Pengelolaan Perpustakaan Di SMPN 1 Bojonggenteng Kabupaten Sukabumi
Tanggal : 08 Aug 2024
Ditulis oleh : PRETTY PUTRI PAMUNGKAS N
Disukai oleh : 0 Orang
Perpustakaan dapat dikatakan sebagai jantung sekolah yang sangat penting dalam membangun rasa cinta para siswa terhadap budaya minat baca. Perpustakaan merupakan bagian penting dalam sebuah lembaga pendidikan untuk mendukung kelancaran proses pembelajaran yang baik, seperti yang disebutkan dalam Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 24 Tahun 2014 Tentang Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 43 Tahun 2007 tentang perpustakaan, yang berbunyi: “Perpustakaan sekolah/madrasah ialah perpustakaan yang menjadi bagian penting dari proses pembelajaran dan bertindak sebagai sumber belajar untuk memfasilitasi pencapaian tujuan pendidikan lingkungan di sekolah/madrasah.
Perpustakaan sebagai tempat penyedia informasi di lingkungan sekolah akan mencapai tujuan kinerja optimal jika didukung oleh manajemen atau pengelolaan yang efektif, sehingga semua kegiatan sekolah dapat berkontribusi pada pencapaian tujuan yang telah ditetapkan. Pengelolaan perpustakaan perlu dilakukan berdasarkan prinsip-prinsip pengelolaan, dengan memanfaatkan semua sumber daya yang tersedia di dalam perpustakaan tersebut. Tentu saja, perpustakaan yang dikelola dengan baik akan lebih efektif dalam mencapai tujuan yang telah ditetapkan untuk perpustakaan itu sendiri.
Di Kabupaten Sukabumi terdapat salah satu Sekolah Menengan Pertama, yakni SMPN 1 Bojonggenteng. SMPN 1 Bojonggenteng merupakan salah satu sekolah dengan status akreditasi A yang terletak di Jl. Nyalindung, Desa Bojonggenteng, Kec. Bojonggenteng, Kab, Sukabumi. SMPN 1 Bojonggenteng ini berada dibawah tanggung jawab dan pengawasan Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi. Adapun visi dari sekolah tersebut, yaitu terwujudnya generasi akhlak mulia dan profil pelajar pancasila dan salah satu misinya ialah menyelenggarakan ekstrakulikuler baik akademik maupun non akademik untuk mengembangkan minat bakat siswa, seperti halnya minat siswa untuk membaca buku di perpustakaan. Peningkatan kualitas perpustakaan sekolah sangat bergantung pada pengelolaan dan kualitas layanan yang baik, layanan yang efektif menjadikan interaksi yang positif bagi pustakawan dan siswa sehingga dapat meningkatkan minat baca siswa.
Perpustakaan SMPN 1 Bojonggenteng ini dalam perencanaan struktur organisasinya selalu melibatkan pihak sekolah dan guru-guru, yakni kepala sekolah dan pengurus perpustakaannya (pustakawan). Menurut pustakawan SMPN 1 Bojonggenteng yaitu bu Pupit Siti Nurmilah, dalam pengelolaan perpustakaan SMPN 1 Bojonggenteng ini menjalin kerja sama dengan beberapa perpustakaan daerah seperti perpustakaan desa bojonggenteng, desa berkah, dan perpustakaan SMA Insan Cendikia Al Kausar untuk mengembangkan kompetensi tenaga perpustakaan. Koleksi buku di perpustakaan seperti buku bacaan fiksi dan non fiksi yakni novel, cerita rakyat dan buku referensi lebih banyak dibandingkan dengan buku paket atau buku mata pelajaran. Buku paket pelajaran hanya terdapat 2 buku saja per mata pelajaran di perpustakaan, sisanya dibagikan ke siswa satu per satu untuk menunjang mata pelajaran tertentu yang akan dikembalikan pada akhir semester.
Pada tahap pelaksanaan pengelolaan perpustakaan sebelumnya, dilihat dari program kerja sampai dengan daftar buku kunjung yang disediakan untuk tenaga pendidik dan peserta didik, pihak pengelola perpustakaan mengadakan grup literasi yang diadakan di hari senin sebagai tujuan dari program perpustakaan. Selanjutnya dalam hal proses peminjaman buku di perpustakaan harus mencatat di buku yang disediakan oleh pengelola, selain itu pengisian buku kunjung juga merupakan hal yang wajib diisi bagi pesertata didik dan pendidik. Layanan perpustakaan SMPN 1 Bojonggenteng, melayani layanan baca buku ditempat, layanan pinjam kembali koleksi buku, layanan referensi, layanan bimbingan penggunaan referensi, layanan literasi informasi dan layanan kunjungan kelas.
Perpustakaan SMPN 1 Bojonggenteng dalam pengelolaannya telah menerapkan pengklasifikasian buku sesuai dengan subjek dan pokok bahasannya menggunakan metode DDC (Dewey Decimal Classification) dengan bantuan aplikasi IKHLAS. Metode DDC ialah sistem klasifikasi fundamental yang mengelompokkan bahan pustaka berdasarkan subjek dan pokok bahasan. Perpustakaan SMPN 1 Bojonggenteng memiliki 8 rak buku dengan buku-buku yang tersusun rapih sesuai dengan subjeknya, dan suasana tempat yang sangat nyaman dan bersih karena dibersihkan setiap hari oleh pengelola perpustakaan. Grup literasi yang menjadi salah satu program kerja dari perpustakaan SMPN 1 Bojonggenteng juga pernah mendapatkan piagam penghargaan pada tanggal 25 januari 2024 sebagai video permainan daerah terkreatif peserta TALENTA GLN Gareulis Jabar tingkat kabupaten Sukabumi. Selanjutnya, untuk anggaran perpustakaan mengacu pada dana BOS (Bantuan Oprasional Sekolah).
Pengelolaan perputakaan di sekolah memiliki peran dalam mendukung kelancaran proses belajar mengajar. Perpustakaan diharapkan dapat menjadi sumber daya yang bermanfaat bagi peserta didik dalam kegiatan belajar, sekaligus membantu guru dalam menjalankan proses mengajar agar lebih lancar. Dengan demikian, kerja sama antara kepala sekolah, guru, pustakawan, dan staf sekolah lainnya sangat penting dalam mengelola perpustakaan sekolah. Fungsi pengelolaan perpustakaan tidak hanya bermanfaat bagi siswa, tetapi juga bagi guru. Hal ini menunjukkan betapa pentingnya peran perpustakaan dalam mendukung proses belajar mengajar secara keseluruhan.
https://m.harianmomentum.com/read/53764/harian-momentum-edisi-7-agustus-2024
POST TEBARU
- Kimia untuk Kehidupan, Bukan Sekedar Nilai Ujian
- Telaah Kritis terhadap Perubahan Kurikulum di Indonesia: Transformasi Pembelajaran atau Pergantian Program Kerja?
- Juara 3 lomba bola volly
- Simfoni Keberagaman Mengalun Damai di Tanah Pendidikan dan Kebudayaan hvs
- Whoos Ambisi Modernisasi dan Beban Finansial