Penggunaan Animasi Sebagai Media Pembelajaran Daring

Tanggal : 22 Oct 2021

Ditulis oleh : SALSABILA ZULFA PUTRILIANA

Disukai oleh : 0 Orang

Pandemi Covid-19 yang mulai menyebar pada akhir 2019 memberikan banyak pengaruh pada berbagai sektor di Indonesia. Salah satu sektor yang terdampak adalah pendidikan. Mengikuti Surat Edaran Nomor 4 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan Kebijakan Pendidikan pada masa pandemi Covid-19, Kemdikbud  menghimbau  supaya  seluruh institusi pendidikan tidak melakukan proses belajar mengajar secara langsung,  melainkan harus dilakukan secara jarak jauh atau daring, dan seluruh materi akan disampaikan di rumah masing-masing.

Melalui surat edaran tersebut, pelaksanaan pada sektor pendidikan mengalami banyak perubahan dalam penerapannya, termasuk pada kegiatan pembelajaran yang mau tidak mau harus dialihkan dengan jarak jauh (online). Padahal biasanya pembelajaran berlangsung di dalam ruang kelas dengan jadwal tertentu. Namun, pada pembelajaran jarak jauh berubah menjadi pembelajaran di ruang masing-masing dengan waktu yang tidak terstruktur. Pembelajaran  jarak jauh ini merupakan upaya langkah untuk mencegah penularan Covid-19.

Karena penyebaran covid-19 begitu cepat, maka pada sektor pendidikan tak jarang terjadi gagap teknologi saat diminta untuk melakukan pembelajaran secara jarak jauh. Namun, pada akhirnya institusi pendidikan menerapkan berbagai teknologi untuk mendukung pembelajaran jarak jauh. Patria dan Yulianto (2011) menjelaskan terdapat beberapa metode belajar yang dilakukan saat pembelajaran jarak jauh, diantaranya pembelajaran daring.

Pembelajaran daring adalah metode pembelajaran yang menggunakan teknologi serta jaringan internet baik untuk penggunaan Whatsapp, Google Classroom, Zoom, serta aplikasi lainnya. Pembelajaranan daring dilakukan dengan memanfaatkan teknologi internet dengan sistem pembelajaran jarak jauh, sehingga kegiatan belajar dan mengajar tidak dilakukan secara tatap muka. Materi dari pembelajaran daring dapat diberikan melalui berbagai macam media, baik media cetak (modul) maupun non cetak (audio atau video), komputer atau internet, serta siaran radio dan televisi.

Jika dilihat dari siswa yang melakukan pembelajaran daring biasanya siswa cenderung mudah bosan terhadap cara guru dalam menyampaikan materi. Hal itu dapat berpengaruh terhadap pemahaman dan nilai siswa. Maka dari itu, perlu inovasi baru dalam pembelajaran. Penggunaan animasi untuk menyampaikan materi dapat menjadi salah satu upaya untuk membangun kembali minat siswa dalam pembelajaran.

Animasi mampu menarik perhatian, meningkatkan motivasi. serta merangsang pemikiran pelajar agar lebih berkesan. Tenaga pengajar dapat memanfaatkan aplikasi berbasis teknologi seperti powtoon, doratoon, blender, animaker, dan lain lain untuk membuat animasi pembelajaran yang menarik. Nantinya, animasi tersebut dapat diberikan kepada siswa melalui YouTube, WhatsApp, Google Classroom, dan dapat pula disampaikan melalui Zoom.

Analisis yang dilakukan oleh Ke, Lin, Ching, & Dwyer (2006) pada penggunaan animasi untuk pembelajaran, menunjukkan bahwa rata-rata siswa yang menggunakan animasi dalam pembelajaran mengalami peningkatan multi-level sebanyak 62%. Sementara kelompok yang menggunakan ilustrasi statis mengalami peningkatan sebanyak 50% saja. Selanjutnya bahwa efektivitas animasi bervariasi pada setiap level pembelajaran.

Jika dibandingkan dengan ilustrasi statis, animasi dapat lebih meningkatkan ketekunan dalam belajar. Sebanyak 80% siswa yang menerima pembelajaran dengan animasi menunjukkan kesungguhan dalam belajar lebih besar jika dibandingkan dengan mereka yang menerima pembelajaran dengan gambar statis. Selain itu, jika dibandingkan dengan ilustrasi statis, animasi lebih mudah dalam membantu siswa untuk mengembangkan pengetahuan yang bersifat fakta dan akurat dalam tes aplikasi atau kinerja. Rata-rata 64% siswa yang menggunakan animasi mendapatkan nilai lebih tinggi dalam ujian yang berhubungan dengan pengetahuan fakta dan aplikasi jika dibandingkan siswa di kelompok yang menggunakan ilustrasi statis.

Kemudian apabila dilihat dari penelitian yang dilakukan oleh Evi Deliviani, “Aplikasi Powtoon Sebagai Media Pembelajaran: Manfaat dan Problematikanya” dapat disimpulkan bahwa aplikasi teknologi berbasis animasi mempunyai beberapa manfaat seperti pembelajaran menjadi lebih efektif; prestasi belajar siswa menjadi lebih meningkat, motivasi belajar siswa semakin tinggi, menjadikan tenaga didik menjadi lebih terampil dalam mengelola pembelajaran. Maka dari itu kita dapat memanfaatkannya sebagai media pembelajaran baru kepada siswa.




POST TERKAIT

POST TEBARU