Peran Pemuda Dalam Dunia Pendidikan di Era New Normal

Tanggal : 09 Jun 2021

Ditulis oleh : FAUZAN ABRORI

Disukai oleh : 1 Orang

Generasi muda memiliki peran vital dalam membawa bangsa Indonesia di era masifnya perkembanggan peradaban dunia saat ini, karena pemuda memiliki  beberapa keunggulan dari generasi lainnya berupa sifat kreativitas, cerdas, idealisme, serta melek terhadap perkembangan zaman, baik peranannya dalam bidang teknologi, ekonomi, kesehatan  tak terkecuali dalam dunia pendidikan.

Pendidikan menempati posisi yang amat strategis dalam pembangunan peradapan bangsa, dengan demikian peran pemuda sangat ideal dalam mengawal pedidikan bangsa melihat dari keunggulanya apalagi di masa New Normal ini. Masa new normal membutuhkan terobosan stategi pendidikan yang kompatibel dengan keadaan akibat dampak pandemi yang masih berlajut , trobosan strategi yang efektif sehingga peserta didik mampu memahami secara kognitif pada materi pembelajaran. Berdasarkan data survei Kemendikbud, 60 persen guru masih mengalami kendala dalam menyampaikan pembelajaran yang tercatat bulan lalu. maka dengan demikian peran pemuda sangat dibutuhkan di masa krisis saat ini.

Ada beberapa hal yang bisa diupayakan, diantaranya pentinya menyosialisasikan mengenai Era New  Normal baik mengunakan via online maupun berpapasan secara langsung. Pentingnya menyosialisikan hal ini guna untuk meningkatkan pemahaman subtansi kebijakan New Normal, serta berprilaku kebijakan New Normal yang sudah ditetapkan oleh pemerintah. Hal ini berlaku semua aktivitas sosial tak terkecuali pada proses pendidikan yang melakukannya secara offline.

Selajutnya melakukan sosialisasi pada wali murid dan siswa mengenai pentingnya mempertahankan kualitas pedidikan meski pada situasi saat ini. Kedua sosialisasi serta mengajarkan mengenai pengunaan media pembelajaran yang sudah ada, tercatat masih banyak masih kebingungan cara mengoprasikanya baik siswa dan wali murid dalam membantu proses pembelajarannya.

Seterusnya mewadahi open donasi terhadap siswa kurang mampu dalam segi finansial yang berasal dari keluarga miskin, tercatat data Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) bahwa jumlah anak putus sekolah di masa pandemi ini sangat tinggi. Dengan demikian dibutuhkan penghipunan uang untuk menopang perjalanan mereka di dunia pendidikan, baik melalui jalur batuan pemerintah maupun masyarakat umum.

Melakukan kepedulian bantuan dalam proses pembelajaran di sekolah baik saat proses  pembelajaran online maupun daring berupa kolaborasi atau bantuan. Tentu ini sangan membantu dalam menyongsong kesuksesan pembelajaran disaat new normal ini. Misalnya membantuan membersihkan lingkungan sekolah dan beberapa bantuan lainya yang berpedoman pada transmisi pencegahan COVID-19 yang dianjurkan oleh World Health Organization (WHO).

Menyumbang ide kreatif dalam proses kegiatan pembelajaran baik berupa media mapun strategi pembelajaran yang berjalan. Tercatat masih banyak pengunaan media dan strategi pembelajaran yang sudah ada  kurang efektif seiring pandemi berkelajutan sangat lama, baik murid dan guru menglami kejenuhan, kewalahan menghadapi situasi ini. Pemuda terlebih mahasiswa diharapkan subangsihnya mengenai persoalan ini.

Masa pandemi ini memberikan pelajaran berharga terhadap proses pendidikan di indonesia. Tertuntut untuk terus melakukan inovasi terhadap proses pedidikan yang berkesuaian dengan keadaan dan tangtangan perkembangan zaman, baik pada pemerintah dan guru, terhusus pada pemuda yang digadang-gadang sebangai penganti promotor kemajuan bangsa. Dangan demikian kemajuan peradaban bangsa indonesia akan terus-menerus terkawal sampai titik terdepan peradaban dunia lewat dunia pendidikan.

File PDF : https://matabanua.co.id/2021/06/08/e-paper-harian-pagi-mata-banua-selasa-8-juni-2021/




POST TERKAIT

POST TEBARU