Peningkatan Kreativitas Siswa Sebagai Kunci Keberhasilan Pembelajaran Daring

Tanggal : 28 Apr 2021

Ditulis oleh : NUZULUL NUGRAHNASTITI

Disukai oleh : 0 Orang

Berdasarkan Surat Edaran Nomor 4 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan Kebijakan Pendidikan dalam masa pandemi Covid-19, Kemendikbud  menghimbau  agar  semua lembaga pendidikan tidak melakukan proses belajar mengajar secara langsung atau tatap muka,  melainkan harus dilakukan secara tidak langsung atau jarak jauh (daring).

Ketika belajar di rumah, pembelajaran dapat difokuskan pada pendidikan kecakapan hidup antara lain mengenai pandemi Covid-19. Pembelajaran yang dilakukan di sekolah dasar juga menggunakan pembelajaran online / jarak jauh melalui bimbingan orang tua. Dengan pembelajaran online siswa memiliki keleluasaan waktu belajar, dapat belajar kapanpun dan dimanapun. Siswa dapat berinteraksi dengan guru menggunakan beberapa aplikasi seperti Google classroom, konferensi video, telepon atau live chat, zoom atau melalui grup WhatsApp. Pembelajaran ini merupakan inovasi pendidikan untuk menjawab tantangan ketersediaan sumber belajar.

Keberhasilan suatu model atau media pembelajaran tergantung pada karakteristik siswa. Kondisi pembelajaran jarak jauh tersebut juga memberikan tantangan dan peluang bagi siswa untuk bangkit serta keluar dari zona nyaman dan rutinitas yang ada. Pembelajaran daring dapat dijadikan momentum yang baik dalam menumbuhkan kreativitas siswa dan memanfaatkan teknologi sesuai dengan eranya.

Berpikir kreatif dapat menumbuhkan pemikiran kritis, dan pemikiran kritis sebaliknya dapat menumbuhkan pemikiran kreatif (Boone, 2016). Pembelajaran daring adalah salah satu media pembelajaran yang digunakan dalam pandemi Covid-19, terutama sebagai peningkatan kreativitas siswa. Pembelajaran daring ini akan memberikan pemetaan terhadap pola pikir. Proses pemetaan yang dibuat oleh siswa ini akan memberikan efek kreatif pada pemikiran siswa. Pemikiran yang kreatif diperlukan bagi setiap orang terutama bagi siswa yang beranjak usia remaja. Pendidikan kreatif akan membentuk kreativitas dan bakat seseorang yang dibentuk melalui media pembelajaran.

Di tengah pendemi Covid-19, kegiatan siswa lingkungan sangat terbatas dan beberapa siswa bahkan tidak keluar dari rumah untuk melakukan suatu kegiatan. Dari sini, peran keluarga dan guru sangat diperlukan untuk mengembangkan kreativitas siswa dalam masa perkembangannya.

Pendidikan berbasis kreativitas sangat diperlukan saat ditengah pandemi ini, melalui pendidikan tersebut, siswa memiliki wawasan yang lebih luas terhadap berbagai perspektif. Pada pendidikan kreatif, guru sangat berperan dalam pengembangan pola pikir siswa. Pola pikir ini akan mengarah ke kreativitas siswa. Dengan adanya pendidikan kreatif ini akan siswa akan merasakan kesenangan belajar terutama saat dirumah. Karena pendidikan kreatif ini menuntut siswa untuk mengembangkan hasil karyanya semenarik  mungkin.

Menurut Munandar (2002:68) berkaitan dengan pengembangan kreativitas siswa, kreativitas ditinjau dari empat aspek yaitu : Pertama, aspek pribadi, yaitu aspek dari diri siswa yang mendorong kreativitas. Kedua, aspek pendorong, yaitu pemahaman dari siswa yan tumbuh sehingga mempengaruhi daya pikir dan kreativitas. Ketiga, aspek proses, yaitu proses pelaksanaan pembuatan suatu ide dari pemikiran kreatif. Keempat, aspek produk, yaitu hasil pemikiran kreatif (ide) yang dibuat sedemikian indah, kemudian dimanfaatkan sesuai kebutuhan belajar masing-masing siswa.

Dari aspek-aspek tersebut diatas, dapat disusun suatu strategi yang dapat digunakan dalam meningkatkan kreativitas para siswa agar terjadi peningkatan pemahaman terhadap materi pembelajaran.

Pertama, literasi teknologi. Pemahaman siswa yang tinggi terhadap pemakaian teknologi pada pembelajaran online merupakan salah satu keberhasilan pembelajaran daring. Penguasaan serta pemahaman tentang teknologi yang akan digunakan untuk pembelajaran daring merupakan hal yang harus dilakukan siswa saat pembelajaran online. Dengan perkembangan era teknologi 4.0 semakin banyak fitur-fitur atau aplikasi yang digunakan sebagai sarana pembelajaran online.

Kedua, kemampuan berkomunikasi intrapersonal. Kemampuan  intrapersonal  dibutuhkan  untuk  terjalinnya  interaksi  serta  hubungan  antar siswa lainnya selama pembelajaran daring. Sebagai makhluk sosial tetap membutuhkan interaksi dengan orang lain meskipun pembelajaran online dilaksanakan secara mandiri. Oleh sebab itu,  siswa tetap harus dilatih kemampuan interpersonal dan kemampuan komunikasi dalam kehidupan bermasyarakat.

Ketiga, pengadaan diskusi-diskusi aktif. Diskusi aktif ini diadakan dengan merancang sebuah talk show dengan narasumber yang didatangkan untuk diwawancarai. Materi yang dihadirkan pun harus relate atau berkaitan dengan masalah-masalah siswa saat itu dan berpeluang meningkatkan kreativitas siswa.

Keempat, keterampilan belajar mandiri. Kemampuan akan  belajar  mandiri  merupakan karakteristik dari pembelajaran daring. Pada saat proses belajar, siswa akan mencari, menemukan dan menyimpulkan apa yang telah dipelajari secara mandiri.  Seperti  yang  dikemukakan Kirkman (2007) pembelajaran mandiri merupakan proses dimana siswa dilibatkan secara langsung dalam mengidentifikasi apa yang perlu untuk dipelajari menjadi pemegang kendali dalam proses pembelajaran. Ketika belajar secara mandiri, unsur motivasi menjadi begitu penting guna penenntuan keberhasilan pada proses pembelajaran.

Pembelajaran daring dapat menumbuhkan kreativitas baik melalui metode pembelajaran maupun media pembelajaran yang digunakan. Melalui media pembelajaran daring siswa akan lebih terbantu dalam proses pembelajaran berbasis kreativitas, yang mana ada beberapa strategi yang dapat dilaksanakan dalam mewujudkan pembelajaran tersebut. Dengan peningkatan kreativitas siswa maka akan terwujudlah keberhasilan pembelajaran daring.

 

Koran : Mata Banua

link : https://drive.google.com/file/d/1hU5Cxm1w-w2HQ9-WCmrNIuQ7XCbuPr-E/view




POST TERKAIT

POST TEBARU