Peran Teknologi Dalam Pembelajaran di Era Pandemi
Tanggal : 17 Dec 2021
Ditulis oleh : ARDHIA PRAMESTHI REGITA CAHYANI
Disukai oleh : 0 Orang
Peran Teknologi Dalam Pembelajaran di Era Pandemi
Oleh :
Ardhia Pramesthi Regita Cahyani
Program Studi Pendidikan Kimia
Fakultas Ilmu Trabiyah dan Keguruan
UIN Sunan Kalijaga
Saat ini hampir setiap negara di belahan dunia sedang dilanda wabah Covid-19. Covid-19 merupakan virus yang penyebarannya sangat cepat dan merupakan virus yang mematikan, untuk itu negara-negara di dunia disibukkan dalam menetapkan berbagai kebijakan sebagai upaya dalam memutus rantai penyebaran virus corona, salah satunya Indonesia. Indonesia sendiri menetapkan kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang diberlakukan disetiap daerah. Kebijakan tersebut menjadikan adanya perbahan-perubahan besar, seperti bidang ekonomi, bidang kesehatan, maupun bidang pendidikan.
Dalm bidang pendidikan, pemerintah melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) berupaya agar para pelaku pendidikan seperti pendidik dan peserta didik tetap bisa menyelenggarakan belajar mengajar meskipun dengan cara yang berbeda. Kemendikbud menetapkan peraturan bahwa pendidikan di Indonesia tetap diselenggarakan, namun dengan sistem yang berbeda yaitu Study From Home (SFH). Kementerian pendidikan dan kebudayaan mendorong pelaksanaan proses belajar mengajar dilakukan secara daring. Hal tersebut sesuai dengan Surat Edaran Kemendikbud RI nomor 3 tahun 2020 mengenai penceguhan Corona Virus Disease (COVID-19) pada satuan Pendidikan, dan Surat Sekjen Mendikbud nomor 35492/A.A5/ HK/ 2020 tanggal 12 Maret 2020 perihal Pencegahan Penyebaran Corona Virus Disease (COVID-19).
Dalam pelaksanaan pembelajaran daring memberikan tantangan tersendiri bagi pelaku pendidikan, seperti pendidik, peserta didik, institusi dan bahkan memberikan tantangan bagi masyarakat luas seperti para orang tua. Dalam pelaksanaannya pendidik harus mencari cara bagaimana agar tetap bisa menyampaikan materi pembelajaran dan dapat diterima dengan mudah oleh peserta didik. Begitu juga peserta didik yang dituntut agar bisa menyesuaikan diri dalam situasi dan kondisi seperti saat ini, salah satunya kesiapan mental.
Dalam pelaksanaannya pembelajaran daring tentunya tidak dapat terlepas dari peran teknologi. Teknologi dapat mempermudah segala kebutuhan dalam proses belajar mengajar. Sejalan dengan pendapat Tounder et al yang mengatakan bahwa tenologi digital dalam lembaga pendidikan sebagai sarana pendukung dalam pembelajaran, baik sebagai surana dalam mengakses informasi sumber belajar ataupun sebagai sarana penunjang kegiatan belajar dan berkaitan dengan tugas. Seiring dengan perkembangan zaman teknologi semakin berkembang, saat ini banyak platform yang dapat membantu pelaksaan pembelajaran daring seprti e-learing, Google Clasroom, Edmodo, Moole, Rumah belajar, dan bahkan platform dalam bentuk video conference sudah semakin banyak diantaranya seperti Google meet, Zoom, dan Visco Webex.
Berkembangnya teknologi pendidikan sampai saat ini, memberikan wama- warni dalam proses pembelajaran. Diantara dampak teknologi pendidikan di masa pandemi yaitu, pertama, terciptanya berbagai platform pembelajaran. Hal ini memberikan kemudahan bagi guru dan peserta didik dalam menjalani proses pembelajaran jarak jauh. Hadirnya platform yang dapat digunakan memberikan pengetahuan dan pengalaman baru pada peserta didik mengenai perkembangan teknologi. Baik aplikasi, web/blog, video, podcast ataupun yang lainnya. Adanya platform belajar seperti ruang guru, zenius, dll dapat menjadi jembatan peserta didik dalam belajar. Memudahkan mereka dalam memahami pembelajaran yang dilakukan dengan tidak tatap muka.
Kedua, teknologi pendidikan memudahkan peserta didik dalam mencari sumber belajar. Melihat dari media pembelajaran yang digunakan saat pandemi ini, peserta didik lebih leluasa dalam mencari sumber belajar. Menggunakan jaringan internet dan media yang telah tersedia, peserta didik dapat mengakses sumber belajar yang mereka butuhkan. Namun, apabila penggunaan internet tidak digunakan dengan baik, kemungkinan terburuk ialah peserta didik dapat mengakses hal-hal yang tidak dibutuhkan ataupun merusak moral.
Ketiga, memberi kemudahan bagi guru dalam menyampaikan materi pembelajaran kepada peserta. Dengan adanya teknologi pendidikan, pembelajaran jebih lues dilakukan tanpa harus bertatap muka.
http://m.harianmomentum.com/read/38163/harian-momentum-edisi-16-desember-2021
POST TEBARU
- Kimia untuk Kehidupan, Bukan Sekedar Nilai Ujian
- Telaah Kritis terhadap Perubahan Kurikulum di Indonesia: Transformasi Pembelajaran atau Pergantian Program Kerja?
- Juara 3 lomba bola volly
- Simfoni Keberagaman Mengalun Damai di Tanah Pendidikan dan Kebudayaan hvs
- Whoos Ambisi Modernisasi dan Beban Finansial