Perbandingan Implementasi Kurikulum 2013 dan KTSP 2006 dalam Pembelajaran Kimia
Tanggal : 22 Jun 2023
Ditulis oleh : SITI KHARISMA
Disukai oleh : 1 Orang
Mempelajari sebuah ilmu sudah menjadi kewajiban bagi semua siswa, untuk melakukan sebuah pembelajaran tentunya dibutuhkan seorang pengajar atau orang yang berkompeten dalam bidangnya salah satunya yaitu guru. Guru sangat berperan penting dalam sebuah proses pembelajaran terutama membuat para siswa faham akan materi yang diajarkan, untuk membuat para siswa faham banyak sekali cara yang biasa dilakukan seorang guru. Ada yang menggunakan metode pengajaran yang unik agar membuat para siswa cepat memahami materi yang disampaikan, ada juga yang menggunakan Bahasa yang sederhana agar pembahasan materi mudah dicerna. Metode-metode ini sangat penting dalam membantu siswa untuk lebih cepat atau mudah memahami materi. Oleh karenanya seorang guru disarankan untuk memiliki cara dengan gayanya masing-masing dalam mengajar. Agar sebuah pembelajaran lebih disiplin dan lebih tertata tentunya bisa dibuatkan silabus terkait materi yang akan diajarkan, dengan silbus setidaknya guru bisa memetakan materi apa saja yang akan diajarkan selama beberapa bulan kedepan. Tidak hanya itu silabus pun memiliki banyak fungsi seperti, jaminan pengingat guru agar tidak lupa akan materi apa yang akan diajarkan karena terkadang menjadi guru itu akan memiliki banyak pikiran dan ini sudah umum terjadi.
Namun untuk pelajaran yang telah diwajibkan oleh pihak pemerintah biasanya sudah memiliki silabus sendiri atau sudah dirancangkan oleh pemerintah itu sendiri contohnya ada Kurikulum 2013 dan KTSP 2006. Dua silabus ini adalah contoh silabus yang sudah dirancangkan oleh pemerintah. Kurikulum 2013 merupakan kurikulum berbasis kompetensi yang dikembangkan dari kurikulum 2004 dan KTSP 2006 untuk menjawab berbagai tantangan internal dan eksternal bangsa. Pasal 20 3 UU Sisdiknas Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional menyatakan bahwa tugas pendidikan nasional adalah mengembangkan dan membentuk watak dan peradaban bangsa yang berguna bagi pembentukan kehidupan bangsa, serta berupaya meningkatkan kesempatan pembangunan bagi siswa. Menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif dan mandiri, serta menjadi warga negara yang demokratis dan bertanggung jawab. Berdasarkan hasil wawancara dengan guru kimia Masita Fachri, S.Pd diperoleh informasi bahwa pelaksanaan kurikulum 2013 di Pondok Pesantren Ar-Rudlatul Hasanah Medan dimulai dari tahun pelajaran 2013/2014 dan persiapan untuk itu menerapkan kurikulum 2013.
Pembelajaran dari kurikulum 2013 akan mengembangkan kemampuan berpikir ilmiah siswa yang meliputi observasi, menanya, mengolah informasi, menyajikan informasi dan penalaran. Kurikulum juga memiliki kewajiban mutlak untuk mengimplementasikan kondisi pendidikan, sehingga peralihan KTSP ke kurikulum 2013 merupakan langkah baru dalam pelaksanaan pembelajaran yang berbasis pada kebutuhan siswa. Akibatnya, pembelajaran kreatif di jurusan kimia terkait kurikulum kelas X MIA 2013 tidak dilaksanakan sesuai konsep keilmuan, kendalanya pola pikir guru mata pelajaran, usia guru, sarana dan prasarana pendukung. Pendidikan merupakan bagian penting dari kehidupan spiritual suatu bangsa. Peningkatan dan peningkatan mutu pendidikan tidak lepas dari berbagai upaya. Salah satunya upaya pemerintah adalah menerapkan dan mengembangkan kurikulum berbasis kompetensi pada tahun 2004 dan KTSP pada tahun 2006 melalui kurikulum 2013. Kurikulum 2013 merupakan kurikulum baru yang menggantikan Kurikulum 2006 atau yang lebih dikenal dengan sebutan Kurikulum 2013 KTSP. Tema pengembangan kurikulum 2013 adalah menghadirkan manusia Indonesia yang produktif, kreatif, inovatif dan emosional dengan penguatan sikap, keterampilan dan pengetahuan terintegrasi Kurikulum 2013 disusun sedemikian rupa agar siswa berprestasi. Tiga bidang kompetensi tersebut adalah sikap, keterampilan, dan pengetahuan. Inti Kurikulum 2013 adalah proyek yang disederhanakan dan terintegrasi secara tematis.
Mata pelajaran kimia memiliki karakteristik yang sama dengan IPA. Properti ini adalah subjek kimia, bagaimana mereka diperoleh dan digunakan. Kimia adalah ilmu yang semula diperoleh dan dikembangkan atas dasar percobaan (induktif), tetapi dalam perkembangan selanjutnya kimia juga diperoleh dan dikembangkan atas dasar teori (deduktif). Oleh karena itu, dalam mata pelajaran kimia SMA/SMK mempelajari segala sesuatu tentang materi, termasuk komposisi, struktur dan sifat, perubahan materi, dinamika dan energi, yang membutuhkan keterampilan dan penalaran. Pembelajaran kimia dilakukan dengan memberikan metode pembelajaran yang sesuai untuk setiap zat. Setiap zat kimia memiliki sifat masing-masing. Hal ini meningkatkan peran guru kimia karena dituntut merancang metode pembelajaran.
Pendidikan di Indonesia telah mengalami berbagai perubahan seiring dengan waktu. Salah satu perubahan yang signifikan adalah perubahan kurikulum. KTSP (Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan) 2006 dan Kurikulum 2013 adalah dua kurikulum yang berbeda yang pernah diterapkan di Indonesia. Kurikulum 2013 dan KTSP 2006 memiliki perbedaan dalam fokus kurikulum, metode pembelajaran, evaluasi pembelajaran, peluang belajar, dan integrasi mata pelajaran. Dalam pembelajaran kimia, Kurikulum 2013 menekankan pada penggunaan pendekatan ilmiah dan pembelajaran berbasis masalah untuk membantu siswa memahami konsep kimia dengan lebih baik, sedangkan KTSP 2006 cenderung menggunakan metode pembelajaran yang lebih tradisional. Namun, keduanya memiliki tujuan yang sama, yaitu untuk membantu siswa memahami konsep kimia dengan lebih baik. Oleh karena itu, implementasi kurikulum mana yang lebih baik tergantung pada konteks dan kebutuhan siswa serta kondisi sekolah.
https://harianmomentum.com/read/47954/harian-momentum-edisi-22-juni-2023
POST TEBARU
- Kimia untuk Kehidupan, Bukan Sekedar Nilai Ujian
- Telaah Kritis terhadap Perubahan Kurikulum di Indonesia: Transformasi Pembelajaran atau Pergantian Program Kerja?
- Juara 3 lomba bola volly
- Simfoni Keberagaman Mengalun Damai di Tanah Pendidikan dan Kebudayaan hvs
- Whoos Ambisi Modernisasi dan Beban Finansial