia tidak mengesampingkan dampak penggunaan bahan kimia terhadap lingkungan. Fokus pendidikan kimia saat ini adalah mempertimbangkan dampak lingkungan dari produksi senyawa berbeda. Saaat ini diperkirakan akan terdapat sejumlah besar bahan kimia yang sebelumnya dikatakan ramah pada lingkungan, namun penggunaannya kemudian menjadi terbatas penggunaannya karena menimbulkan risiko terhdap lingkungan atau kesehatan. Mengenai pengolahan limbah industri, konsep pembangunan berkelanjutan telah dibahas di komunitas internasional selama bertahun-tahun dan digunakan sebagai kerangka rencana pembangunan nasional di banyak negara. Berdasarkan konsep pembangunan yang berkelanjutan, green chemistry dikembangkan pada tahun 1980an. Hal ini berkaitan dengan penerapan dua belas prinsip yang tujuannya untuk membatasi aktivitas dan kesehatan manusia serta dampak dari industri kimia dan produk serta kondisi alam di lingkungan. Green chemistry memiliki dua belas aspek atau prinsip yang dapat digunakan pada setiap sikap dan tindakan manusia untuk menjaga alam di lingkungan. Prinsip-prinsip green chemistry dapat diterapkan pada sikap dan perilaku manusia dalam upaya menjaga lingkungan, yang dapat dicapai melalui chemistry education. Penerapan proses industri berbasis green chemistry memberikan manfaat dalan keseimbangan aspek lingkungan, ekonomi dan sosial. Jika proses didasarkan pada kimia ramah lingkungan maka akan menjalankan 12 tersebut antara lain : 1) Menghindari timbulnya limbah, 2) Menggunakan energi nuklir secara ekonomis, 3) Penggunakan bahan kimia sintesis aman, 4) Merancang zat kimia yang aman, 5) Penggunaan pelarut dan bahan penolong yang aman, 6) Desain untuk efisiensi energi, 7) Penggunaan bahan mentah terbarukan, 8) Pengurangan tahapan proses, 9) Mengkatalisasi untuk meningkatkan kecepatan, 10) Desain ramah lingkungan terbarukan, 11) Analisis Real-time untuk mencegah pencemaran lingkungan, 12) Menghindari penggunaan bahan kimia berbahaya, beracun, smencemari. Artinya penerapkan prinsip 12 maka green chemistry dianggap sebagai dalam tahapan penting menuju kelestarian alam di lingkungan atau pembangunan yang berkelanjutan. Keterampilan dalam hal kerja pada ilmiah yang tepat dalam prinsip kimia ramah lingkungan. Artinya menggunakan bahan kimia secara bijak berdampak pada perlindungan atau pelestarian lingkungan hidup. Pembelajaran kimia dapat disampaikan melalui aspek green chemistry yang terintegrasi dalam pembelajaran. Pembelajaran kimia dengan fokus green chemistry melibatkan siswa secara langsung dengan fokus green chemistry mrlibatkan secara langsung dengan lingkungan dengan kegiatan pembelajaran yang mengembangkan nilai-nilai konservasi siswa. Upaya yang ditawarkan oleh green chemistry untuk memperbaiki limgkungan dan memecahkan masalah lingkungan sangat luas, terutama pada perencanaan. Hal ini dikarenakan jenis bahan dan jenis konversinya berbeda. Namun penyelesaian permasalahan tersebut dapat dibagi menjadi dua komponen: penyelesaian permasalahan yang berkaitan dengan bahan baku (bahan awal), dan penyelesaian permasalahan yang berkaitan dengan kondisi reaksi. Misalnya, desain sintetik mempertimbangkan rute sintetik yang digunakan untuk menghasilkan molekul akhir, bukan molekul yang dihasilkan. Memodifikasi rute sintesis menghasilkan produk akhir yang mirip dengan metode tradisional, namun mengurangi toksisitas bahan mentah, produk, dan limbah. Menurut Anastas & Warner, aspek terpenting dari green chemistry adalah: 1. Menghindari timbulan limbah 2. Penggunakan reagen dan pelarut yang tak berbahaya 3. Melakukan perubahan reaksi secara selektif dan efisiensi 4. Menghindari produk dan reaksi kimia yang tidak diinginkan. Selain itu, 12 prinsip green chemistry yang perlu di perhatikan. Itu adalah: 1) Mencegah adanya limbah beracun daripada harus mengolah atau mebersihkan limbah tersebut 2) Ekonomi Atom dalam pengembangan metode sintesik 3) Bahan sintesis kimia yang tak berbahaya atau kurang berbahaya untuk kesehatan manusia dan alam 4) Mengembangkan bahan kimia yang tak berbahaya dan tetap efektif meskipun toksisitasnya berkurang 5) Gunakan pelarut dan produk pembawa yang tak berbahaya serta tidak beracun 6) Dirancang untuk efesiensi energi 7) Bahya bagi 8) Mengurangi turunan yang tidak penting 9) Gunakan katalis untuk meningkatkan selektivitas dan meminimalkan konsumsi energi 10) Merancang bahan kimia yang dapat diuraikan menjadi produk yang tidak berbahaya 11) Analisis simultan untuk menghindari kontaminasi 12) Bahan kimia yang digunakan dalam proses kimia dipilih agar lebih aman untuk mencegah kecelakaan Seperti disebutkan sebelumnya, prinsip kimia ramah lingkungan bertujuan untuk mengurangi atau menghilangkan penggunaan bahan kimia berbahaya dengan mengembangkan produk dan proses kimia. Oleh karena itu, penerapan 12 prinsip tersebut berlaku dalam pembelajaran green chemistry baik daam bentuk teori maupun kegiatan praktek di laboratorium.tentu saja efek samping dari penggunaan bahan kimia di laboratorium adalah dihasilkannya sejumlah limbah atau produk limbah tertentu. Beberapa dari limbah tersebut berbahaya bagi lingkungan dan dapat juga digolongkan sebagai Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) yang memerlukan pengolahan khusus. Jika salah penanganan, hal ini dapat berdampak negatif pada organisme hidup atau merusak lingkungan. Oleh karena itu, satu pilihannya adalah menggati bahan berbahaya dengan bahan pengganti yang sesuai dan membuangnya secara aman ke lingkungan. Green chemistry sangat berperan penting dalam mencegah pencemaran lingkungan akibat proes dan bahan kimia yang beracun dan berbahaya. Prinsip-prinsip green chemistry dapat diterapkan dalam pembelajaran kimia, termasuk kegiatan praktik langsung di laboratorium. Hal yang bisa dapat dilakukan antara lain mengurangi atau mengganti produk kimia tidak aman yang digunakan dalam reaksi kimia atau mensintesis senyawa yang menghasilkan limbah berbahaya yang dapat menimbulkan permasalahan lingkungan. Pembelajaran kimia dengan pendekatan green chemistry bukanlah tujuan mutlak, melainkan komitmen terhadap proses pembangunan berkelanjutan yang memperhatikan keselarasan antara lingkungan dan kimia. Green chemistry dapat menjadi salah satu pilihan pembelajaran kimia yang berwawasan lingkungan. Pendidikan kimia di sekolah menengah dan universitas hendaknya fokus pada pembelajaran laboratorium teori dan praktik dengan penerapan prinsip green chemistry. Sebagai pendidik, Anda dapat meninjau dan memodifikasi eksperimen yang dilakukan sebelumnya, mencari alternatif dan memilih bahan untuk praktik , serta mengembangkan, merancang, dan melakukan eksperimen baru yang sejalan dengan kimia ramah lingkungan. Sementara itu, siswa atau calon pendidik dapat melakukan eksperimen green chemistry.


POST TERKAIT

POST TEBARU