Pentingnya Budaya Kesopanan pada Generasi Muda

Tanggal : 27 Oct 2023

Ditulis oleh : RIKAYATI

Disukai oleh : 1 Orang

 

Tidak dapat dipungkiri kemajuan teknologi yang semakin pesat membawa  dinamika pada kehidupan manusia di Indonesia. Canggihnya teknologi membuat manusia dari kalangan  dewasa hingga anak-anak begitu akrab dengan teknologi contohnya gadget atau handphone. Kemudahan mengakses jaringan yang semakin meluas, membuat orang tergiur menggunakan gadget  dalam kehidupan sehari-hari sebagai bentuk rutinitasnya.

Dilihat dari rutinitas orang menggunakan gadget tentu saja banyak hal yang berubah dari pribadi seseorang yang dapat dilihat dari sisi baik maupun buruknya. Menggunakan gadget secara terus menerus menimbulkan perubahan fisik dan mental pada seseorang. Contoh yang dapat dilihat yaitu penglihatan mata yang semakin buram, stres, dan depresi mengganggu kesehatan mental atau psikologis seseorang karena sering melihat gaya hidup hedonisme orang lain dari media sosial yang mengakibatkan diri sendiri ingin mengikuti gaya hidupnya.

Di zaman yang serba mudah, instan, dan cepat, manusia dapat dengan mudah mencari apapun yang diinginkan. Mereka mampu mencari informasi mulai dari bidang pendidikan, permainan gim online hingga kehidupan orang lain yang termuat dalam media sosial. Tumbuh kembangnya teknologi tentu berkaitan dengan interaksi-interaksi manusia satu dengan yang lainnya.

Sebagai makhluk sosial seharusnya mereka mampu berinteraksi satu sama lain, mampu menjalin keakraban, dan komunikasi yang baik satu sama lain.  Namun, adanya globalisasi dan teknologi ini membuat pola pikir manusia berubah drastis. Mereka tidak lagi menggunakan waktu bersamanya untuk saling komunikasi, justru berlawanan dari hal itu. Mereka begitu asyik di dunia maya, kurang peduli terhadap lingkungan, bahkan menjadi  seseorang yang apatis. Dari hal itu tentu saja menurunkan nilai-nilai kesopanan yang ada di Indonesia.

Indonesia dikenal dengan masyarakat yang ramah-tamah, sopan santun, dan berjiwa gotong-royong dalam kehidupan sosial. Menurut survei dari Expat  Insider tahun 2022 yaitu Indonesia menempati negara kedua setelah Meksiko yang menyatakan bahwa sebanyak 90% tingkat responnya lalu 71% mudahnya ekspatriat di Indonesia membuatnya menjadi teman dekat atau teman lokal dan sebanyak 16% ekspatriat  berteman dengan ekspatriat lain di Indonesia (Mutia, 2022).  Namun seiring melejitnya teknologi informasi, contohnya handphone membawa perubahan perilaku budaya yang semakin terlihat nyata dalam kehidupan masyarakat.

Budaya yang secara terus menerus diulang-ulang melahirkan kepribadian dari suatu wilayah atau negara. Jika pemuda bangsa Indonesia tidak peka terhadap lingkungan di sekitar dan hanya mementingkan dunia maya saja, maka menjadikan pemuda sebagai generasi yang menunduk. Dikatakan sebagai generasi menunduk karena mereka terlalu sering melihat ke gadget daripada memperhatikan lingkungan sekitar. Tentu saja kondisi ini mengkhawatirkan dan tidak sesuai dengan jati diri Bangsa Indonesia. Oleh karena itu, perlu menjadi perhatian dan aksi nyata pada setiap elemen negara Indonesia baik pemerintah maupun warga negara. Arah pemuda bangsa yaitu mereka yang mampu menaklukkan dunia teknologi, bukan teknologi yang dapat merampas nilai- nilai kesopanan dari pemuda bangsa.

Salah satu bentuk agar tidak melunturkan budaya kesopanan  di Indonesia yaitu mulai dari diri sendiri dengan melakukan hal yang paling sederhana yaitu dengan lebih peka terhadap lingkungan seperti menghentikan aktivitas bermain gadget atau handphone sejenak untuk menyapa yang lebih tua maupun yang muda, menunduk kepala, dan membungkuk badan jika ingin melewati orang tua di sekitarnya. Budayakan 3 S dalam kehidupan sehari-hari yaitu Salam, Sapa, Senyum. Dengan demikian, jika hal tersebut dilakukan warga Indonesia, maka akan terciptanya kehidupan yang lebih akrab, harmonis, saling menghargai satu dengan orang lainnya, dan mampu memelihara hubungan yang baik salah satunya bisa mewujudkan generasi millenials yang peka terhadap lingkungan.

bukti koran : https://m.harianmomentum.com/read/49886/harian-momentum-edisi-26-oktober-2023




POST TERKAIT

POST TEBARU