Pentingnya Menerapkan 3M (Menggunakan Masker, Mencuci Tangan, dan Menjaga Jarak) Dalam Memutus Rantai Penyebaran Covid-19
Tanggal : 04 Mar 2021
Ditulis oleh : MUHAMAD ADITYA HIDAYAH
Disukai oleh : 1 Orang
Pentingnya Menerapkan 3M (Menggunakan Masker, Mencuci Tangan, dan Menjaga Jarak) Dalam Memutus Rantai Penyebaran Covid-19
Pada awal Maret 2020, dunia dikejutkan oleh munculnya pandemi COVID- 19 yang merubah hampir seluruh sistem tatanan kehidupan manusia. Organisasi Kesehatan dunia (WHO) secara resmi menyatakan bahwa COVID-19 menjadi pandemik global dan meminta ke semua negara untuk melakukan upaya maksimal dalam guna membatasi penyebaran maupun jumlah kasus COVID-19. Dalam kondisi saat ini, COVID-19 bukanlah suatu wabah yang bisa diabaikan begitu saja. Jika dilihat dari gejalanya, orang awam akan mengiranya hanya sebatas influenza biasa, tetapi bagi analisis kedokteran virus ini cukup berbahaya dan mematikan. Saat ini di tahun 2020, perkembangan penularan virus ini cukup signifikan karena penyebarannya sudah mendunia dan seluruh negara merasakan dampaknya termasuk indonesia. Mengantisipasi dan mengurangi jumlah penderita COVID-19 di Indonesia sudah dilakukan di seluruh daerah. Diantaranya dengan memberikan kebijakan membatasi aktifitas keluar rumah, kegiatan sekolah dirumahkan, bekerja dari rumah (work from home), bahkan kegiatan beribadah pun dirumahkan. Hal ini sudah menjadi kebijakan pemerintah berdasarkan pertimbangan-pertimbangan yang sudah dianalisa dengan maksimal tentunya. Terkait aktifitas yang dirumahkan sudah menjadi kebijakan dalam kondisi khusus yang harus dilakukan. Kebijakan ini diharapkan mampu mengatasi masalah yang terjadi di masyarakat. Kebijakan ini ditetapkan oleh beberapa pihak terutama pemerintah yang diorientasikan pada pemenuhan kebutuhan dan kepentingan masyarakat.
Mengantisipasi dan mengurangi jumlah penderita COVID-19 juga dapat dicegah dengan berbagai upaya. Pengetahuan mendalam mengenai gejala dan penularan virus tersebut penting untuk diketahui oleh masyarakat. Kesadaran masyarakat untuk menjaga kebersihan dan kebugaran tubuh harus ditingkatkan. Beberapa upaya untuk mencegah penularan Covid-19, yaitu dengan menerapkan 3M (menggunakan masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak). Langkah tersebut telah digalangkan oleh pemerintah sejak tanggal 20 Juni 2020 dengan harapan kasus COVID-19 berkurang, namun apakah cara tersebut ampuh dalam mata rantai penyebaran COVID-19?
Pemerintah Indonesia terus melakukan upaya-upaya guna meminimalisir orang yang terinveksi COVID-19. Awalnya pemerintah tidak terlalu ingin memberikan informasi kepada publik terkait virus corona yang masuk ke Indonesia. Hal tersebut dilakukan untuk menghindari kepanikan masyarakat dan juga menghindari isu-isu yang tidak jelas kebenarannya. Kamis, 19 Maret 2020 dari pemberitaan detiknews, juru bicara pemerintah untuk penanganan virus Korona, Achmad Yurianto mengatakan bahwa pemerintah tengah mengupayakan dilakukannya tes massal virus Corona dan perlu dilakukan adanya uji PCR. Yurianto juga mengatakan secara resmi informasi perkembangan kasus COVID-19 bahwa sampai dengan hari Kamis, 19 Maret 2020 penelitian yang dilakukan oleh WHO dengan menghimpun semua ahli virus korona di dunia masih belum mendapatkan suatu kesepakatan yang bisa dijadikan standar dunia terkait dengan spesimen pengobatan yang definitif terhadap COVID-19. Terkait perkembangan virus korona tersebut, akhirnya pemerintah membuat kebijakan sebagai langkah pertama yaitu berupa anjuran social distancing. Ini dimaknai bahwa pemerintah menyadari sepenuhnya penularan dari covid-19 ini bersifat droplet percikan lendir kecil-kecil dari dinding saluran pernapasan seseorang yang sakit yang keluar pada saat batuk dan bersin. Oleh karena itu, pemerintah menganjurkan kepada siapapun yang batuk dan yang menderita penyakit influenza untuk menggunakan masker, tujuannya untuk membatasi percikan droplet dari yang bersangkutan. Selain mengatur jarak antar orang, agar kemungkinan peluang tertular penyakit bisa menjadi lebih rendah. Implikasinya bahwa pertemuan-pertemuan dengan jumlah yang besar dan yang memungkinkan terjadinya penumpukan orang harus dihindari. Karenanya sangat penting untuk disadari bersama dari seluruh komponen masyarakat untuk tidak melaksanakan kegiatan yang mengerahkan banyak orang dalam satu tempat yang tidak terlalu luas dan menyebabkan kerumunan. Hal ini dianggap sebagai salah satu upaya yang sangat efektif untuk mengurangi sebaran virus. Oleh karena itu, social distancing harus diimplementasikan, baik dalam kehidupan sehari-hari, di lingkungan kerja ataupun di lingkungan rumah tangga. Selain tetap melakukan pencegahan melalui upaya pola hidup bersih dan sehat dengan selalu mencuci tangan menggunakan sabun dengan air yang mengalir. Terkait pemeriksaan virus covid-19 ada beberapa macam cara yang dilakukan jika ditinjau dari sensitivitasnya, yaitu dengan pemeriksaan metode molekur, dengan menggunakan PCR berupa pemeriksaan imunoglobulin sebagai upaya tes screening awal dan dapat dilaksanakan secara massal. Tujuannya adalah untuk secepat mungkin dapat mengetahui kondisi masyarakat yang terpapar positif virus corona, sehingga selanjutnya dapat dilakukan upaya isolasi. Masyarakat dianjurkan untuk mengisolasi diri atau self isolation yang dilaksanakan secara mandiri di rumah dan akan dimonitoring oleh puskesmas atau petugas kesehatan.
Penyebaran virus korona di Indonesia harus ditekan semaksimal mungkin. Salah satu cara utamanya dengan menerapkan perilaku disiplin yaitu melakukan langkah 3M sebagai upaya mencegah sekaligus memutus rantai penularan COVID- 19 (Linda Lestari dkk., 2020). Membiasakan dan mewajibkan diri untuk mematuhi protokol kesehatan merupakan salah satu kunci agar virus korona dapat ditekan penyeberannya. Namun, dibutuhkan perilaku disiplin dari diri sendiri, juga sangat perlu untuk dilakukan secara kolektif dengan penuh kesadaran. Penerapan 3M dapat dilakukan dengan menjalankan setidaknya 3 (tiga) perilaku disiplin yaitu : memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak. Menurut paparan Wiku Adisasmito berdasarkan peneletian internasional, memakai kain dapat menurunkan risiko penularan virus korona sebesar 45%. Lebih baik lagi adalah mengenakan masker bedah yang mampu menekan penyebaran virus korona hingga 70%.Mencuci tangan merupakan langkah 3M berikutnya untuk menurunkan risiko penularan COVID-19 sebesar 35 persen. WHO menyarankan, cucilah tangan menggunakan sabun/antiseptik selama 20-30 detik dan menerapkan langkah- langkah yang benar. Jika dalam kondisi tertentu, semisal tidak ada air dan sabun atau tidak dapat menggunakan air dan sabun untuk membersihkan tangan, solusi lainnya adalah memakai cairan yang berbasis setidaknya 60% alkohol seperti hand sanitizer. Penerapan 3M yang paling utama adalah menjaga jarak atau social distancing dengan jarak minimal 1 meter, termasuk dengan menghindari kerumunan. Wiku Adisasmito mengatakan, jika hal tersebut dilakukan maka akan dapat meminimalisir risiko penyebaran COVID-19 hingga 85% (Linda Lestari dkk., 2020).
Adapun penerapan 3M yang baik dan benar berdasarkan laman resmi satuan tugas penanganan COVID-19 menginformasikan langkah-langkah yang baik dan benar dalam menerapkan perilaku 3M untuk mencegah penularan virus Corona, yakni sebagai berikut (Apa Itu 3M untuk Mencegah & Menekan Penularan Virus COVID-19?, t.t.):
- Panduan Memakai Masker
- Semua orang harus memakai masker, terutama jika di luar rumah.
- Sebelum memakai masker, cuci tangan pakai sabun dan air mengalir (minimal 20 detik).
- Bila tidak tersedia air, gunakan cairan pembersih tangan (minimal alkohol 60%).
- Pasang masker untuk menutupi mulut dan hidung.
- Pastikan tidak ada sela antara wajah dan masker.
- Hindari menyentuh masker saat digunakan.
- Bila menyentuh masker, cuci tangan pakai sabun dan air mengalir minimal 20 detik, atau bila tidak ada, gunakan cairan pembersih tangan (minimal alkohol 60%).
- Jangan sentuh atau buka-tutup masker saat digunakan.
- Ganti masker yang basah atau lembab dengan masker baru.
- Masker medis hanya boleh digunakan satu kali saja.
- Buang segera masker 1x pakai di tempat sampah tertutup atau kantong plastik usai dipakai.
- Masker kain 3 lapis dapat dipakai berulang, tapi harus dicuci dengan deterjen usai dipakai.
- Saat membuka masker: lepaskan dari tali belakang dan jangan sentuh bagian depan masker.
- Cuci tangan setelah menyentuh atau membuang masker.
- Perlu diingat, penggunaan masker yang keliru justru meningkatkan risiko penularan
- Panduan Mencuci Tangan
- Basahi tangan dengan air mengalir.
- Sabuni tangan.
- Gosok semua permukaan tangan, termasuk telapak dan punggung tangan, sela-sela jari dan kuku, selama minimal 20 detik.
- Bilas tangan sampai bersih dengan air mengalir.
- Keringkan tangan dengan kain bersih atau tisu pengering tangan yang harus dibuang ke tempat sampah segera setelah digunakan.
- Sering cuci tangan pakai sabun, terutama sebelum makan, usai batuk atau bersin, sebelum menyiapkan makanan, dan setelah ke kamar mandi.
- Biasakan mencuci tangan pakai sabun setelah dari luar rumah atau sebelum masuk sekolah dan tempat lain.
- Bila sabun dan air mengalir tidak ada, gunakan cairan pembersih tangan berbahan alkohol (minimal 60%).
- Panduan Menjaga Jarak
- Selalu menjaga jarak fisik lebih dari 1 meter dengan orang lain.
- Tetap berada di rumah sesuai panduan pemerintah, kecuali ada keperluan mendesak.
- Bekerja, belajar dan beribadah di rumah.
- Keluar hanya untuk belanja hal penting atau pengobatan, itu pun seminimal mungkin.
- Gunakan masker saat di luar rumah.
- Sebisa mungkin hindari penggunaan kendaraan umum.
- Tunda atau batalkan acara berkumpul bareng keluarga besar atau teman
- Komunikasi tatap muka bisa dilakukan via telepon, internet, media sosial, dan aplikasi
- Tunda atau batalkan acara pertemuan, konser musik, pertandingan olahraga, kegiatan keagamaan, dan kegiatan lain yang mengundang orang banyak.
- Gunakan telepon atau layanan online untuk menghubungi dokter dan fasilitas lain.
- Kalau mengalami demam, merasa lelah dan batuk kering, lakukan isolasi diri.
- Semua orang harus melakukan physical distancing untuk mencegah penularan COVID-19
- Jaga jarak harus lebih ketat jika untuk melindungi orang yang berisiko
- Orang yang berisiko, yaitu: berusia 60 tahun lebih; atau memiliki penyakit penyerta seperti sakit jantung, tekanan darah tinggi, diabetes, kanker, asma dan paru; ibu hamil.
Daftar Pustaka
Apa Itu 3M untuk Mencegah & Menekan Penularan Virus COVID-19? (t.t.). tirto.id. Diambil 3 Januari 2021, dari https://tirto.id/apa-itu-3m-untuk-mencegah-menekan- penularan-virus-covid-19-f5tV
Linda Lestari, Firza Ghozbala, Radito Pramono Susilo, & Dyah Rusmiasih. (2020). Buku Saku Pencegahan Masyrakat Produktif dan Aman COVID-19 (1 ed.). Gugus Tugas Covid-19 Nasional.
Suyono. (2020). Manajemen Pembelajaran Berbasis Daring dalam Rangka Memutus Mata Rantai Penularan Covid-19 di Perguruan Tinggi Swasta Lembaga Layanan Perguruan Tinggi (Lldikti) Wilayah Vii. EdHumanistics, 5(1), 662-666.
Yunus, R. N. & Rezky, A. (2020). Kebijakan Pemberlakuan Lockdown Sebagai Antisipasi Penyebaran Corona Virus Covid-19. Jurnal Sosial dan Budaya Syar-i. 7(3), 227- 238.
Listina, O., Solikhati, K. I. D., & Fatmah, S. I. (2020). Edukasi Corona Virus Desease 19 (Covid-19) Melalui Penyebaran Poster Kepada Masyarakat Kecamatan Slawi Kabupaten Tegal. Jurnal Abdimas Bhakti Indonesia, 1(2).
Suryandari, N., & Haidarravy. S. (2020). Pembuatan Cairan Desinfektan dan Bilik Disinfektan sebagai Upaya Pencegahan Virus COVID-19 di Mlajah Bangkalan Madura. Jurnal Abdidas, 1(5), 345-351.
Saputra, A.D., Budi, P. A., & Sudiro. (2020). Penerapan Wastafel Portabel sebagai Upaya Pencegahan Covid-19 di Kantor Kelurahan Gedongan Kecamatan Colomadu. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat MEDITEG, 5(1), 44-49.
Mustakim, Z., Purwaningtyas, Y. F., & Irsadi, S. R. (2020). Pembuatan Dan Pembagian Hand Sanitizer Sebagai Upaya Pencegahan Covid-19 Di Desa Dahan Rejo Lor Kabupaten Gresik. Journal of Community Service, 2(3), 482-487.