Peranan Self Efficacy Dalam Meningkatkan Prestasi Belajar Siswa

Tanggal : 15 Dec 2021

Ditulis oleh : AZIZAH MIFTAKHUL ROHMAH

Disukai oleh : 0 Orang

Pendidikan merupakan proses sistematis yang melibatkan baik faktor internal maupun eksternal. Faktor internal merupakan faktor yang berasal dari dalam diri siswa, seperti minat belajar dan motivasi belajar, bakat, keyakinan akan kemampuan diri sendiri (Self Efficacy), persepsi baik terhadap mata pelajaran maupun guru. Selain itu juga ada faktor eksternal, yaitu faktor yang berasal dari luar diri siswa, seperti lingkungan belajar, lingkungan keluarga, latar belakang sosial ekonomi keluarga, dan perhatian orang tua dalam membantu mengatasi kesulitan belajar yang dialami anak.

            Dunia pendidikan memegang peranan penting dalam menciptakan sumber daya manusia yang unggul dan berkualitas di masa yang akan datang. Untuk menciptakan sumber daya manusia yang berkualitas dan unggul, salah satu yang dibutuhkan seorang siswa adalah self Efficacy. Self Efficacy memiliki peranan yang sangat penting dalam kegiatan pembelajaran, seseorang akan berupaya memanfaatkan potensi dirinya secara optimal apabila self efficacy -nya mendukung. Self Efficacy ini lebih mengacu pada keyakinan sejauh mana individu mampu memprediksikan kemampuan akan dirinya dalam melaksanakan tugas atau melakukan suatu tugas yang diperlukan untuk mencapai suatu hasil tertentu.

            Menurut Bandura (dalam Santrock, 2014) mengatakan bahwa Self Efficacy memiliki pengaruh yang besar terhadap perilaku seseorang. Misalnya, seorang siswa yang mempunyai Self Efficacy rendah mungkin tidak mau berusaha untuk belajar mengerjakan tugas yang diberikan oleh guru, karena ia tidak percaya bahwa belajar akan membantunya dalam mengerjakan tugas.

            Menurut Bandura (dalam Ormrod, 2008), Self Efficacy adalah evaluasi seseorang tentang kemampuannya sendiri untuk menampilkan perilaku tertentu atau menggapai tujuan tertentu. Self Efficacy merupakan keyakinan seseorang bahwa individu mampu melaksanakan tugas tertentu dengan baik. Tanpa adanya Self Efficacy atau keyakinan tertentu yang sangat situasional, maka individu tidak akan mencoba suatu hal yang mempunyai tujuan.

            Self Efficacy merupakan salah satu aspek pengetahuan tentang diri individu atau kemampuan individu dalam memperkirakan kemampuan dirinya yang meliputi kepercayaan diri, kemampuan menyesuaikan diri, kapasitas kognitif, kecerdasan dan kapasitas bertindak pada situasi yang penuh tekanan. Siswa dengan Self Efficacy rendah akan menghindari banyak tugas, khususnya yang menantang dan sulit, sedangkan siswa yang Self Efficacy tinggi akan mengerjakan tugas-tugas yang menantang dan sulit, karena ia akan lebih berusaha untuk menguasai tugas tersebut dibandingkan siswa yang Self Efficacy-nya rendah.

            Tingginya Self Efficacy diharapkan akan memotivasi individu secara kognitif untuk berbuat secara tepat dan terarah, terutama bila tujuan yang akan dicapai adalah tujuan yang jelas. Pandangan individu terhadap Self Efficacy, akan menunjukkan seberapa besar usaha yang dikerahkan dan seberapa lama individu akan tetap bertahan ketika menemukan suatu hambatan atau pengalaman yang tidak menyenangkan. Self Efficacy selalu berkaitan dan akan berpengaruh pada pemilihan perilaku, motivasi dan keteguhan individu ketika mengalami persoalan. Cara untuk membedakan perbedaan motivasi dengan pencapaian mengedepankan Self Efficacy dari seorang individu yaitu keyakinan bahwa seseorang dapat mengatasi suatu situasi dan menghasilkan akhir yang baik.

            Setiap siswa memiliki lingkungan dan latar belakang yang berbeda-beda, sehingga hal tersebut dapat mempengaruhi kepribadian dan pembentukan rasa percaya dirinya dan juga akan berdampak pada bagaimana siswa berinteraksi dengan lingkungannya. Melalui rasa percaya diri yang dimilikinya, kemudian membentuk sebuah keyakinan diri, sehingga siswa akan dapat dengan mudah berinteraksi di dalam lingkungan belajarnya. Rasa percaya diri ialah sikap percaya dan yakin akan kemampuan yang dimiliki, yang dapat membantu individu untuk melihat dirinya dengan positif dan realitis sehingga ia dapat bersosialisasi dengan baik pada orang lain.

            Keyakinan diri (Self Efficacy) seorang individu juga banyak dipengaruhi oleh tingkat kemampuan dan keterampilan yang dimiliki. Individu yang percaya diri akan senantiasa yakin pada setiap perbuatan yang dilakukannya, merasa leluasa untuk melakukan hal-hal yang sesuai dengan keinginannya dan bertanggung jawab atas perbuatannya. Tentu kondisi tersebut dapat menjadi pencetus, sehingga akan memudahkan dalam proses belajarnya. Akan tetapi, tidak semua individu mempunyai keyakinan diri yang memadai. Perasaan minder atau malu, enggan dan lain-lain, adalah hambatan seorang siswa dalam proses belajarnya disekolah maupun dilingkungannya, karena dengan rasa minder tersebut siswa akan sering merasa tidak percaya dengan kemampuan dan ketrampilan yang dimilikinya, sehingga jadi lebih menutup diri dan kurang menerima banyak informasi sesuai yang diinginkan.

            Individu yang selalu mengira bahwa dirinya tidak memiliki kemampuan, merasa dirinya tidak berharga, merupakan ciri dari individu yang mempunyai keyakinan diri (Self Efficacy) yang rendah. Hal ini dapat dilihat dalam cara individu bertingkah laku yang kurang wajar. Perbedaan tingkat Self Efficacy yang dimiliki siswa tentu akan mempengaruhi tingkat prestasi belajar siswa di sekolah dan juga akan mempengaruhi dalam kehidupan sehari-harinya.

            Hasil belajar merupakan perubahan perilaku baik pengembangan dalam pengetahuan, perubahan sikap, maupun peningkatan keterampilan yang dialami siswa setelah menuntaskan kegiatan pembelajaran. Hasil belajar yang sering disebut juga prestasi belajar, yang tidak dapat dipisahkan dari aktivitas belajar, karena belajar merupakan suatu proses, sedangkan prestasi belajar adalah hasil dari proses pembelajaran tersebut. Hasil belajar adalah kemampuan yang diperoleh anak melalui kegiatan belajar. Di dalam kegiatan belajar, tujuan belajar telah ditentukan terlebih dulu oleh guru dan siswa yang berhasil dalam belajar adalah siswa yang mampu mencapai tujuan-tujuan dari pembelajaran. Untuk mendapatkan suatu prestasi tidaklah semudah yang dibayangkan, karena memerlukan perjuangan dan pengorbanan berbagai tantangan yang harus dihadapi.

https://matabanua.co.id/2021/12/15/e-paper-harian-pagi-mata-banua-rabu-15-desember-2021/




POST TERKAIT

POST TEBARU